Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

“Dinda, mungkin sudah ada sekitar empat tahun saya tidak mengikuti perkembangan di PWI Sulsel. Saya dengar sudah selesai konferensi. Siapa terpilih ketua, dan siapa-siapa pengurus hariannya?” tanya Pak Bur.
 






------------

PEDOMAN KARYA

Ahad, 28 Februari 2021

 

 

Apa Kabar PWI Sulsel?

 

 

Telpon genggam saya berdering pada Ahad pagi, 28 Februari 2021. Saya melihat nama yang menelpon, Bur Mampo, dan saya pun langsung menerima teleponnya.

Saya langsung menerima telponnya, karena mungkin ada sekitar dua tahunan kami tidak saling menelpon. Termasuk lama untuk ukuran kami selaku yunior dan senior sesama wartawan dan sesama mantan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulsel.

“Pak Asnawin, bagaimana kabar?” tanya Pak Bur, sapaan akrab Burhanuddin Mampo, setelah mengucapkan salam.

Pertanyaan dan sapaan beliau itu terasa sangat sopan untuk ukuran seorang senior yang umurnya mungkin sudah sekitar 70 tahun.

Sekadar informasi, Burhanuddin Mampo adalah mantan Bendahara PWI Sulsel. Pensiunan pegawai Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar ini juga pernah menjadi Kepala Stasiun RRI Tual, Maluku Utara.

“Alhamdulillah, baik kanda,” jawab saya.

“Dinda, mungkin sudah ada sekitar empat tahun saya tidak mengikuti perkembangan di PWI Sulsel. Saya dengar sudah selesai konferensi. Siapa terpilih ketua, dan siapa-siapa pengurus hariannya?” tanya Pak Bur.

Saya lalu menjelaskan bahwa Agus Salim Alwi Hamu terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2021-2026.

Saya katakan, Nurhayana Kamar (mantan Bendahara PWI Sulsel) dan saya juga maju sebagai calon ketua. Nurhayana memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai calon ketua, sedangkan saya tidak memenuhi syarat karena kartu anggota saya sudah mati dan tidak diperpanjang oleh PWI.

PWI konon tidak memperpanjang kartu keanggotaan saya karena perusahaan pers saya masih berbentuk CV yaitu CV Pedoman Karya, sedangkan persyaratan untuk mengurus baru atau perpanjangan kartu harus dari perusahaan pers berbentuk PT.

Dengan demikian, tidak ada gunanya pernah menjadi pengurus PWI, termasuk menjadi pemegang sertifikat Pelatih Nasional Wartawan PWI, serta pemegang Kartu UKW (Uji Kompetensi Wartawan) dari Dewan Pers, kalau mau memperpanjang keanggotaan di PWI.

Sebaliknya, meskipun seseorang bukan wartawan, dalam arti bukan bagian redaksi di perusahaan media massa, dan mungkin juga tidak pernah bikin berita, tapi dia bekerja pada perusahaan pers berbentuk PT, maka orang itu dapat dengan mudah memiliki atau memperpanjang keanggotaannya di PWI sekaligus mengantongi Kartu Biru PWI.

 

Menolak Konferensi

 

Saya jelaskan kepada Pak Bur bahwa pada hari Pemilihan Ketua PWI Sulsel periode 2021-2026, di Hotel Gammara, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, 31 Januari 2021, Nurhayana Kamar, menyatakan menolak Konferensi PWI Sulsel.

Pernyataan menolak Konferensi PWI Sulsel itu ia sampaikan secara tertulis kepada Ketua PWI Pusa Atal S Depari, sesaat setelah Atal dan Zulkifli Gani Ottoh (Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat) memasuki ruangan konferensi.

“Pengurus lengkap PWI Sulsel belum ada, karena saya dengar penolakan Nurhayana dan para pendukung terhadap Konferensi PWI Sulsel masih berproses di PWI Pusat,” jelas saya.

Saya juga menyampaikan bahwa Program Kerja PWI Sulsel periode 2021-2026, yang seharusnya dibahas pada saat konferensi, sampai sekarang belum dibahas, padahal Zulkifli Gani Ottoh berjanji akan mengadakan rapat membehas program kerja tersebut, paling lambat dua pekan setelah berakhirnya konferensi.

