Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita



 




Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, Salahuddin, ngopi bareng sejumlah wartawan dan aktivis LSM, di Warkop Dottoro, Takalar, Jumat, 05 Maret 2021. (ist)


-------

Ahad, 07 Maret 2021

 

 

Awali Tugas Kajari di Takalar, Salahuddin Ajak Wartawan dan LSM Ngopi Bareng

 

 

-         Minta Dukungan Penegakan Hukum di Takalar

-         Minta Diingatkan Bila Keliru

-         Akan Siapkan Ruangan Khusus untuk Wartawan dan LSM


TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Mengawali tugasnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Takalar, Salahuddin SH, mengajak wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), khususnya penggiat anti korupsi, ngopi bareng di Warkop Dottoro, Jalan Donggeng Dg. Ngasa, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Takalar, Jumat, 05 Maret 2021.

Dalam ngopi bareng yang dikemas dengan acara silaturahim ini, Salahuddin menyampaikan harapannya agar para insan pers dan penggiat anti korupsi dapat mendukung penegakan supermasi hukum di Takalar.

“Kami tidak akan bisa berbuat banyak dalam melaksanakan tugas secara maksimal tanpa dukungan dari teman-teman wartawan dan aktivis,” kata Salahuddin.

Pria asal Kabupaten Bone mengatakan, personil Kejari Takalar sangat terbatas dan karena itulah, insan pers dan LSM diharapkan dapat bersama-sama saling mendukung dalam hal penegakan hukum.

“Mari saling mengingatkan, saling memberi masukan. Dan apabila kami dalam melaksanakan tugas sebagai aparat hukum terdapat kekeliruan, tentu sebagai manusia biasa kami tidak luput dari kekeliruan, maka ingatkan kami, sehingga penegakan hukum yang kami lakukan bermartabat,” ” kata Salahuddin.

Dia merencanakan akan menyiapakan ruangan khusus bagi wartawan dan LSM di Kantor Kejari Takalar, untuk lebih mempermudah dan lebih cepat memberikan pelayanan ketika wartawan dan LSM butuh informasi.

“Kalau ada yang ingin dikomunikasikan, bisa melalui Kasi Intel dan Kasi Pidsus. Bisa juga langsung melalui saya,” kata Salahudin.

Beberapa wartawan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Salahuddin, yang baru sepekan menjabat Kajari Takalar, tetapi sudah kelihatan progres penanganan beberapa kasus, antara lain kasus yang terjadi di RSUD Padjonga Dg Ngalle.

Informasi yang dihimpun Pedoman Karya, Salahuddin saat menjabat Kasipidsus di Kejari Mamuju kota tahun 2011 sampai 2013, berhasil melanjutkan kasus 13 Kepala Dinas ke Pengadilan Negeri Mamuju, dan semuanya berakhir dengan vonis hukuman.

Selanjutnya, sebelum mendapat amanah sebagai Kajari Takalar, Salahuddin terlebih dahulu menjabat Kasipenkum Kejati Sulsel. Salahuddin menggantikan Syafril SH MHum sebagai Kajari Takalar, yang selanjutnya Syafril dimutasi ke Kejati Sulawesi Tenggara. (Hasdar Sikki)

Wahai mantan panglima kami...

Engkau menumbuhkan jiwa pahlawan

Penegak dan pembela bangsa

Jagalah jiwa pahlawan itu

Jangan jadi pengkhianat. (int)



 

-----------

PEDOMAN KARYA

Minggu, 07 Maret 2021

 

PUISI


 

Wahai Mantan Panglima Kami

 

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

 

Wahai mantan panglima kami...

Kami bangga kepadamu

Engkau kebanggaan kami

Jagalah kebanggaan kami

Jangan engkau pudarkan

 

Wahai mantan panglima kami...

Engkau pernah jadi pimpinan tertinggi kami

Tempat yang sangat mulia

Jagalah kemuliaan itu

Jangan engkau kotori

 

Wahai mantan panglima kami...

Engkau pernah memegang tongkat komando

Tongkat kepemimpinan

Jagalah jiwa komando itu

Jangan jadi pesuruh

 

Wahai mantan panglima kami...

