Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

RAPAT KOORDINASI DAERAH. Pengurus Partai Gelora Bulukumba mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (RKD) Partai Gelora Bulukumba, di Bulukumba, Sabtu, 27 Maret 2021. (ist)
 






------

Ahad, 28 Maret 2021

 

 

Partai Gelora Bulukumba Sudah Terbentuk pada 30 Desa dan Kelurahan

 

 

BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Meskipun baru terbentuk, pengurus dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Bulukumba sudah mampu membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) pada 30 desa dan kelurahan di Bulukumba.

Terbentuknya pengurus PAC pada 30 desa dan kelurahan itu terungkap pada Rapat Koordinasi Daerah (RKD) Partai Gelora Bulukumba, di Bulukumba, Sabtu, 27 Maret 2021.

Ketua DPD Partai Gelora Bulukumba, Andi Syamsir, mengatakan, Rapat Koordinasi Daerah Partai Gelora Bulukumba membahas penguatan struktur kepengurusan sampai ke tingkat bawah yakni mulai dari tingkat DPD, DPC (Dewan Pimpinan Cabang), hingga PAC (Pimpinan Anak Cabang).

Kepada para pengurus, Andi Syamsir mengatakan, salah satu kunci sukses dalam penguatan struktur kepengurusan mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC, yaitu silaturrahim.

“Mari kita tetap menjaga silaturrahim, baik sesama pengurus, maupun dengan siapapun, karena Partai Gelora hadir untuk membangun kolaborasi dalam mewujudkan cita-cita partai menjadi kekuatan lima besar dunia,” kata Andi Syamsir.

Dia mengatakan, target utama Partai Gelora yang didirikan antara lain oleh Anis Matta dan Fahri Hamzah, yaitu menjadikan kekuatan Indonesia masuk lima besar dunia.

“Untuk mencapai hal tersebut, maka kita mulai dari penguatan struktur sampai ke tingkat ranting kemudian ke BCAD,” kata Andi Syamsir.

Salah seorang pengurus DPD Partai Gelora Bulukumba, Febry, secara terpisah kepada wartawan mengatakan, dirinya yakin Partai Gelora dapat membawa arah baru dengann visi misinya.

“Yang jelas, kita ingin tetap menghidupkan harapan masyarakat melalui partai Politik Gelora,” kata Febry.

Tentang pembentukan pengurus cabang dan pengurus anak cabang, dia mengatakan, pembentukan DPC (tingkat kecamatan) sudah rampung 100 persen, sedangkan pembentukan pengurus PAC (desa/kelurahan) sudah terbentuk sekitar 30 PAC dari 136 desa dan kelurahan yang ada di Bulukumba.

“Artinya sudah ada 30 dari 136 desa/kelurahan yang telah terbentuk,” kata Febry.

Dia mengatakan, Partai Gelora Bulukumba menargetkan membentuk kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan paling lambat Desember 2021.

“Target kita akhir tahun ini, sudah 100 persen terbentuk DPD, DPC, dan PAC,” kata Febry. (asnawin)

 

 

Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Intelektual (OMPI) Sulsel melakukan aksi unjukrasa damai di Jl Sultan Alauddin, di depan Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 26 Maret 2021. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)





------- 

Jumat, 26 Maret 2021

 

 

Mahasiswa dan Pemuda Makassar Tolak Kebijakan Impor Beras 1 Juta Ton

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Intelektual (OMPI) Sulsel menyatakan menolak kebijakan pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan, yang ingin mengimpor beras sebanyak 1 juta ton.

Penolakan itu disampaikan melalui aksi unjukrasa damai di Jl Sultan Alauddin, di depan Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 26 Maret 2021.

“Kebijakan impor beras itu berefek kepada masyarakat petani dan kalangan bawah. Maka, dengan dibekali kepekaan terhadap kondisi dan peduli pada nasib rakyat, tentu saja ini mendorong OMPI Sulsel mengawal kebijakan yang dinilai tidak realistis yang dilakukan Menteri Perdagangan,” kata OMPI Sulsel dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada wartawan saat melakukan aksi.

Dalam pernyataan sikap tersebut, OMPI Sulsel menyatakan menolak impor beras, meminta ditegakkannya kedaulatan masyarakat petani, dan menuntut penuntasan permasalahan Undang-Undang Agraria.