“Oh, begitu,” kata Pak Bur dari balik telpon.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Pak Bur meminta agar saya sering-sering menelponnya.

“Win, mata saya sudah rabun, nonton tivi pun tidak bisa lagi, tapi saya masih bisa dengar suaranya,” katanya sambil tertawa.

  

Cinta PWI

 

Saya menangkap kesan kuat bahwa telpon Pak Bur kepada saya, yang menanyakan kabar PWI Sulsel dan hasil Konferensi PWI Sulsel, itu menunjukkan betapa ia sangat cinta kepada PWI.

Sebelas tahun lalu, tepatnya pada 03 November 2010, saya juga sempat berbincang-bincang dengan Pak Bur, dan beliau mengatakan sebagai anggota PWI Sulsel, dirinya bersama anggota PWI Sulsel yang tidak lagi masuk dalam kepengurusan PWI Sulsel di bawah kepemimpinan Zulkifli Gani Ottoh, tetap mencintai PWI Sulsel.

“Meskipun tidak masuk dalam kepengurusan, kami tetap cinta PWI Sulsel. Jangan ragukan ke-PWI-an kami,” tegas Pak Bur ketika itu. (asnawin)

 


Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan.”

Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya. Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan. (int)

 


---------

PEDOMAN KARYA

Ahad, 28 Februari 2021

 

KALAM

 

 

Kaum Yang Dibinasakan (4): Kaum Samud

 

 

Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan.”

Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.

Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan.

(QS 51 / Az-Zariyat: Ayat 43-45)

 

----------

Artikel sebelumnya:


Kaum Yang Dibinasakan (3): Kaum 'Ad 

Kaum Yang Dibinasakan (2): Fir'aun dan Bala Tentaranya

Kaum Yang Dibinasakan (1): Kaum Luth



"Tidak percayaka' kurasa Pak Gub ditangkap sama KPK," ujar Daeng Nappa' kepada Daeng Tompo' saat jalan-jalan pagi sepulang shalat subuh berjamaah di masjid.


-------

PEDOMAN KARYA

Ahad, 28 Februari 2021


Obrolan Daeng Tompo' dan Daeng Nappa':



Tidak Percayaka' Kurasa Pak Gub Ditangkap Sama KPK



"Tidak percayaka' kurasa Pak Gub ditangkap sama KPK," ujar Daeng Nappa' kepada Daeng Tompo' saat jalan-jalan pagi sepulang shalat subuh berjamaah di masjid.

"Apanapi lagi? Na jelas-jelasmi dia ditangkap sama KPK, banyak media yang beritakangi, adami juga pernyataan dari KPK," kata Daeng Tompo'.

"Maksudku', bisanya itu dia ditangkap sama KPK, mau-maunya itu dia terima uang gratifikasi,"  kata Daeng Nappa'.

"Ka begitu memangji kapang rata-rata pejabatka. Kebetulannaji dia kena batunya ini," ujar Daeng Tompo'.

"Tapi saya tetap berbaik sangka kepada beliau," kata Daeng Nappa'.

"Maksudnya tidak percayaki' sama.KPK?," tanya Daeng Tompo'.

"Bukan. Maksudku', saya tetap berharap dia lepas dari jeratan hukum. Mudah-mudahan tidak dipenjaraji kodong," kata Daeng Nappa'.

"Yah, mudah-mudahanlah," balas Daeng Tompo'. (asnawin)


Ahad pagi, 28 Februari 2021.





PEDOMAN KARYA

Sabtu, 27 Februari 2021


PUISI



Kebanggaan



Karya: Andi Rosnawatih


Saya bangga.....

