Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita



PEDOMAN KARYA

Sabtu, 09 Januari 2021


ANEKDOT



Daeng Nappa' Dijatuhi Hukuman Mati



Daeng Nappa' yang sehari-hari bekerja di warung kopi, tiba-tiba dijatuhi hukuman mati. Ia sama sekali tidak tahu apa kesalahannya.

Hukuman mati itu dijatuhkan oleh raja, dan raja memerintahkan menangkap Daeng Nappa'.

Sebelum hukuman mati itu diumumkan, Daeng Nappa' sudah dapat bocorannya. Maka ia pun segera pergi ke rumah sahabatnya, Daeng Tompo', untuk meminta saran sekaligus bersembunyi.

"Apakah kesalahanta'?" tanya Daeng Tompo'.

"Saya juga tidak tahu," jawab Daeng Nappa'.

"Apakah kita' bikin acara yang menimbulkan kerumunan orang?" tanya Daeng Tompo'.

"Tidak! Saya tidak pernah maju sebagai calon kepala desa, apalagi calon bupati. Ka saya kerjaku di warung kopi ji," kata Daeng Nappa'.

"Jadi apa maksudta' ini datang ke rumahku?" tanya Daeng Tompo'.

"Saya tidak bisa tidur dekkeng. Mungkin malam ini polisi datang carikka' di rumahku. Apa saranta'?" Daeng Nappa' balik bertanya.

“Begini padeng. Tidurmaki di sini. Anggapmi tidur di rumahta' sendiri. Daeng Nappa', saya mau bilang sama kita', Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari setiap masalah sangat banyak. Jadi tidurmaki' saja. Janganmaki' pikir itu masalahta'. Serahkan saja sama Yang Di Atas," tutur Daeng Tompo'.

Maka malam itu Daeng Nappa' pun tidur nyenyak di rumah Daeng Tompo'.

Pagi-pagi setelah pulang dari masjid shalat subuh, sejumlah polisi sudah menunggu di depan rumah Daeng Tompo'.

"Aih, matemija. Dihukum mati tojengma' ini," kata Daeng Nappa' dalam hati.

Melihat situasi itu, Daeng Tompo' segera merangkul bahu Daeng Nappa' untuk menenangkannya.

Saat tiba di hadapan para polisi itu, Daeng Nappa' pun mengulurkan kedua tangannya untuk diborgol, tapi polisi-polisi itu hanya tersenyum.

Daeng Nappa' dan Daeng Tompo' tentu saja heran. Mereka berdua lebih heran lagi, karena salah seorang polisi tiba-tiba memberikan kopi bubuk seberat setengah kilogram

"Ada apa ini pak?" tanya Daeng Nappa'.

"Tolong buatkan kami kopi yang enak, karena kami tahu Daeng Nappa' jago meracik kopi," kata polisi itu sambil tersenyum.

"Saya kira....," kata Daeng Nappa' heran, tapi polisi itu langsung memotong ucapannya.

"Raja mati mendadak tadi malam. Hukuman mati ta' dinyatakan dibatalkan. Sekarang tolong buatkan kami kopi yang enak," kata polisi itu masih sambil tersenyum. (asnawin)

----

Sabtu, 09 Januari 2021




PEDOMAN KARYA

Sabtu, 09 Januari 2021


KALAM



Tipu Daya Fir'aun Itu Hanya Membawa Kerugian



Dan Fir'aun berkata, "Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit agar aku dapat melihat Tuhan-nya Musa, tetapi aku tetap memandangnya sebagai seorang pendusta." 

Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir'aun perbuatan buruknya itu dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.

(QS 40 / Ghafir: Ayat 36-37)

KOMPETENSI GURU. Pembina IAE Pusat, Erwin Akib (ketiga dari kiri) bersama Ketua IAE Wilayah Sulawesi Selatan Muhammad Akhir (keempat dari kanan) dan beberapa pengurus IAI Sulsel, foto bersama dengan Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel Prof Muhammad Jufri (keempat dari kiri) dan dua stafnya, di di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Rabu, 06 Januari 2021. (ist)

 


-----------

Jumat, 08 Januari 2021

 

 

IAE Sulsel Siap Jadi Mitra Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Indonesian Approach Education (IAE) Wilayah Sulawesi Selatan siap menjadi mitra Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu mitra dalam rangka peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan.