Dalam aksi unjukrasa itu, Ridwan bertindak sebagai jenderal lapangan, sedangkan Rahmat K bertindak sebagai coordinator mimbar.

Aksi unjukrasa yang dimulai sekitar pukul 15.00 Wita itu mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas, baik dari arah Makassar ke Gowa, maupun dari Gowa ke Makassar, karena mahasiswa menahan sebuah mobil truk pembawa container dan juga membakar ban bekas di tengah jalan. (yayat)

BERGURU. Kadispora Garut Basuki Eko, Kadispora Gowa Fajaruddin, serta pengurus KNPI Garut dan pengurus KNPI Gowa foto bersama di depan Baruga Karaeng Pattingalloang Kantor Bupati Gowa, Jumat, 26 Maret 2021. (ist)

 




--------- 

Jumat, 26 Maret 2021

 

 

Pemkab Garut “Berguru” ke Gowa Soal Perda Kepemudaan

  

-         Atas Permintaan KNPI Garut

 

 

GARUT, (PEDOMAN KARYA). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Provinsi Jawa Barat, menyatakan tertarik mengadopsi kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa terkait Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan.

“Kami ke sini berdasar permintaan dari KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Garut. Sebenarnya kami mau ke daerah lain, tapi katanya Kabupaten Gowa ini bagus dalam pelibatan kepemudaannya. Jadi tidak salah kami berguru ke sini,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Basuki Eko.

Hal itu ia ungkapkan saat ia bersama jajarannya dan pengurus KNPI Garut berkunjung ke Gowa dan diterima oleh Bupati Gowa diwakili Kadispora Gowa, Fajaruddin, serta pengurus KNPI Gowa, di Baruga Karaeng Pattingalloang Kantor Bupati Gowa, Jumat, 26 Maret 2021.

Basuki Eko mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Gowa untuk melakukan studi banding terkait pelayanan kepemudaan. Apalagi kata Basuki Eko Kabupaten Gowa ini merupakan kabupaten yang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan, dan juga sudah mendapatkan pengakuan sebagai Kabupaten Layak Pemuda (KLP).

Ia berharap ada inovasi pelayanan kepemudaan yang bisa diterapkan di Kabupaten Garut, termasuk akan menyusun Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan

“Kita juga ingin mengetahui inovasi kepanduan apa yang dilakukan, sehingga berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Pemuda. Apa yang harus kami persiapkan agar bisa mendapat predikat Kabupaten Layak Pemuda,” kata Basuki yang didampingi Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Deni Rahmat

Kadispora Kabupaten Gowa, Fajaruddin, dalam sambutan penerimaannya mengatakan, perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa kepada pemuda cukup besar, karena Bupati Gowa saat ini, Adnan Purichta Ichsan, juga merupakan representasi dari pemuda.

“Konsistensi Pak Bupati melakukan pemberdayaan pemuda juga berpengaruh untuk mendapatkan Kabupaten Layak Pemuda. Kami dapat mendapatkan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama pada tahun 2018,” sebut Fajar yang didampingi Ketua KNPI Gowa, Alumnus Zainuddin.

Selain itu, untuk mendapatkan KLP, Fajar menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti regulasi kepemudaan. Saat ini Kabupaten Gowa sudah memiliki Perda dan Peraturan Bupati tentang Kepemudaan.

Tak hanya itu, pemuda di Kabupaten Gowa juga selalu dilibatkan dalam pembangunan, salah satunya dengan mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemuda untuk mendengarkan saran, keinginan, dan aspirasi para pemuda di Kabupaten Gowa.

“Kami juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan kepemudaan, seperti sekretariat KNPI, asrama mahasiswa, panggung demokrasi, gedung pertemuan dan fasilitas olahraga yang ada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf,” rinci Fajar.