Engkau menanamkan jiwa kesatria

Jiwa prajurit sejati

Jagalah jiwa kesatria

Jangan jadi pecundang

 

Wahai mantan panglima kami...

Engkau menumbuhkan jiwa pahlawan

Penegak dan pembela bangsa

Jagalah jiwa pahlawan itu

Jangan jadi pengkhianat

 

Ahad, 07 Maret 2021


“Setelah saya tidak lagi jadi presiden, parpol yang saya didirikan tiba-tiba direbut oleh orang lain yang dibekingi kekuatan besar. Orang lain itu bukan kader partai saya, dan dia mantan anak buah saya,” lanjut Daeng Nappa’.






----------- 

PEDOMAN KARYA

Ahad, 07 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Partai Politik Direbut oleh Kekuatan Besar

 

 

“Kejam memang dunia politik,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid.

“Kejam bagaimana? Apa seng ini yang terjadi?” tanya Daeng Tompo’

“Yang terjadi, ada sebuah partai politik yang direbut oleh kekuatan besar dari tangan pendirinya,” jawab Daeng Nappa’.

“Tidak mengertika. Jelaskanki’ dulu baik-baik,” kata Daeng Tompo’.

“Anggaplah saya mendirikan sebuah parpol. Parpol saya ini pernah berjaya dan keluar sebagai pemenang Pemilu, karena kebetulan waktu itu saya menjabat presiden,” tutur Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Setelah saya tidak lagi jadi presiden, parpol yang saya didirikan tiba-tiba direbut oleh orang lain yang dibekingi kekuatan besar. Orang lain itu bukan kader partai saya, dan dia mantan anak buah saya,” lanjut Daeng Nappa’.

“Bagaimana caranya orang lain itu merebut?” tanya Daeng Tompo’.

“Caranya, dia merekayasa terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB) dan kemudian dia terpilih sebagai ketua umum,” kata Daeng Nappa’.

“Bagaimana dengan pendiri dan ketua umum parpol itu?” tanya Daeng Tompo’.

“Dia tidak melibatkan pendiri dan ketua umum parpol tersebut,” jawab Daeng Nappa’.

“Berarti kongres luar biasa itu tidak sah,” kata Daeng Tompo’.

“Tidak sah menurut kita’, tapi mereka yang merebut parpol itu menganggap sah dan sesuai dengan AD/ART yang sudah mereka ubah pada KLB itu,” kata Daeng Nappa’.

“Kudeta itu kaue,” ujar Daeng Tompo’.

“Kudeta memang. Makanya saya bilang, kejam memang dunia politik,” kata Daeng Nappa’.

“Aih, tidak cocokmentonga’ saya terjun ke dunia politik,” kata Daeng Tompo’.

“Memang, cocoknya kita’ jadi ustadz, karena janggutta’ tambah panjangmi saya lihat, dan hampir semua berwarna putih,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum, sementara Daeng Tompo’ langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. (asnawin)

 

Ahad, 07 Maret 2021

#TettaTompo

“Bagaimana pendapatta’ kalau ada pejabat ditangkap sama KPK, terus dicegatki sama wartawan untuk ditanya, apakah dia harus bicara atau lebih baik diam?” tanya Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di teras belakang rumah Daeng Tompo’.

“Lebih baik diam, tidak usah bicara,” tegas Daeng Nappa’. (int)

 




---------

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 06 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Pejabat Yang Ditangkap KPK, Harus Bicara atau Lebih Baik Diam?

 

 

“Bagaimana pendapatta’ kalau ada pejabat ditangkap sama KPK, terus dicegatki sama wartawan untuk ditanya, apakah dia harus bicara atau lebih baik diam?” tanya Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di teras belakang rumah Daeng Tompo’.

“Lebih baik diam, tidak usah bicara,” tegas Daeng Nappa’.

“Kalau bicara kan bisa memberi penjelasan kepada publik,” kata Daeng Tompo’.

“Bagus kalau dia jujur, tapi kalau bohongi lagi dan terungkapki kebohonganna di pengadilan, kan tambah memalukan nanti,” kata Daeng Nappa’.