Kemitraan yang ditawarkan dalam bentuk melalui pelatihan (training), coaching clinic, Diklat, dan seminar, sehingga para guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), dan memiliki keunggulan bersaing (competitive advantage).

“Itu yang kami sampaikan saat pengurus IAI Wilayah Sulawesi Selatan melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, dua hari lalu,” kata Pembina IAE Pusat, Erwin Akib PhD, didampingi Ketua IAE Wilayah Sulawesi Selatan Dr Muhammad Akhir MPd, kepada wartawan, di Makassar, Jumat, 08 Januari 2021.

Erwin Akib yang sehari-hari menjabat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengatakan, dirinya hadir sebagai pembina, sedangkan Ketua IAI Wilayah Sulawesi Selatan yaitu Dr Muhammad Akhir MPd.

Audiensi pengurus IAE Wilayah Sulawesi Selatan dengan Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Prof Muhammad Jufri, dilangsungkan di di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, KM 10, No. 38, Makassar, Rabu, 06 Januari 2021.

“Dalam audiensi tersebut, kami memperkenalkan profil organisasi IAE, yang telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham, dan konsen pada bidang pendidikan dan pelatihan. IAE yang dipimpin Ketua Pusat Erwinto Imran MPd, terpilih sebagai salah satu organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Program Organisasi Penggerak disingkat POP,” jelas Erwin.

Dia mengatakan, dalam audiensi tersebut, Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel Prof Muhammad Jufri, didampingi Kabid GTK mengatakan menyambut baik kedatangan pembina dan pengurus IAE Sulsel di kantornya.

Muhammad Jufri yang mantan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), saat menerima pengurus IAI Wilayah sulsel mengatakan, dalam rangka memajukan bersama pendidikan khususnya peningkatan kompetensi bagi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di Sulawesi Selatan memang dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Dengan catatan, kata Erwin menirukan ucapan Muhammad Jufri, pengelolaannya sesuai dengan prosedur dan tidak menyimpang ataupun melanggar norma-norma yang telah disepakati.

“Dinas Pendidikan di bawah kepemimpinan saya, akan selalu terbuka dan menyambut baik serta mendukung langkah-langkah semua elemen lembaga manapun untuk berkonstribusi bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan, termasuk IAE,” kata Erwin mengulangi ucapan Muhammad Jufri.

Sehubungan dengan itulah, kata Erwin, maka akan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) antara IAI Sulsel dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, sehingga bentuk-bentuk program dan kegiatan dapat dijabarkan dalam naskah tersebut dan disepakati kedua belah pihak.

“Kami akan segera menyiapkan draf kerjasama tersebut,” kata Erwin. (zak)




PEDOMAN KARYA

Jumat, 08 Januari 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Ternyata Pejabat Juga Pintar Main Sandiwara

 

 

“Saya kira artisji yang pintar bermain sandiwara, ternyata pejabat juga pintar sandiwara, bahkan lebih pintar dari artis,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa’.

“Siapa seng pejabat yang main sandiwara? Dimanai main sandiwara? Di panggung atau shoting film?” tanya Daeng Nappa’ penasaran.

“Bukan di panggung, bukan juga shoting film,” kata Daeng Tompo’ masih sambil tersenyum.

“Dimanaji padeng?” tanya Daeng Nappa’ makin penasaran.

“Di jalanan,” sebut Daeng Tompo’.

“Ah, sembarang tong itu kita’,” kata Daeng Nappa’.

“Betulka’, malah ada wartawan yang ambil gambar, ada juga yang videoki,” ungkap Daeng Tompo’.

“Jadi banyak media yang beritakanki sandiwaranya?” tanya Daeng Nappa’.

“Banyak, tapi wartawan tidak tau kalau itu hanya sandiwara,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Bagaimana ceritanya?” tanya Daeng Nappa’ penasaran.

“Begini. Pejabat itu 'kan banyak yang suka bikin pencitraan. Jadi mereka biasa bersandiwara, antara lain ada pejabat yang jalan-jalan melihat-lihat keadaan masyarakat, ketemu pemulung, berbincang-bincang dengan gelandangan dan pengemis. Biasa dia kasi bantuan, biasa juga dia tawari bantuan. Itumi yang dishoting atau difoto sama wartawan, terus diberitakanmi di media massa,” kata Daeng Tompo’.