Pernah ditempa dunia jurnalistik

Pernah berada diantara kalian 

Hingga menjadi alumni Harian Pedoman Rakyat


Ilmu bukan sekedar ilmu

Jurnalis yang mengakar dan mendarah daging

Hingga menempaku tegar hadapi setiap haluan


Saya bangga dan akan tetap bangga

Bukan hanya pernah,

Tetapi jiwa dan ruh nya

akan selalu berada di hati yang terdalam


Saya bangga memiliki kalian

Keluarga besarku 

Alumni Pedoman Rakyat

dan selalu menjadi kebanggaan 

di kehidupan mendatang. **


Bajiminasa

Selasa, 27 Februari 2018

"Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, (angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk." (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


PEDOMAN KARYA

Sabtu, 27 Februari 2021


KALAM



Kaum Yang Dibinasakan (3): Kaum 'Ad



"Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, (angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk."

(QS 51 / Az-Zariyat: Ayat 41-42)


---------

Artikel sebelumnya:


Kaum Yang Dibinasakan (2): Fir'aun dan Bala Tentaranya



Anggota Satlantas Polres Gowa rutin melaksanakan olahraga, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Oahraga bersama antara lain dilakukan di pelataran Museum Balla Lompoa, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Gowa, dan dipimpin langsung Kasatlantas AKP Mustari. (ist)


-----

Jumat, 26 Februari 2021



Anggota Satlantas Polres Gowa Rutin Olahraga



GOWA, (PEDOMAN KARYA). Anggota Satlantas Polres Gowa rutin melaksanakan olahraga, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.

Olahraga bersama antara lain dilakukan di pelataran Museum Balla Lompoa, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Gowa, dan dipimpin langsung Kasatlantas AKP Mustari.

"Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, untuk tetap sehat dan terhindar dari cluster baru penyebaran Covid-19, personil Satlantas rajin melaksanakan olahraga pagi," kata Mustari, kepada wartawan, di Gowa, Rabu  17 Februari 2021.

Jenis olahraga yang.dilakukan antara lain senam kombinasi jumping dan push up.

"Dengan rutin melaksanakan olahraga pagi, kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D, dan terbukti efektif dalam menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudah terserang penyakit," kata Mustari.

Selain rutin berolahraga, dia juga menganjurkan personilnya dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat pengguna jalan dan  masyarakat pemohon SIM (Surat Izin Mengemudi) untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 4 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta tetap menggunakan alat pelindung diri (APD).

Di lain tempat Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto SIK menekankan kepada jajarannya untuk berolahraga di luar jam kerja, konsumsi makanan seimbang, dan menerapkan budaya hidup sehat.

"Dengan mematuhi protokol kesehatan kita dapat melindungi diri kita, keluarga dan orang lain di sekitar kita. Mari kita budayakan 4M," kata Budi Susanto. (asnawin)

PELANTIKAN BUPATI. Gubernur Sulawesi Selatan melantik sebanyak 11 kepala daerah bupati dan walikota se-Sulsel periode 2021-2026, hasil Pilkada Serentak 2020, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat pagi, 26 Februari 2021. (ist)


 



------------

Jumat, 26 Februari 2021

 

 

Inilah Walikota dan Bupati se-Sulsel Periode 2021-2026

 

 

-         Budiman Hakim Tetap Dilantik sebagai Wakil Bupati Luwu Timur

-         Bupati dan wakil Bupati Toraja Utara Dilantik 31 Mare 2021

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan melantik sebanyak 11 kepala daerah bupati dan walikota se-Sulsel periode 2021-2026, hasil Pilkada Serentak 2020, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat pagi, 26 Februari 2021.

Pelantikan dilakukan secara hybrid (on site dan virtual), mereka menjabat untuk periode 2021-2024 (SK 2021-2026 dengan klausal). Pembacaan surat kepetusan Menteri Dalam Negeri dibacakan oleh Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Sulsel.

Mereka yang dilantik berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.73-356 Tahun 2021, yaitu Walikota dan Wakil Walikota makassar Mohammad Ramdhan Pomanto - Fatmawati Rusdi.

Bupati dan Wakil Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Abdul Rauf Mallagani, Bupati dan Wakil Bupati Maros Chaidir Syam dan Suhartina Bohari, Bupati dan Wakil Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana.

Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf, Bupati dan Wakil Bupati Barru Suardi Saleh dan Aska Mappe, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Lutfi Halide.

Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali dan Syaiful Arif, Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Zadrak Tombeg, serta Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara Andi Indah Putri Indriani dan Suaib Mansyur.

 

Luwu Timur

 

Budiman Hakim tetap dilantik sebagai Wakil Bupati Luwu Timur. Setelah dilantik, Budiman akan menjadi Pelaksana Tugas Bupati Luwu Timur.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Budiman tetap akan dilantik sebagai Bupati Luwu Timur menggantikan Thorig Husler yang meninggal dunia pada Desember 2020, setelah dirinya selaku Gubernur Sulsel mengusulkan kepada Mendagri.

“Jadi wakilnya itu kita lantik sebagai wakil, nanti setelah dilantik akan menjadi pelaksana tugas bupati. Lantas kita usulkan kembali menjadi bupati di sana,” jelas Nurdin.


Toraja Utara

 

Khusus pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang dan Frederik V Palimbong, akan dilaksanakan secara terpisah pada 31 Maret 2021, karena menyesuaikan dengan masa akhir jabatan bupati dan wakil bupati sebelumnya. (lom)

 

Daftar Walikota dan Bupati se-Sulsel Periode 2021-2026


1. Makassar

-- Walikota Mohammad Ramdhan Pomanto 

-- Wakil Walikota Fatmawati Rusdi


2. Gowa

-- Bupati Adnan Purichta Ichsan

-- Wakil Bupati Abdul Rauf Mallagani


3. Maros

-- Bupati Chaidir Syam

-- Wakil Bupati Suhartina Bohari


4. Pangkep

-- Bupati Muhammad Yusran Lalogau

-- Wakil Bupati Syahban Sammana


5. Bulukumba 

-- Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf

-- Wakil Bupai Andi Edy Manaf


6. Barru

-- Bupati Suardi Saleh

-- Wakil Bupati Aska Mappe


7. Soppeng

-- Bupati Andi Kaswadi Razak

-- Wakil Bupati Lutfi Halide


8. Kepulauan Selayar

-- Bupati Basli Ali

-- Wakil Bupati Syaiful Arif


9. Tana Toraja

-- Bupati Theofilus Allorerung

-- Wakil Bupati Zadrak Tombeg


10. Luwu Utara

-- Bupati Andi Indah Putri Indriani

-- Wakil Bupati Suaib Mansyur


11. Luwu Timur 

-- Wakil Bupati Budiman Hakim


12. Toraja Utara

-- Bupati Yohanis Bassang

-- Wakil Bupati Frederik V Palimbong.


Editor: Asnawin Aminuddin

Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia (Musa) adalah seorang pesihir atau orang gila.”

Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

 




------------

PEDOMAN KARYA

Jumat, 26 Februari 2021

 

KALAM

 

 

Kaum Yang Dibinasakan (2): Fir'aun dan Bala Tentaranya

 

  

Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.

Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia (Musa) adalah seorang pesihir atau orang gila.”

Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.

(QS 51 / Az-Zariyat: Ayat 38-40)


------------

Artikel sebelumnya:


Kaum Yang Dibinasakan (1): Kaum Luth

DIRESMIKAN. Amphi Theatre Pelebaran Jalan Metro Tanjung Bunga Tahap I, Makassar, diresmikan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kamis, 25 Februari 2021. Amphi theater ini memiliki lebar 50 meter. Tahap pertama diselesaikan sepanjang 250 meter dengan anggaran biaya Rp30 miliar lebih. (ist)


 

 

 

-----

Kamis, 25 Februari 2021

 

 

Amphi Theater Makassar Tahap I Diresmikan, Habiskan Dana Rp30 M

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Amphi Theatre Pelebaran Jalan Metro Tanjung Bunga Tahap I, Makassar, diresmikan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kamis, 25 Februari 2021.

Amphi theater ini memiliki lebar 50 meter. Tahap pertama diselesaikan sepanjang 250 meter dengan anggaran biaya Rp30 miliar lebih.

Fasilitas ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Makassar, menjadi ruas jalan boulevard (utama) yang akan menghubungkan beberapa kabupaten kota dengan Makassar.