Dia berharap hasil kunjungan Pemkab Garut dan pengurus KNPI Garut bisa bermanfaat untuk menjadikan Kabupaten Garut mendapatkan Kabupaten Layak Pemuda. Dirinya juga berharap agar silaturrahim Kabupaten Gowa dan Kabupaten Garut bisa tetap terjalin dengan baik. (yayat)



KULTUM SUBUH. Ustadz Syahriadi Dg Nyampa membawakan Kultum (kukiah tujuh menit) di Masjid Lurusjaya Kompleks LJ Land 2, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Jumat, 26 Maret 2021. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)



--------

PEDOMAN KARYA

Jumat, 26 Maret 2021


KALAM



Pahala Membaca Al-Qur'an



Dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Yang mahir membaca Al-Qur'an bersama malaikat yang terhormat, dan yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia terbata-bata serta mengalami kesulitan maka baginya dua pahala," (HR. Bukhari No. 4937, dan Muslim No. 798)

Ramdhan Wahyudi tampil sebagai pembicara pada Regional Meeting Bidang Komunikasi (Wilayah Tengah dan Timur) secara virtual yang diadakan Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Kamis, 25 Maret 2021. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA).





--------

Kamis, 25 Maret 2021

 

 

Yayasan Jantung Indonesia Perbanyak Publikasi Melalui Instagram

 

\

-----

Pengurus YJI Cabut Sulsel, Muhammad Nurul Takwa, turut berbagi pengalaman dan memberikan masukan pada pada Regional Meeting Bidang Komunikasi (Wilayah Tengah dan Timur) secara virtual yang diadakan Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Kamis, 25 Maret 2021. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA).

------


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat akan lebih memperbanyak publikasi mengenai berbagai kegiatan dan hal-hal yang berkaitan dengan kampanye kesehatan jantung melalui media sosial Instagram.

YJI Pusat membuat Instagram resmi (@yayasanjantungindonesia), sedangkan YJI Cabang Utama dan YJI Cabang semuanya didorong membuat Instagram resmi untuk mempermudah publikasi.

“Kalau semua cabang punya Instagram, maka kita bisa lebih banyak menyampaikan informasi atau berita, baik berita dari pusat maupun dari daerah masing-masing,” kata Ketua Bidang Komunikasi YJI Pusat, Mela Sabina, pada Regional Meeting Bidang Komunikasi (Wilayah Tengah dan Timur) secara virtual yang diadakan Bidang Komunikasi YJI Pusat, Kamis, 25 Maret 2021.

Untuk komunikasi antar-pengurus YJI Pusat dan YJI Cabang, katanya, juga dibuat Grup WhatsApp (WA). Melalui WA, bisa dikomunikasikan dan dibantu dieditkan bahan-bahan berita dan gambar yang akan ditampilkjan di Instagram.

Ramdhan Wahyudi yang tampil sebagai pembicara mengatakan, meskipun banyak jenis media sosial, YJI lebih memilih fokus menggunakan media sosial Instagram.

“Meskipun media sosial itu banyak , ada Facebook, ada Twitter, ada juga Tiktok, kita akan fokus pada Instagram saja, karena banyak fasilitasnya, termasuk memposting video,” kata Ramdhan.

Pertemuan regional yang dipandu Rahmat Harman, dihadiri Ketua Hubungan Pusat dan Daerah YJI Pusat, Indaryanto, serta 27 peserta lainnya, baik dari YJI Pusata, maupun YJI Cabang Utama dan YJI Cabang.

Peserta pertemuan antara lain Jamaluddin Sakung (Sulteng), Abram Ratu, Felicia (Sulut), Artastra (NTB), Caroline, Hery Jotlely  (Cabut Maluku), El (NTT), Erwin Mulia, Fera (Lampung), Nia (Papua), Suriyah (Kalbar), Trisnawati (Bengkulu), Soegiyana (Jabar), serta Asnawin dan Muhammad Nurul Takwa (Cabut Sulsel). (asnawin)


HUT SOPPENG. Bupati Soppeng Kaswadi Razak (paling kiri) dan Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu (berjalan paling depan, tengah) serta jajaran pimpinan Unhas, berjalan bersama usai menghadiri Peringatan HUT ke-760 Soppeng, di Kantor DPRD Soppeng, Selasa, 23 Maret 2021. (ist)
 

 

 

 

------

Rabu, 24 Maret 2021

 

 

Bangun Kampus Unhas di Soppeng, Kaswadi Undang Prof Dwia Hadiri HUT Soppeng

 

 

SOPPENG, (PEDOMAN KARYA). Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerja sama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membangun Kampus Unhas di Soppeng. Sehubungan dengan itu, Bupati Soppeng Kaswadi Razak mengundang secara khusus Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu menghadiri Peringatan HUT ke-760 Kabupaten Soppeng, Selasa, 23 Maret 2021.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Palubuhu tidak datang sendiri melainkan datang bersama jajaran pimpinan lainnya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-760 Soppeng, yang digelar dalam Rapat Paripurna DPRD Soppeng dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H Syahruddin M Adam.