“Terus kenapaki' tawwa bilang sandiwara?” tanya Daeng Nappa’.

“Karena ternyata ada juga yang sebenarnya aktingji. Ada memangmi staf pejabat yang settingi suasana di lapangan. Pemulung, gelandangan, dan pengemis diarahkan ke suatu tempat. Dikasittau’ memangmi apa nanti yang akan ditanyakan oleh pejabat yang akan datang, dan diarahkangi memangmi apa jawabanna,” tutur Daeng Tompo’.

“Jadi sudah memangmi diatur materi obrolanna sama staf-staf na itu pejabatka?” tanya Daeng Nappa’.

“Sudahmi diatur, termasuk posisi masing-masing pemulung, gelandangan, dan pengemis saat berada di lapangan,” jelas Daeng Tompo’.

“Berarti tidak asli itu kaue,” kata Daeng Nappa’.

“Itumi kubilang tadi, bilang ternyata pejabat juga pintar main sandiwara, bahkan lebih pintar dari artis,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum, sementara Daeng Nappa’ langsung menyeruput kopi pahitnya. (asnawin)

 

Jumat, 08 Januari 2021





PEDOMAN KARYA

Jumat, 08 Januari 2021


KALAM



Pada Hari Ini Kerajaan Ada Padamu



"Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi, tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita?"

Fir'aun berkata, "Aku hanya mengemukakan kepadamu apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar."

Dan orang yang beriman itu (Nabi Musa) berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu, (yakni) seperti kebiasaan kaum Nuh, 'Ad, Samud, dan orang-orang yang datang setelah mereka. Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

Dan wahai kaumku! Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil (di Padang Mahsyar), (yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari), tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk."

(QS 40 / Ghafir: Ayat 29-33)


 

Makhluk apa sih “mamonisme” itu? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima (terbaru) belum memasukan kata tersebut di dalam entrinya. Pun dengan beberapa kamus standar bahasa Indonesia yang lain, seperti Kamus Umum Badudu-Zain dan Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta, juga tidak dijumpai kata “mamonisme.”




--------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 07 Januari 2021

 

OPINI

 

 

B.J. Habibie dan Misteri Diksi “Mamonisme”Karya Maman A. Majid Binfas

 

 

Oleh: Hasmawati

(Dosen  Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar)

 

Secara umum, mungkin tidak banyak orang yang “telaten” menuliskan suatu lanskap perjalanan dirinya  dalam  bergulat dengan peristiwa yang dialami, dilihat, maupun didengar.

Menurut Prof Abdul Rahman Ghani (2020) bahwa menulis tentang Metodologi Penelitian, tentang Ilmu Ekonomi, Sosiologi, dan lain-lain, terkadang sebagian ditulis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah pada umumnya, sehingga dapat menjadi suatu konsep ilmiah yang akademik.

Sebagian lagi mungkin menulis dalam bentuk karya ilmiah populer dengan bahasa dan pengungkapan yang lebih mudah dicerna, baik dengan memberi ilustrasi riil maupun memberi nuansa dengan bahasa-bahasa yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut Prof Abdul Rahman Ghani, di sini letaknya, jika kita membaca buku “Mamonisme; Doridungga hingga BJ. Habibie dalam Diksi Bermada Cinta” ini, tampaknya memang ada sentuhan tersendiri.

Buku ini pada dasarnya buku jejak perjalanan penulis, tepatnya pergulatan pemikiran penulis, dalam merespon berbagai fenomena yang ada di sekitarnya.

Ada di antaranya, tulisan mulai dari Doridungga hingga “Doridungga” dan juga sekelumit tulisan tentang BJ. Habibie, yang fenomenal tentang pencantuman nama BJ. Habibie (hlm. 663).

Walaupun, tidak terlalu rigit diuraikan mengenai jejak BJ. Habibie tetapi berkesan menggelitik mengenai tulisan yang menumpang ketenaran BJ.Habibie. Efek ini, tentu perlu disampaikan karena masih ada orang yang terlalu berani melakukan “plagiarisme” yang dikategorikan sebagai Imposter Contens atau konten meragukan keaslian di dalam kefenomenalan tulisan. 