“Oh, jadi seumpama kita’ jadi gubernur, terus ditangkapki’ sama KPK, terus ditanyakki’ sama wartawan, kita’ lebih memilih diam?” tanya Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Ah, kita’ itu, berandai-andaiki’ lagi,” kata Daeng Nappa’ balas tersenyum.

“Kan tidak dilarangji berandai-andai to?” tanya Daeng Tompo’ masih sambil tersenyum.

“Mauja’ saya berandai-andai jadi gubernur, tapi tidak mauja’ ditangkap sama KPK,” jawab Daeng Nappa’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Sabtu, 06 Maret 2021

@TettaTompo

“Kasus penembakan terhadap beberapa laskar anggota sebuah Ormas Islam. Dia tong mi yang mati ditembak, dia tong mi lagi yang jadi tersangka,” jelas Daeng Nappa’.

“Pertanyaanna, bagaimana caranya orang mati diperiksa? Apakah harus digali dulu kuburna baru dihadirkangi dalam persidangan? Ah, sembarang tong itu,” kata Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)




------------ 

PEDOMAN KARYA

Jumat, 05 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Barusanna Terjadi, Orang Mati Jadi Tersangka

 

 

“Barusanna terjadi, orang mati dijadikan tersangka,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi menjelang siang di warkop terminal.

“Bisana itu orang mati dijadikan tersangka?” tanya Daeng Tompo

“Makanya saya juga heran, tapi ini nyata,” kata Daeng Nappa’.

“Kasus apakah itu?” tanya Daeng Tompo’.

“Kasus penembakan terhadap beberapa laskar anggota sebuah Ormas Islam. Dia tong mi yang mati ditembak, dia tong mi lagi yang jadi tersangka,” jelas Daeng Nappa’.

“Pertanyaanna, bagaimana caranya orang mati diperiksa? Apakah harus digali dulu kuburna baru dihadirkangi dalam persidangan? Ah, sembarang tong itu,” kata Daeng Tompo’.

“Jadi tidak percayaki’ ini?” tanya Daeng Nappa’.

“Bagaimanaki’ mau percaya kalau tidak masuk akal?” Daeng Tompo’ balik bertanya.

“Kalau begitu, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang,” kata Daeng Nappa’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Rasulullah bersabda, “(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah kebaikan (yang banyak).” (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)





---------- 

PEDOMAN KARYA

Jumat, 05 Maret 2021

 

KALAM

 

Amal Yang Dapat Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

 

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?”

Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.”

Rasulullah bersabda, “(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah kebaikan (yang banyak).” (HR. Muslim, No. 251)

BADAN PEMBINA HARIAN. Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas Makassar, Prof Gagaring Pagalung (kedua dari kanan) didampingi istri, foto bersama rektor Unismuh Makassar, Prof Ambo Asse, seusai acara pelantikan pejabat Unismuh Makassar, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 04 Maret 2021. (is)


 


--------

Kamis, 04 Maret 2021

 

 

Dosen Unhas Gagaring Pagalung Jabat Ketua BPH Unismuh Makassar

 

-         Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Budu Juga Anggota BPH

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Gagaring Pagalung, mendapat amanah menjabat Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar periode 2021-2024.

Gagaring dilantik bersama empat pengurus BPH Unismuh lainnya oleh Rektor Unismuh Prof Ambo Asse, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 04 Maret 2021.

Empat pengurus BPH Unismuh lainnya yaitu Mustaqim Muhallim (sekretaris merangkap anggota), H Muhammad Saleh Molla (bendahara merangkap anggota), Prof Budu (anggota), dan Nurdin Massi (anggota).

Gagaring yang sebelumnya memang anggota BPH Unismuh, menggantikan HM Syaiful Saleh, yang pada kesempatan sama dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Unismuh Makassar, bersama Andi Iskandar Tompo (anggota) dan Dr Darwis Lantik (anggota).

Mustakim Muhallim yang mantan Wakil Dekan IV FKIP Unismuh dan juga mantan Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulsel, menggantikan posisi Andi Iskandar Tompo sebagai Sekretaris BPH Unismuh.