Jika rampung jalur jalan lebar Metro Tanjung Bunga ini akan dilengkapi jembatan, pedesterian, dan memberikan alternatif bagi dalam menikmati pemandangan. Ini diharapkan akan menjadi ikon baru Kota Makassar.

Nurdin Abdullah mengatakan, pengerjaan jalan ini penting untuk segera diselesaikan, karena berhubungan dengan kepentingan rakyat.

“Jadi ini kepentingan rakyat, kepentingan rakyat itu di atas segala-galanya. Jadi ini harus kita selesaikan. Kita berharap Tanjung Bunga menjadi landmark Kota Makassar, sehingga wajib harus selesai,” kata Nurdin.

Penyelesaian tahap awal termasuk banyaknya ditemukan lubang di jalan tersebut melalui perbaikan jalan.

“Jadi mungkin tahap awal dulu, karena sudah banyak lubang-lubang preservasi dulu kita lakukan, supaya tidak ada lagi masyarakat mengeluh,” kata Nurdin.

Jalan Metro Tanjung Bunga akan menjadi landmark Makassar, dengan panjang jalan 6 Km, lebar 50 meter akan dilengkapi dengan fasilitas jalur sepeda lebar 6,6 meter, jalur lambat 4,8 meter, jalur hijau 1 meter, jalan utama 9,6 meter, dan jalur hijau 2 meter. Jalan ini nanti diharapkan dapat mengakomodir intesintas transportasi tinggi.

Selanjutnya akan dilakukan pendekatan dengan para pemilik lahan. Demikian juga berkoordinasi dengan BPN Makassar dan Kanwil Pertanahan untuk bersama-sama menyelesaikan akses lahan yang masih tersisa.

“Insya Allah kita berharap tahun 2022 betul-betul sudah tuntas,” kata Nurdin.

Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, dalam sambutannya menyatakan hadirnya Amphi Theater di Jl Metro Tanjung Bunga selain akan menjadi ikon, juga akan semakin menguatkan peran Makassar sebagai hub menghubungkan kawasan timur dan barat yang telah dimiliki dan menjadi modal sejak dulu.

“Dari sisi histori telah menjadi kota tujuan niaga bagi pedagang luar ini. Ini tidak lepas dari posisi strategis secara geografis Kota Makassar yang hampir berada di tengah-tengah gugusan kepulauan Indonesia, sehingga tentu memegang peran sebagai hub yang menghubungkan antara timur dan barat,” kata Rudy. (lom)

EVALUASI. Direktur PPs Unismuh Makassar, Dr Darwis Muhdina (paling kiri), didampingi Asdir II Dr Muhlis Madani, dan dua Asdir lainnya (tidak terlihat) menerima kunjungan Tim Binwasdal LLDikti IX, di Kampus Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Rabu, 24 Februari 2021. (Foto: Nasrullah Rahim)
 

 

 

 

------

Kamis, 25 Februari 2021

 

 

Tim Binswasdal LLDikti IX Evaluasi Proses Akademik PPs Unismuh Makassar

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tim Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian (Binwasdal) Perguruan Tinggi dan Tim Evaluasi Kinerja Akademik dan Kelembagaan (Eka) Kantor LLDikti IX (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat), melakukan evaluasi kinerja dan proses akademik selama empat hari, yakni 24-27 Februari 2021, di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Salah seorang anggota tim, yakni Prof Sitti Haerani, kedatangan mereka bertujuan melakukan evaluasi kinerja dan proses akademik yang berlangsung di Program Pascasarjana Unismuh Makassar.

Selain itu, mereka juga akan melihat sejauh mana standar kriteria dalam menjaring calon mahasiswa baru, seleksi dosen, serta proses akademik.

“Kedatangan kami bukan untuk melakukan investigasi atau memata-matai. Kami dating untuk melihat sejauh mana pelaksanaan proses akademik apakah sesuai aturan atau tidak. Jika kemudian ada yang tidak sesuai dengan aturan, maka perlu diperbaiki secara bersama sebelum jadi temuan,” kata Sitti Haerani, didampingi dua anggota tim lainnya, yakni Dr Mustaking, Dr Hazriani, dan Fitriani.