Peringatan HUT ke-760 Soppeng juga dihadiri Gubernur Sulsel diwakili Sekda Abdul Hayat Gani, Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah undangan lainnya.

Bupati Soppeng Kaswadi Razak, dalam sambutannya menjelaskan mengenai sejarah panjang Kabupaten Soppeng dan berbagai program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.

Salah satu program kerjanya adalah dengan menghadirkan kampus Unhas di Soppeng. Menurutnya, pendidikan adalah bagian penting dalam menghadirkan masyarakat makmur dan sejahtera.

Kaswadi juga memberikan apresiasi atas kehadiran Rektor Unhas Dwia Aries Tina Palubuhu beserta rombongan dalam perayaan HUT ke-760 Kabupaten Soppeng. Kaswadi mengatakan keberadaan Kampus Unhas di Soppeng menjadi catatan tersendiri dan akan mempertegas jejak perjalanan panjang Kabupaten Soppeng.

“Soppeng adalah daerah kecil tapi strategis. Sejarah telah membuktikan bagaimana posisi wilayah kami, dimana kala itu masyarakat Soppeng tidak memilih harta atau kekuasaan, tapi bagaimana agar orang Soppeng bisa pintar dan berguna bagi banyak orang. Hari ini, kita kedatangan para jas merah (warna jas almamater Unhas, red) dan sebentar lagi masyarakat Soppeng tidak perlu jauh-jauh untuk merebut jas merah tersebut,” tutur Kaswadi.

Pada Rapat Paripurna DPRD tersebut, dilakukan penandantanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Unhas dalam hal pendirian kampus vokasi di Soppeng.

Pendirian kampus Unhas di Soppeng merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Soppeng agar seluruh potensi wilayah dapat dikelola dengan berbasis pada ilmu pengetahuan. (mar)

 

 




PEDOMAN KARYA

Rabu, 24 Maret 2021


KALAM



Bala Bantuan Seribu Malaikat



-----

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 9)

Mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar, Anggreaningsih, ikut berkompetisi pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Tahun 2021, yang diadakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.
 







----

Selasa, 23 Maret 2021

 

 

Anggreaningsih, Mahasiswa Unpacti Makassar, Ikut Berkompetisi dalam PKM Kewirausahaan 2021

 

-         Tawarkan Spicy Rice Jelly

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar, Anggreaningsih, ikut berkompetisi pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Tahun 2021, yang diadakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

“Saya menawarkan produk spicy rice jelly, ini makanan cemilan,” kata Anggi, sapaan akrab Anggreaningsih, kepada Pedoman Karya, Selasa, 23 Maret 2021.

Anggi yang masih duduk pada semester dua Program Studi Ilmu Komunikasi Fisipol Unpacti mengaku pertama kali memperoleh informasi PKM Kewirausahaan dari Wakil Dekan Fisipol Imam Mukti.

“Saya ikut karena dosen pembimbing saya, Pak Imam Mukti yang memberi informasi terkait lomba tersebut,” kata Anggi.

Dia mengaku ikut berkompetisi karena ingin meraih penghargaan dan tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di kampus Unpacti Makassar.

“Saya juga ingin membawa nama kampus supaya lebih dikenal banyak orang di lingkup nasional,” ungkap Anggi.

Menyinggung produk yang ditawarkan dan persiapannya menghadapi kompetisi PKM Kewirausahaan, dia mengatakan, dirinya melakukan persiapan selama sebulan.

“Saya memikirkan ide produk, bereksperimen menciptakan rasa baru yang enak, kegemaran anak zaman millenial, tetapi tetap mengkombinasikannya dengan bahan sehat khas Indonesia,” kata Anggi.

Tentang dukungan para dosen di kampusnya, dia mengatakan pihak kampus sangat mendukung, karena produk yang dia tawarkan sangat didukung oleh para dosen.

“Semua dosen ikut persentase evaluasi, dan ikut memberi banyak masukan positif terkait kesempurnaan produk dan proposal saya,” tutur Anggi.