Pada esai yang ditulis Dr MH Zaelani, (2020), sebagai penulis terbaik tingkat nasional dan peraih Agung Sedayu Award I. Dalam pendahuluan tulisannya, ia memulai dengan pernyataan menggelitik, dan saya kutip tanpa mengubah dimensi bahasanya, yakni sebagai berikut: “... Maman A. Majid Binfas (selanjutnya saya sebut Kang Maman) menamai buku terbarunya Mamonisme atau lengkapnya Mamonisme: Doridungga Hingga B.J. Habibie dalam Diksi Bernada Cinta (Jakarta, UHAMKA Press, November 2020)”.

Makhluk apa sih “mamonisme” itu? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima (terbaru) belum memasukan kata tersebut di dalam entrinya. Pun dengan beberapa kamus standar bahasa Indonesia yang lain, seperti Kamus Umum Badudu-Zain dan Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta, juga tidak dijumpai kata “mamonisme.”

Penelusuran lebih jauh di kamus-kamus rumpun bahasa Melayu, misalnya di Kamus  Bahasa Melayu Nusantara Edisi Kedua yang dikeluarkan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam (2011) juga nihil kata “mamonisme.” 

Kata “mamanisme” adalah pilihan diksi boleh dibilang temuan kajian baru menjadi sebuah misteri monumental.

Lebih lanjut Dr. Zaelani menguraikan bahwa “Mamonisme” Kang Maman, kiranya kehadiran buku ini telah menggambarkan spirit literasi penulisnya. Sebuah kerja peradaban bukan saja untuk hari ini, tetapi masa depan.

Ketebalan buku ini (mencapai lebih 800 halaman) tentu saja, tanpa melihat isi sekalipun, sudah menunjukkan betapa besar energi literasi sang penulis.

Namun, ibarat makanan gado-gado, campuran berbagai rasa: ada manis, asam, pedas, bahkan mungkin kadang sedikit pahit dan getir. Tak ada rasa yang tunggal (baca; dominan).

Bentuk  (genre)-nya pun beraneka ragam, ada prosa, ada puisi, kadang mirip-mirip berita jurnalistik, catatan harian (di akun media sosial), kisah berhikmah, bahkan proposal senimar. 

Jangan berharap Anda mendapat keutuhan wacana, ibarat kolase, semua serba serpihan-serpihan. Sebuah pendekatan yang barangkali benar-benar bersifat “multidisipliner.”

Sifat multidimensi karya Maman A. Majid Binfas, menurut Dr. Andi Sukri Syamsuri menjadikan Buku Mamonisme luar biasa. Menjadi luar biasa dan indah ini telah ditorehkan dalam sejarah peradaban literasi dan perbukuan oleh Maman A Majid Binfas PhD sebagai kajian keilmuan yang bersifat multidisipliner melahirkan berbagai ragam topik yang tertuang dalam 13 Bab dengan berbagai dimensi kehidupan.

Penulis memiliki kemahiran luar biasa dalam memilih diksi  yang tentu hanya dimungkinkan oleh individu yang memiliki penguasaan vocabulari cukup luas. Menjadi oase transkreasi kreasi seni dalam menulis yang menarik dan cair.

Bahkan Terra Nullius (30 Desember, 2020) mengomentari bahasan Geoff Fox (2020) tentang karya Maman A. Majid Binfas, dengan kalimat cukup menarik, yakni, “This is a transcreation from the Indonesian language poem “Kebebasan”. Poet Maman A Majd Binfas sees how freedom and the discipline of conscience are essential to living well. The nanny states of The West take this away from people."

Kemudian, seorang Maestro budayawan ternama dan legendaris Taufiq Ismail (2018) menilai bahwa karya saudara Maman AM Binfas “... sangat menarik dan memiliki khasanah tersendiri yang; “ ..artistik penyair dan dosen Maman A. Majid Binfas berfrekuensi tinggi: baik dalam menulis dan menyampaikan makalah maupun artikel keilmuan yang multi dimensi…” (hal, 605).