Kedatangan rombongan tim dari LLDikti IX diterima oleh Direktur PPs Unismuh Makassar, Dr Darwis Muhdina, didampingi Asdir I Dr Andi Jam’an, Asdir II Dr Muhlis Madani, dan Asdir III Dr Ifayani Haanurat.

“Kami telah mempersiapkan berkas administrasi yang dibutuhkan dari masing masing program studi yang dikelola Pascasarjana Unismuh Makassar,” kata Darwis.

Dia mengatakan, PPs Unismuh Makassar kini mengelola delapan program studi, terdiri atas tujuh program magister (S2), dan satu program doktoral (S3).

Ke-7 program magister yang dikelola yakni Magister Manajemen, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Agribisnis.

“Satu program doktoral kami bina yaitu S3 Pendidikan Agama Islam,” sebut Darwis.

Asdir II PPs Unismuh Dr Muhlis Madani, menambahkan, total mahasiswa PPs Unismuh tahun akademik 2020/2021 berjumlah 1.350 calon.

“Setiap tahun mahasiswa baru yang diterima kurang lebih 200 orang,” sebut Muhlis. (zak)

 

EVALUASI. Direktur PPs Unismuh Makassar, Dr Darwis Muhdina (paling kiri), didampingi Asdir II Dr Muhlis Madani, dan dua Asdir lainnya (tidak terlihat) menerima kunjungan Tim Binwasdal LLDikti IX, di Kampus Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Rabu, 24 Februari 2021. (Foto: Nasrullah Rahim)
 

 

 

 

----

Kamis, 25 Februari 2021

 

 

Tim Binswasdal LLDikti IX Evaluasi Proses Akademik PPs Unismuh Makassar


 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tim Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian (Binwasdal) Perguruan Tinggi dan Tim Evaluasi Kinerja Akademik dan Kelembagaan (Eka) Kantor LLDikti IX (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat), melakukan evaluasi kinerja dan proses akademik selama empat hari, yakni 24-27 Februari 2021, di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Salah seorang anggota tim, yakni Prof Sitti Haerani, kedatangan mereka bertujuan melakukan evaluasi kinerja dan proses akademik yang berlangsung di Program Pascasarjana Unismuh Makassar.

Selain itu, mereka juga akan melihat sejauh mana standar kriteria dalam menjaring calon mahasiswa baru, seleksi dosen, serta proses akademik.

“Kedatangan kami bukan untuk melakukan investigasi atau memata-matai. Kami dating untuk melihat sejauh mana pelaksanaan proses akademik apakah sesuai aturan atau tidak. Jika kemudian ada yang tidak sesuai dengan aturan, maka perlu diperbaiki secara bersama sebelum jadi temuan,” kata Sitti Haerani, didampingi dua anggota tim lainnya, yakni Dr Mustaking, Dr Hazriani, dan Fitriani.

Kedatangan rombongan tim dari LLDikti IX diterima oleh Direktur PPs Unismuh Makassar, Dr Darwis Muhdina, didampingi Asdir I Dr Andi Jam’an, Asdir II Dr Muhlis Madani, dan Asdir III Dr Ifayani Haanurat.

“Kami telah mempersiapkan berkas administrasi yang dibutuhkan dari masing masing program studi yang dikelola Pascasarjana Unismuh Makassar,” kata Darwis.

Dia mengatakan, PPs Unismuh Makassar kini mengelola delapan program studi, terdiri atas tujuh program magister (S2), dan satu program doktoral (S3).

Ke-7 program magister yang dikelola yakni Magister Manajemen, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Agribisnis.

“Satu program doktoral kami bina yaitu S3 Pendidikan Agama Islam,” sebut Darwis.

Asdir II PPs Unismuh Dr Muhlis Madani, menambahkan, total mahasiswa PPs Unismuh tahun akademik 2020/2021 berjumlah 1.350 calon.

“Setiap tahun mahasiswa baru yang diterima kurang lebih 200 orang,” sebut Muhlis. (zak)