Saleh Molla yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor IV Unismuh, menggantikan posisi Mawardi Pewangi sebagai Bendahara BPH Unismuh, dan sebaliknya Mawardi Pewangi menggantikan posisi Saleh Molla sebagai Wakil Rektor IV.

Dua anggota BPH Unismuh lainnya yakni Prof Budu yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Makassar, serta Nurdin Massi yang saat ini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makasssar.

Selain pelantikan Pengurus BPH Unismuh, juga dilakukan pelantikan Dewan Pengawas Rumah Sakit Unismuh Makassar, dan empat wakil rektor Unismuh Makassar.

Dewan Pengawas Rumah Sakit Unismuh Makassar terdiri atas Syaiful Saleh (ketua), Andi Iskandar Tompo (anggota) dan Dr Darwis Lantik (anggota).

Empat wakil rektor yang dilantik yaitu Wakil Rektor I Dr Abdul Rakhim Nanda, Wakil Rektor II Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor III Dr Muhammad Tahir,, dan Wakil Rektor IV Mawardi Pewangi.

Acara pelantikan dihadiri Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Irwan Akib, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (via zoom), serta Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad. (asnawin)

Pemkab Bulukumba serius menangani permasalahan banjir yang setiap tahun melanda beberapa titik di kota Bulukumba. Bupati Muchtar Ali Yusuf berharap perangkat daerah yang terkait agar melakukan antisipasi dini sehingga tidak ada lagi banjir di setiap musim hujan. (Dokumen Foto: Asruddin Aminuddin)
 





-------------

Kamis, 04 Maret 2021

 

 

Andi Utta: Saya Tidak Mau Dibully Soal Banjir di Bulukumba

 

 

-         Tim Pengendali Banjir Dikoordinir Kadis PSDA

-         Tim Kebersihan Terpadu Dikoordinir Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Pemkab Bulukumba serius menangani permasalahan banjir yang setiap tahun melanda beberapa titik di kota Bulukumba. Bupati Muchtar Ali Yusuf berharap perangkat daerah yang terkait agar melakukan antisipasi dini sehingga tidak ada lagi banjir di setiap musim hujan.

“Jangan permalukan saya. Saya tidak mau dibully soal banjir di Bulukumba,” tegas Andi Utta, sapaan akrab Muchtar Ali Yusuf, pada rapat yang digelar di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 02 Maret 2021.

Karena itulah ia meminta mulai sekarang pihak terkait segera bergerak mengecek dan menganalisis secara detail permasalahan setiap titik banjir di kota Bulukumba.

“Sampaikan apa permasalahannya, baru kita atasi bersama. Kalau dibutuhkan alat berat, nanti saya bantu,” kata Andi Utta.

Dalam menangani banjir, katanya, diperlukan koordinasi dan kerjasama lintas sektor, misalnya dari PSDA, Dinas Perumahan Permukiman, serta Badan Penanggulangan Bencana.

“Tidak bisa hanya satu unit kerja saja. Sekarang bentuk tim kecil pengendali banjir dari beberapa instansi. Saatnya bekerja, lalu kita evaluasi setiap 10 hari,” kata Andi Utta.

Rapat tersebut juga membahas persoalan kebersihan, baik di kota Bulukumba maupun yang ada di kecamatan.

Wakil Bupati, Andi Edy Manaf mengungkapkan jika kondisi kota Bulukumba di beberapa tempat masih ditemukan kondisi kurang bersih bahkan terkesan kotor.

“Kalau saya jalan pagi, saya masih menemukan tahi sapi, apalagi jalanan di belakang Pasar Cekkeng banyak tahi sapi di sana,” ungkap Edy.

Dia mengatakan, permasalahan kebersihan memang juga menjadi fokus perhatian era pemerintahan “Harapan Baru” Andi Utta – Edy Manaf, termasuk kebersihan di pasar-pasar.

Edy Manaf yang mantan Anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku akan mengawal terus persoalan kebersihan ini sampai kondisinya semakin baik.