Mungkin begitu pula tulisan-tulisan yang ada di dalam buku ini juga beragam. Namun, atas kelihaian penulis yang artistik sehingga bisa menjadi satu tautan; seakan goresan-goresan tercecer tersebut _berkait satu sama yang lain. Walau berbeda topik, setting  tahunnya (Pengantar Pembaca Ahli dan editor (hal, VI-VII).

Untuk itu, tak pelak lagi manakala hari ini, kita akan mengupas buku ‘Mamonisme’ menjadi karyanya ke taraf internasional bersifat multidispliner oleh para pakar di bidangnya masing-masing, baik berasal di dalam negeri dan luar negeri.

Berdasarkan konteks tersebut di atas, maka Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Uhamka berkerjasama dengan Uhamka Press melaksanakan Seminar Internasional dan Bedah Buku Mamonisme Karya Maman A. Majid Binfas (Dosen Sekolah Pascasarjana).

Seminar ini bertema “Kreativitas Berkarya Multidisipliner dan Berkarakter Pendidikan yang Berkemajuan”.  Tema ini tetap ber_ikon pada buku Mamonisme sebagai bahasanya, dengan menampilkan beberapa pakar dibidangnya masing-masing.

Mereka adalah Prof. Dr. Abd. Rahman A. Ghani (UHAMKA), Ms. Geoff Fox (Budayawan dari Australia), Dr. Andi Sukri Syamsoerie (Unismuh Makassar), Dr. Mohamad Zaelani (Jusnalis, Dosen), Dr. Mustafa Ahmad (Malsysia), Erwin Akib PhD (Unismuh Makassar).

Dr. Haidir Fitra Siagian (UIN Alauddin Makassar), Dr. H. Ernawati (PEP Uhamka), Drs. Syafrizal PhD (UMSU), Dr. Abu Bakar (UM Kendari), Arham Selo PhD (UIN Alauddin, penulis artikel sekaligus menjadi moderator).

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9 Januari 2021, dengan peserta dari berbagai komponen. Seminar Internasional dan bedah buku ini, diharapkan sebagai syiar yang menggembirakan dan mencerahkan nilai pendidikan berkarakter multidisoliner di dalam melaju ke taraf global. Dan Akhirnya, diksi Mamonisme tidak menjadi sebuah kata misteri, tetapi menjadi temuan monumental.

Selamat membaca dan mengikuti seminar internasional dan membedah buku mamonisme. Semoga dicerahkan untuk menambah wawasan baru yang multidisiplin secara global.***


POSKO TANGGAP BENCANA. Mengantisipasi terjadinya korban banjir dan angin kencang, Kepolisian Resort (Polsek) Polongbangkeng Selatan (Polsel) bersama Pemerintah Kelurahan Canrego membangun Posko Tanggap Darurat, di Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Takalar. (Foto: Hasdar Sikki / PEDOMAN KARYA)




------------

Rabu, 06 Januari 2021

 

 

Antisipasi Korban Banjir dan Longsor, Polsek Polsel Takalar Bangun Posko Tanggap Bencana

 

 

-         Posko Dibangun di Kelurahan Canrego

 

TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Musim hujan yang biasanay disertai angin kencang sejak bulan Desember 2020, dan diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2021, dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya banjir, longsor, angin puting beliung, pohon tumbang, dan sebagainya.

Mengantisipasi terjadinya korban banjir dan angin kencang tersebut, Kepolisian Resort (Polsek) Polongbangkeng Selatan (Polsel) bersama Pemerintah Kelurahan Canrego membangun Posko Tanggap Darurat.

“Kami mendirikan posko tanggap bencana di Kelurahan Canrego, karena Kelurahan Canrego inilah yang paling sering mengalami banjir dan longsor, serta angin puting beliung. Banjir di wilayah ini sudah merupakan langganan tahunan ketika datang musim hujan. Luapan-luapan air hujan dari berbagai penjuru muaranya ke Canrego,” kata Kapolsek Polongbangkeng Selatan, AKP Idrus, kepada wartawan di Takalar, Rabu, 06 Januari 2021.

Beberapa wilayah pemukiman warga biasanya terisolir dan terkepung genangan air kiriman seperti dari Kelurahan Pattene, Kelurahan Bulukunyi, dan Kelurahan Bontokadatto.