Anak pertama dari tiga bersaudara dari ayah bernama Trunajaya Rusdi, dan ibu bernama Yenny Lince, mengaku baru pertama kali ikut lomba tingkat perguruan tinggi dan langsung tingkat nasional.

Ketika masih sekolah di SMK Negeri 4 Makassar, Anggi pernah mengikuti lomba dan keluar sebagai Juara III Lomba Kerja Akuntansi se-Sulsel yang diadakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2001, serta Juara II Lomba Cerdas Cermat Akuntansi  se-Sulsel yang diadakan oleh Yayasan Patria Artha Makassar tahun 2002.

“Mudah-mudahan proposal saya lolos dan mendapat bantuan pembiayaan dari Kemendikbud,” kata Anggi. (asnawin)


Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (tengah) memberikan pengarahan pada pembukaan pelaksanaan vaksinasi, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin, 22 Maret 2021. (ist)
 





------------

Selasa, 23 Maret 2021

 

 

2.500 Da’i, Imam, dan Marbot Masjid di Gowa Divaksin Covid-19

 

 

-         Persiapan Hadapi Bulan Ramadhan April-Mei 2021

 

 

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Sekitar 2.500 da’i, imam masjid, marbot, tim dakwah, serta pimpinan pondok pesantren dan pimpinan rumah tahfidz disuntik vaksin Covid-19, mulai Senin, 22 Maret 2021.

Suntik vaksin Covid-19 itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 menjelang dan selama bulan suci Ramadhan antara pertengahan April hingga pertengahan Mei 2021.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H Syamsuddin Bidol, merinci imam desa kelurahan dan imam dusun lingkungan yang divaksin yaitu sebanyak 843 orang, imam masjid 1.329 orang, tim dakwah Pemkab Gowa 99 orang, da’i dan da’iyah Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah 233 orang, 47 orang pimpinan pondok pesantren, serta 16 orang pimpinan rumah tahfidz.

“Ini merupakan hasil koordinasi kami dengan Kementerian Agama Kabupaten Gowa, seluruh camat dan seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Gowa,” kata Syamsuddin Bidol, pada pembukaan pelaksanaan vaksinasi, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin, 22 Maret 2021.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, vaksinasi tersebut dilakukan karena pada bulan Ramadhan, aktivitas dan interaksi akan lebih banyak terjadi di masjid antara jamaah dan imam, sehingga risiko penularannya juga tinggi.

“Program vaksinasi ini untuk melindungi para imam dan marbot yang ada di Kabupaten Gowa agar tidak tertular Covid-19, dan mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Adnan.

Ia berharap seluruh imam dan marbot di Kabupaten Gowa sudah divaksin, baik vaksin pertama maupun kedua sebelum masuk bulan Ramadhan. Walaupun sudah divaksin, dirinya meminta agar tetap mengikuti protokol kesehatan di masjid.

“Sudah divaksin kita masih memungkinkan terkena Covid-19. Hanya saja gunanya vaksin kalau kita kena atau tertular Covid-19, insya Allah gejalanya tidak parah,” kata Adnan.

Untuk pelaksanaan shalat tarawih di masjid-masjid, Adnan mengaku Pemerintah Kabupaten Gowa masih akan melakukan kajian dan melihat kesiapan masjid yang ada di Kabupaten Gowa. Namun menurutnya, kalaupun dilaksanakan shalat tarawih harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Kita nanti akan keluarkan edaran setelah melakukan kajian dan rapat Forkopimda. Apa yang menjadi keputusan Forkopimda, itulah yang akan kita sampaikan ke pengurus masjid, apakah kita persilakan shalat tarawih atau tidak. Kalaupun dilaksanakan, tetap ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh pengurus dan imam masjid,” kata Adnan. (yayat)

“Anak-anak diajar menempuh segala cara agar bisa lulus Ujian Nasional, bukan diajar untuk pintar, bukan diajar untuk menguasai pelajaran. Anak-anak diajar berpikir pragmatis dan itu kemungkinan akan terbawa sampai kuliah dan dalam kehidupan sehari-hari,” papar Daeng Nappa’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)
 

 




------ 

PEDOMAN KARYA

Senin, 22 Maret 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Ujian Nasional Bikin Bodoh Anak Sekolah

 

 

“Ini Ujian Nasional anak sekolah, tidak bagus sekali kurasa,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Tompo’.