“Kita akan kawal kebersihan ini, jangan hanya panas di awal atau panas tahi ayam, lalu setelah itu dilupakanmi,” kata Edy yang beberapa waktu lalu terpilih kembali sebagai Ketua PAN Bulukumba.

Dalam penanganan kebersihan, lanjutnya, dibutuhkan kerjasama lintas sektor, juga dibutuhkan penyadaran kepada masyarakat agar menciptakan kehidupan atau lingkungan yang bersih.

Dalam rapat yang dipimpin langsung Andi Utta tersebut, diputuskan membentuk Tim Pengendali Banjir yang dikoordinir oleh Kepala Dinas PSDA, serta Tim Kebersihan Terpadu yang dikoordinir oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (dar)

 

“Menarik memang, tapi tiba-tiba itu yang mantan anggota dewan bilang, terlupakanmi lagi kasus pembunuhan di jalan tol dan menteri yang korupsi,” kata Daeng Tompo’.

“Oh, adakah pembunuhan di jalan tol dan menteri yang korupsi?” tanya Daeng Nappa’.

“Aih, kita juga kilupami to?” Daeng Tompo’ balik bertanya sambil tersenyum. (int)




-------------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 04 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Terlupakanmi Lagi Kasus Pembunuhan di Jalan Tol dan Menteri Yang Korupsi

 

 

“Kemarin saya shalat ashar berjamaah di masjid dekat kantor DPRD,” ungkap Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid kompleks.

“Jadi ada anggota dewan yang kita lihat juga shalat di sana?” tanya Daeng Nappa’.

“Di DPRD juga kan ada mesjidna, tapi kebetulan ada mantan anggota dewan dan juga ada teman yang sekarang jadi Hakim Tipikor yang kebetulan juga shalat di sana,” kata Daeng Tompo’.

“Jadi sempatjaki’ cerita-cerita?” tanya Daeng Nappa’.

“Baa. Kita bahas tentang seorang gubernur yang ditangkap sama KPK, kita juga bahas tentang investasi miras (minuman keras) yang sempat dilegalkan pemerintah,” ujar Daeng Tompo’.

“Wah, menarik itu pasti pembicaraanta’?” tanya Daeng Nappa’.

“Menarik memang, tapi tiba-tiba itu yang mantan anggota dewan bilang, terlupakanmi lagi kasus pembunuhan di jalan tol dan menteri yang korupsi,” kata Daeng Tompo’.

“Oh, adakah pembunuhan di jalan tol dan menteri yang korupsi?” tanya Daeng Nappa’.

“Aih, kita juga kilupami to?” Daeng Tompo’ balik bertanya sambil tersenyum.

“Baa, tidak kuingatki. Kasus yang mana itu?” tanya Daeng Nappa’ penasaran.

“Sebentarpi kukasi’ ingatki’. Suruhmi dulu iparku’ bikin kopi,” kata Daeng Tompo’ masih sambil tersenyum sesampainya mereka berdua di rumah Daeng Nappa’. (asnawin)

 

Kamis, 04 Maret 2021

PENGUSAHA. Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf (kiri) dan Wakil Bupati Edy Manaf berjalan di atas karpet merah memasuki Kantor Bupati Bulukumba, pada hari pertama masuk kantor, Senin, 01 Maret 2021. (ist)


 





------------

PEDOMAN KARYA

Rabu, 03 Maret 2021

 

 

Plus Minus Pengusaha Menjadi Kepala Daerah

 


Oleh: Andi Mappanganro

(Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Makassar)

 

Pilkada serentak tanggal 09 Desember 2020 telah berlangsung dengan aman dan lancar di beberapa kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Bupati dan walikota terpilih serta para wakilnya telah dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada 26 Februari 2021. para kepala daerah terpilih tersebut kini mulai berkoordinasi dengan legislatif, menyusun skema kerja dengan jaringan birokrasinya, dalam menentukan program strategis sesuai janji saat kampanye kemarin.

Rakyat pun kembali dibuai harap, semoga esok daerah mereka akan semakin baik di bawah kendali para bupati dan walikota terpilih tersebut.