“Kami berinisiatif membuat posko tanggap darurat di Canrego agar bisa lebih cepat membantu bila terjadi banjir, longsor, serta warga yang terkena dampaknya,” kata Idrus.

Polsek Polsel, katanya, juga sudah berkordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar.

Lurah Canrego Andi Jemma Kr Bantang mengaku sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas inisiatif pihak Polsek Polongbangkeng Selatan membangun posko tanggap bencana di Canrego.

“Kami sangat berterima-kasih kepada Kapolsek Polsel yang mendirikan Posko Tanggap Bencana di Canrego,” kata Andi Jemma. (Hasdar Sikki)

Misbawati A Wawo dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu, 06 Januari 2021, menggantikan Andi Bau Amal yang memasuki masa purnabakti. (ist)








-------------

Rabu, 06 Januari 2021

 

 

Misbawati A Wawo Gantikan Andi Bau Amal Sebagai Penjabat Sekda Bulukumba

 

 

BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Misbawati A Wawo dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, menggantikan Andi Bau Amal yang memasuki masa purnabakti.

Misbawati yang masih menjabat Asisten Administrasi Umum, dilantik oleh Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu, 06 Januari 2021.

Proses pelantikan yang live streaming di Medsos Pemda Bulukumba dihadiri Ketua Pengadilan Negeri, Forkopimda, Staf Ahli, Asisten Setda, dan para Kepala Perangkat Daerah dengan menerapkan protokol kesehatan.

AM Sukri Sappewali mengaku percaya Misbawati A Wawo akan mampu melaksanakan amanah sebagai Penjabat Sekda, karena Misbawati memiliki pengalaman birokrasi serta berbagai prestasi yang telah ia torehkan.

“Saya berharap dengan kepercayaan yang diberikan, Andi Misbawati Wawo dapat mempertahankan kinerja pemerintahan yang lebih baik dan lebih optimal, khususnya dalam masa transisi periode pemerintahan saya bersama Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, dengan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada yang lalu,” kata Sukri yang akan berakhir masa jabatannya pada 17 Februari 2021.

Ia juga mengharapkan kepada para Kepala Perangkat Daerah untuk dapat bersinergi dan bekerjasama membantu tugas-tugas yang diemban Penjabat Sekda.

“Harus mampu membuktikan profesionalisme dan disiplin yang tinggi dan bersinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah, termasuk staf Gubernur dan pusat karena Sekda pimpinan staf tertinggi ASN di Pemkab,” tandas Sukri.

Misbawati A Wawo yang saat ini masih menjabat Asisten Administrasi Umum, sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam jabatannya tersebut, ia mendorong lahirnya Perda Pengukuhan, Pengakuan Hak, dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang, sehingga pada akhirnya terbit Keputusan Presiden RI untuk pengelolaan Hutan Adat di Kawasan Ammatoa.

Selama berkecimpung di sektor kehutanan, ia juga mendorong terwujudnya perhutanan sosial di Kabupaten Bulukumba.

Misbawati juga pernah menjadi narasumber di berbagai forum nasional dan pada tahun 2019, mendapatkan Penghargaan Tokoh Penggerak Nasional Perhutanan Sosial dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (dar)




Selasa, 05 Januari 2021



Takalar Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM Dua Tahun Berturut-turut



TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Kabupaten Takalar kembali memperoleh penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2019 dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dengan demikian, Kabupaten Takalar berhasil meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM dua tahun berturut-turut, yakni tahun 2018 dan tahun.2019.

Kepala Bagian Hukum Setda Takalar, H Agus Salim, mengatakan, Takalar meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM Kategori Cukup Peduli.

"Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah indikator penilaian  yang mampu dipenuhi kabupaten Takalar sebagai kabupaten cukup peduli hak asasi manusia," kata Agus Salim, kepada wartawan, di Takalar, Selasa, 05 Januari 2021.

Beberapa indikator tersebut di antaranya hak kesehatan, hak pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan, dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan. 