“Tidak bagus bagaimana?” tanya Daeng Tompo’.

“Ujian Nasional bikin bodoh anak sekolah,” kata Daeng Nappa’.

“Bikin bodoh bagaimana?” tanya Daeng Tompo’.

“Ujian Nasional membuat anak sekolah takut tidak lulus. Guru-guru juga takut para siswanya tidak lulus. Orangtua juga takut anak-anaknya tidak lulus,” kata Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Karena mereka takut, maka digunakanlah segala cara agar para siswa bisa lulus dengan nilai bagus,” tutur Daeng Nappa’.

“Oh begitu,” ujar Daeng Tompo’.

“Anak-anak diajar menempuh segala cara agar bisa lulus Ujian Nasional, bukan diajar untuk pintar, bukan diajar untuk menguasai pelajaran. Anak-anak diajar berpikir pragmatis dan itu kemungkinan akan terbawa sampai kuliah dan dalam kehidupan sehari-hari,” papar Daeng Nappa’.

“Wah, ternyata pengamatki’ juga padeng,” kata Daeng Tompo’.

“Bukan pengamat, tapi kita yang mengalami. Anak-anak kita yang jadi korban. Kalau sudah kelas tiga SMP, kalau sudah kelas tiga SMA, masuk semester akhir, tidak normalmi itu proses belajarna. Anak-anak diajarmami bagaimana caranya bisa lulus,” kata Daeng Nappa’.

“Sudahmi dulu Daeng Nappa’. Nantipi lagi dibahaski itu. Minummi dulu kopita’,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum. (asnawin)

 

Senin, 22 Maret 2021

 

 

 

“Jika kamu ingin anakmu cerdas, bacakanlah dongeng. Jika kamu ingin anakmu lebih cerdas, bacakanlah lebih banyak kisah dongeng,” begitu pesan Albert Einstein, fisikawan penemu teori relativitas dengan IQ sekira 160.(Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


 

 

 

-------

PEDOMAN KARYA

Senin, 22 Maret 2021

 

 

Literasi Cerita Rakyat Daerah Sulawesi Selatan

 

-           Menyambut “Hari Dongeng se-Dunia, 20 Maret 2021

 

 

Oleh Heri Rusmana

(Pustakawan Madya DPK Sulawesi Selatan)

 

“Jika kamu ingin anakmu cerdas, bacakanlah dongeng. Jika kamu ingin anakmu lebih cerdas, bacakanlah lebih banyak kisah dongeng,” begitu pesan Albert Einstein, fisikawan penemu teori relativitas dengan IQ sekira 160.

Peraih Nobel Fisika tahun 1921 itu tak berlebihan mengingat tradisi mendongeng dalam bentuk cerita rakyat, dikenal di seluruh dunia, tak terkecuali kita di Sulawesi Selatan. Manfaat dan pentingnya dongeng bagi anak-anak itulah, sehingga tanggal 20 Maret diperingati sebagai “Hari Dongeng Sedunia” (World Storytelling Day).

Banyak dongeng atau cerita rakyat (folktale) yang tersebar di Tanah Air. Cerita rakyat tersebut mengandung nilai-nilai kearifan lokal, juga mencerminkan sikap dan perilaku masyarakatnya.

Cerita-cerita rakyat tersebut biasanya berkisah tentang peristiwa atau kejadian, tentang asal mula suatu tempat, serta tokoh yang punya muatan pesan moral yang kuat. Kebanyakan cerita rakyat hanya dituturkan sebagai tradisi lisan, namun ada juga yang tertulis.

Demi menjaga pewarisan nilai-nilainya kepada generasi muda, terutama anak-anak, pendokumentasian cerita rakyat tersebut dilakukan dalam bentuk buku.

Ada banyak cerita rakyat Sulawesi Selatan yang sudah dibukukan, dan kerap didongengkan oleh para pendongeng. Misalnya, cerita rakyat Makassar (rupama) “I Tolok Daeng Magassing.”

Ada juga cerita rakyat Bugis, yang menghimpun 17 cerita rakyat, seperti “La Tungke”, “Assabarenna Panninnge Nagattunngi Alena”, dan “La Benngo.”