Salah satu fenomena yang menarik diamati adalah kesuksesan seorang pengusaha menjadi seorang kepala daerah. Contoh bupati terpilih Kabupaten Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta.

Andi Utta berlatar belakang seorang pengusaha eksportir hasil laut, dan juga mempunyai usaha bidang ekspedisi dan kontraktor. Ia memilih “pulang kampung” dan sukses menumbangkan politikus andal seperti Tomy Satri (Wakil Bupati Bulukumba 2016-2021) dan Arum Spink (Anggota DPRD Sulsel dua periode) dalam Pilkada Bulukumba.

Keberhasilan Andi Utta akan menjadi tren baru dalam percaturan politik dan pesta demokrasi. Selama ini, para pengusaha cenderung berada di belakang layar “ atau dalam artian menjadi donator dari calon kepala daerah.

Kini mulai berubah, di mana para pengusaha dengan keyakinan dan kepercayaan diri, tampil sebagai calon kepala daerah dengan ditopang oleh kekuatan finansial. Kemampuan membangun komunikasi public dan memanfaatkan jaringan keluarga, tentu menjadi senjata ampuh bagi sang pengusaha menjegal wakil bupati dalam meraih simpati masyarakat.

Salahkah? Tentu tidak! Karena siapa pun berhak untuk maju menjadi calon kepala daerah jika memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara pesta demokrasi. Lagi pula, partai politik tidak ingin mengambil risiko yang tinggi jika tidak mengajukan kandidat yang berpotensi menang.

Risiko parpol adalah kehilangan suara untuk pemilihan legislative dan pemilihan presiden tahun 2024. Karena itu, hanya ada dua opsi partai politik dalam menentukan dukungan yaitu mendukung kandidat yang memiliki modal besar atau mendukung kandidat yang telah memiliki tingkat popularitas yang tinggi seperti yang dimiliki seorang petahana.

Jika ditelisik lebih dalam, ada plus minus jika seorang pengusaha terjun ke dunia politik dan menjadi seorang kepala daerah, keuntungan yang diperoleh masyaraskat jika kepala daerahnya berlatar-belakang seorang pengusaha.

Apa itu? Yaitu terbuka lancarnya kran investasi masuk ke daerah yang otomatis akan meningkatkan gairah pertumbuhan ekonomi dan membuka lahan pekerjaan bagi warga masyarakat sebagai seorang pengusaha.

Sang kepala daerah tentu tahu bagaimana mengkomunikasikan kepada investor, baik local maupun luar daerah untuk bekerja-sama menanamkan modal investasi untuk bidang yang perlu pengembangan dan perhatian serius pemerintah daerah.

Sektor industri, pertanian, dan perikanan adalah sektor yang bias dikembangkan di daerah kabupaten.

Sedangkan sisi minusnya, kemungkinan munculnya perilaku curang yang menguntungkan perusahaan pribadinya saat menjabat. Ini berkaitan belum adanya aturan  yang menyatakan seorang pengusaha harus melepas usahanya apabila menjabat sebagai kepala daerah.

Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya kegiatan pengadaan barang dan jasa di daerah menjadi tidak adil, karena perusahaan lain enggan mengikuti lelang, apalagi jika ada perusahaan milik kepala daerah mengikuti lelang tersebut.

Minus yang kedua yaitu kepala daerah yang berlatar-belakang pengusaha atau swasta, pada umumnya belum memahami dunia birokrasi. Akibatnya, roda pemerintahan dapat terhambat, bahkan sang kepala daerah dapat tersandung kasus korupsi, karena kekurang-pahaman atas rambu-rambu yang berlaku.

Sebaiknya, para kepala daerah yang berlatar-belakang pengusaha berpikir cepat untuk menjalankan program kerjanya, mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan golongan atau kepentingan tim pemenangannya, serta bisa bersinergi dengan semua pihak agar roda pemerintahan dapat berjalan sesuai harapan kita semua.

Jangan sampai seorang pengusaha menjalankan fungsinya hanya bertindak sebagai “penguasa” ketika menjadi seorang kepala daerah. Salamakkitapada salama’. Wassalam!