"Ada 8 kabupaten yang mendapat penghargaan cukup peduli HAM, termasuk didalamnya kabupateb Takalar. Ini merupakan pengahargaan kedua kalinya yang diraih, penghargaan serupa juga diraih pada 2018 yang lalu, dan tahun ini penghargaan untuk tahun 2019,"  jelas Agus.

Adapun masing-masing indikator penilaian sebagai kabupaten cukup peduli hak asasi manusia berkaitan erat dengan 22 program prioritas Pemkab Takalar yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat. 

"Kita berharap tahun 2020, Takalar kembali meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM," kata Agus. (Hasdar Sikki)




PEDOMAN KARYA

Selasa, 05 Januari 2021


KALAM



Celakalah Mereka yang Hatinya Telah Membatu



"Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)?

Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

(QS 39 / Az-Zumar: Ayat 22)


  


Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar, Dr Rusli Malli, terpilih sebagai salah satu Wakil Ketua Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Adpetikisindo).



------

Senin, 04 Januari 2021

 

 

Dosen FAI Unismuh Makassar Terpilih Wakil Ketua Adpetikisindo

 

-         Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Indonesia

-         Terbentuk pada 01 Januari 2021

-         Ketua Pertama Rektor IAI Al Azhar Palembang

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Rusli Malli, terpilih sebagai salah satu Wakil Ketua Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Adpetikisindo).

Organisasi ini resmi terbentuk pada 01 Januari 2021, dengan ketua umum pertama Dr KH AH Mansur, yang sehari-hari menjabat Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al Azhar, Palembang, Sumatera Selatan.

“Ada empat orang wakil ketua, dan saya salah satunya,” kata Rusli Malli, kepada wartawan di Makassar, Senin, 04 Januari 2021.

Keempat wakil ketua itu terdiri atas Dr Sadari SHI MSi, Dr Rusli Malli MAg, Dr Syarifah Rahmi Lc MAlcom, dan Dr Ilham MPdI.

Jabatan sekretaris diberikan kepada Tahir SAg MA, didampingi wakil sekretaris Dr Agus Sholikhin SSi MPdI, Dr Imam Subkhi MPd, Anieqoh Nur 'Izzatika SH, dan Ahmad Khoirudin SEI MExDev.

Bendahara Umum Uswatun Khasanah MpdI, dan wakil bendahara Ana Cahayani Fatimah MPdI.

Kepengurusan dilengkapo Bidang Pengembangan Organisasi (Ketua Dr Muhammad Tang SHI MPd), Bidang SDM dan Pelatihan (Ketua Dr Sampara Palili MPdI), Bidang Usaha dan Pengembangan Ekonomi (Ketua Yaumul Khair SEI MEI), serta Bidang Humas dan Kerjasama (Ketua Dr Ahmad Zain Sarnoto MPd).

Selain itu, juga ditunjuk satu orang koordinator dan wakil koordinator untuk masing-masing Kopertais.

Organisasi profesi dosen ini lahir pada 1 Januari 2021, diprakarsai oleh para dosen PTKIS yang menyebar pada 15 Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Islam (Kopertais) dari Sabang sampai Merauke,” jelas Rusli.

Dia mengatakan, pemilihan pengurus dilakukan secara virtual pada 24 Desember 2020.

Setelah dua hari diskusi panjang, maka ditunjuk beberapa anggota formatur, dan formatur melakukan rapat kemudian secara musyawarah dan mufakat menunjuk ketua umum dan pengurus lainnya untuk periode pertama 2021-2025.

Selaku organisasi profesi dosen yang baru, sesuai rencana, Selasa, 05 Januari 2021, pada pukul 14.00 WIB, sebanyak lima orang pengurus pusat akan melakukan silaturrahim dengan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam atau PTKI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, di Jakarta,” kata Rusli Malli. (ima)


SERAHKAN PIAGAM. Mantan Rektor Unismuh Makassar, Prof Irwan Akib (paling kanan) menyerahkan Piagam Resolusi kepada Wadir I Ponpes Darul Fallaah, Supriadi, disaksikan Wakil Rektor IV Unismuh Saleh Molla, pada acara pembukaan Workshop Tata Kelola Organisasi dan Asset Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar, di Eko Wisata Bili-BiliKabupaten Gowa, Ahad, 03 Januari 2021. (ist) 

 


--------

Senin, 04 Januari 2021

 

 

Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar Ingin Bangun Hotel Edukasi

 

 

-         Mantan Rektor Unismuh Serahkan Tiga Piagam Resolusi

 

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, ingin membangun hotel edukasi yang akan menyatu dengan perpustakaan, pusat bisnis dan Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Latihan).