Sementara dalam buku sastra lisan Bugis terhimpun 34 cerita, seperti “La Padoma sibawa I Mangkawani”, “Sijellok To Mampu”, dan “La Pagala.”

Selanjutnya, cerita rakyat Mamasa, yang memuat 20 cerita rakyat, di antaranya “Toiyolona Puang Balabasi Anna Datu Bakka”, “Lando Beluek”, dan “Culadidi.”

Masih ada lagi, cerita rakyat daerah Wajo, misalnya “Buaya Sibawa Tedong”, “Nenek Pakande”, dan “Pulandok Sibawa Macang.”

Sementara, cerita rakyat Toraja, ada 45 di antaranya, “Bunga Alluq Sola Dolitau”, “Panggaloqgaloq”, dan “Tattiuq Sola Donga.”

Buku-buku itu merupakan terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1986. Selain itu, terdapat pula buku Kumpulan Cerita Fabel Sulawesi Selatan, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1999.

Buku khusus tentang cerita fabel Sulawesi Selatan tersebut berisi 27 cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia namun pelakunya diperankan oleh hewan atau binatang. Buku-buku tersebut, ada yang sudah termasuk buku klasik karena diterbitkan tahun 1970-an.

Ragam sastra cerita rakyat ini punya banyak fungsi, yakni sebagai alat hiburan, pengisi waktu senggang, serta penyalur perasaan bagi penutur dan pendengamya.

Selain itu, juga sebagai pencerminan sikap pandangan dan angan-angan kelompok, sebagai alat pendidikan bagi anak-anak, dan sebagai alat pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan, serta pemeliharaan norma masyarakat.

Dengan begitu, literasi cerita rakyat setidaknya dapat meningkatkan kesadaran budaya, sekaligus membangkitkan minat anggota masyarakat terhadap usaha pembinaan sastra daerah.

Juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota masyarakat tentang arti dan makna simbolik yang terkandung dalam cerita rakyat.

Melalui kegiatan literasi, akan menjadi medium penyebarluasan cerita rakyat ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga proses transmisi dan pelestariannya tidak mengalami hambatan.

Kegiatan literasi juga berarti menyediakan dan memperbanyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap anggota masyarakat di perpustakaan.

 

Manfaat Mendongeng

 

Apabila cerita-cerita rakyat itu didongengkan maka akan banyak memberi manfaat bagi anak-anak dalam jangka panjang.

Pertama, meningkatkan minat baca. Mendongeng dapat meningkatkan minat baca anak karena kata demi kata yang didengar anak akan mudah diserap dan menjadi stimulus bagi anak untuk turut membaca buku.

Kedua, memancing nalar. Mendongeng dapat menambah kecerdasan dan memancing daya nalar anak. Anak-anak akan belajar tentang berbagai karakter, kebiasaan, watak dan sifat tokoh-tokoh yang terdapat dalam dongeng.

Ketiga, empati dan imajinasi. Melalui cerita dalam dongeng dapat menumbuhkan rasa empati, kreativitas, dan daya imajinasi anak.

Keempat, membangun ikatan dalam lingkungan rumah dan sekolah. Kegiatan mendongeng dapat mempererat keakraban antara orangtua atau guru dengan anak-anak. Hal ini karena ada interaksi antara si pendongeng dan anak yang dapat membangun komunikasi yang erat dengan anak.

Kelima, karakter dan nilai-nilai moral. Banyak dongeng yang mengandung nilai-nilai moral dan pembentukan karakter yang sangat positif untuk anak-anak.

Keenam, menambah wawasan. Di sini peran pendongeng sangat berpengaruh dalam menceritakan suatu persoalan dengan menambahkan beberapa hal yang terkait dengan yang diceritakan dalam upaya menambah wawasan anak.

Manfaat dongeng yang sedemikian besar membuat Perpustakaan Nasional RI, selalu menyelenggarakan event lomba mendongeng atau bercerita tingkat nasional.

Pada tingkat lokal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, serta Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota, juga selalu menggelar perlombaan serupa.

Proses penyaringan yang dilakukan secara berjenjang merupakan strategi menjaring peserta lebih banyak sekaligus pemasyarakatan kebiasaan mendongeng. Mendongeng ini merupakan cara mengedukasi anak-anak sejak dini, juga membangun gerakan literasi yang dimulai dari rumah, dalam hal ini orangtua.*