“Mimpi besar kami pada dasawarsa ketiga, Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar akan membangun Graha Darul Fallaah berlantai 5, dengan persepktif penggunaannya, Lantai I untuk Perpustakaan & Pusat Layanan Sosial, Lantai II Pusat Bisnis atau Student Mall, Lantai III Aula Pusdiklat, sedangkan Lantai IV dan V Hotel Edukasi dan Wisata Syariah,” kata Direktur Ponpes Darul Fallah Unismuh Makassar, Dr Dahlan Lama Bawa SAg MAg.

Hal itu ia kemukakan pada Workshop Tata Kelola Organisasi dan Asset Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar, di Eko Wisata Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Ahad, 03 Januari 2021, yang dihadiri mantan Rektor Unismuh Prof Irwan Akib, Wakil Rektor IV Unismuh H Saleh Molla, serta sejumlah undangan lainnya.

Dahlan mengatakan, mimpi besar gedung graha berlantai lima ia tuangkan dalam buku berjudul “Jalan Lurus; Ponpes Darul Fallaah Dalam Lintasan Sejarahyang diluncurkan pada pembukaan workshop.

Ia optimis mimpi tersebut dapat terwujud karena dalam mengelola Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar dirinya ditemani orang-orang saleh dan salehah, serta tulus tak kejar.

“Karena mereka adalah kader-kader terlatih dari IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Itulah yang membuat kami tetap bahagia secara kualitatif,” kata Dahlan yang sehari-hari juga menjabat Sekretaris PUT Unismuh dan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.

 

Piagam Resolusi

 

Pada pembukaan workshop, selain peluncuran buku, juga diserahkan Tiga Piagam Resolusi Darul Fallaah Unismuh.

Dahlan Lama Bawa menjelaskan, Piagam Resolusi Darul Fallaah, 3 Januari 2021, terdiri atas tiga Resolusi, yakni Resolusi Dasawarsa Pertama (periode 2006-2016) sebagai periode Merintis Jalan Lurus, Resolusi Dasawarsa Kedua (periode 2016-2026) sebagai periode Menata Menjadi Luar biasa, dan Resolusi Dasawarsa Ketiga (periode 2026-2036) sebagai periode Unggul dan Mandiri.

“Makna dan spirit yang dikandung dalam Piagam Resolusi Darul Fallaah, 03 Januari 2021, adalah satu, untuk meneguhkan jejak sejarah Ponpes Darul Fallaah agar menjadi referensi dan literasi bagi generasi selanjutnya,” jelas Dahlan.

Kedua, katanya, untuk meneguhkan kebulatan tekad dalam menata Ponpes Darul Fallaah agar menjadi lebih baik dan luar biasa dengan instrument Tata Kelola Organisasi dan Aset yang bertanggungjawab.

“Dan ketiga, untuk meneguhkan ketetapan hati dalam meraih obsesi atau mimpi-mimpi yang terstruktur dan terukur, tutur Dahlan.

Isi ketiga piagam resolusi tersebut dibacakan secara bergantian oleh tiga orang perwakilan alumni, yakni Rezki Juliwarma Saris, S.Pd (angkatan pertama SMP Darul Fallaah), Alimuddin SE (angkatan pertama MAK), dan Subaedah SPd (angkatan pertama MA setelah berubah bentuk dari MAK).

Piagam resolusi kemudian diserahkan berturut-turut oleh Prof Irwan Akib kepada Wadir I Ponpes Darul Fallah, Supriadi SPdI MPdI, dari WR IV Unismuh H Saleh Molla kepada Wadir II, H Samsuddin SPd, dan oleh Dahlan Lama Bawa kepada Wadir III, Muhammad Khaerun SAg.

Diserahkan kepada para Wadir (Wakil Direktur, red) karena merekalah yang akan menjadi eksekutor isi resolusi tersebut,” ungkap Dahlan Lama Bawa yang merupakan alumni Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar. (asnawin)