Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Untungnya kita’ ini bukanjaki’ ustadz, bukanjaki’ juga pejabat, jadi tidak mungkinjaki’ korupsi,” balas Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Oh, jadi itumi barangkali na kita’ belum mauki’ tampil jadi penceramah di mesjid,” kata Daeng Tompo’ dengan nada tanya dan sambil tersenyum.

“Baa, itumi,” jawab Daeng Nappa’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa.  (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

 

----

PEDOMAN KARYA

Ahad, 11 April 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Dulu Orang Komunis yang Diawasi, Sekarang Ulama yang Diawasi

 

 

“Kayaknya terbalikmi sekarang ini keadaanga,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang menjelang ashar, di teras belakang rumah Daeng Tompo’.

“Terbalik bagaimana?” tanya Daeng Tompo’.

“Dulu orang komunis yang diawasi, sekarang ulama yang diawasi,” kata Daeng Nappa’.

“Malah ada ulama yang dikriminalisasi dan ditangkap,” timpal Daeng Tompo’.

“Betul, sekarang kayaknya ulama lebih diawasi dibanding koruptor,” balas Daeng Nappa’.

“Baa,” sambung Daeng Tompo’.

“Untungnya kita’ ini bukanjaki’ ustadz, bukanjaki’ juga pejabat, jadi tidak mungkinjaki’ korupsi,” balas Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Oh, jadi itumi barangkali na kita’ belum mauki’ tampil jadi penceramah di mesjid,” kata Daeng Tompo’ dengan nada tanya dan sambil tersenyum.

“Baa, itumi,” jawab Daeng Nappa’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Ahad, 11 April 2021

@TettaTompo

BUNDA PUSTAKA. Sekolah Dasar (SD) Negeri Borong, Makassar, mengadakan acara Sosialisasi Bunda Pustaka secara daring dengan menghadirkan Ketua Ibu-ibu Relawan Baca Kota Makassar, Kartini Ismail, sebagai pembicara, Selasa, 06 April 2021. (Foto: Rusdin Tompo)

 



-----

Ahad, 11 April 2021

 

 

Ibu-ibu Orangtua Murid Harus Libatkan Diri Sebagai Bunda Pustaka

 

 

SD Negeri Borong Makassar Sosialisasikan Bunda Pustaka

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ibu-ibu orangtua murid harus lebih proaktif dan mengambil inisiatif dalam meningkatkan minat baca anak dan pengembangan perpustakaan sekolah. Ibu itu adalah pelita, yakni pekerja lillahi ta’ala.

Ibu merupakan perpustakaan dan madrasah pertama bagi seorang anak. Ibulah yang harus lebih dahulu gemar membaca supaya anaknya juga tertarik membaca. Jangan sampai ibu-ibu hanya sibuk dengan media sosial (Medsos) seperti Facebook, Twitter, WhatsApp (WA), dan sebagainya.

Justru sebaliknya, ibulah yang harus mengalihkan perhatian anak-anaknya dari gawai untuk lebih fokus membaca dan belajar di rumah.

“Ibu-ibu itu bukan hanya dilibatkan, melainkan harus melibatkan diri sebagai Bunda Pustaka,” kata Ketua Ibu-ibu Relawan Baca Kota Makassar, Kartini Ismail, saat tampil sebagai pembicara pada acara Sosialisasi Bunda Pustaka yang diadakan secara daring oleh Sekolah Dasar (SD) Negeri Borong, Makassar, Selasa, 06 April 2021.

Kartini yang berprofesi di bidang public speaking itu lalu menceritakan pengalamannya yang selalu ke toko buku atau ke lapak-lapak buku, sembari mengajak cucunya kalau sedang berulang tahun.

Secara pribadi dia mengakui betapa besar manfaat membaca. Meski pendidikannya kurang, tapi karena dia gemar membaca maka lewat bacaan-bacaannya itu membawa dia ke dunia yang lebih luas.

 

Terpadu dengan Duta Baca

 

Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir MPd, berharap kegiatan Bunda Pustaka ini akan memiliki ciri yang berbeda dengan Bunda Baca.

Dia mengatakan, Bunda Baca biasa diemban oleh istri-istri pejabat, seperti istri bupati atau istri walikota, sedangkan Bunda Pustaka itu berasal dari orangtua siswa. Karena itulah, Bunda Pustaka akan jadi bagian dari pendidikan karakter, parenting, dan gerakan literasi sekolah.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kita mempersiapkan akreditasi perpustakaan. Kami  berupaya memenuhi kriteria administratif dan juga melakukan penataan secara fisik. Karena kami mau ada tampilan dan suasana baru,” kata Bu Indri, sapaan krab Hendriati Sabir.

Bila perlu, kata Hendriati, Bunda Pustaka membuat program yang nanti jadi amal jariyah. Hendriati yakin akan potensi yang dimiliki ibu-ibu karena merupakan warga yang biasa aktif di lingkungan RT-RW-nya.

Selama ini kegiatan yang dilakukan sekolahnya menggunakan pendekatan multistakeholder, sehingga ada sinergitas antara sekolah, pendidik, peserta didik, komite sekolah, orangtua murid, serta pemerhati dan motivator anak dan lain-lain.

Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, Saparuddin Numa SIP, menyatakan akan menjadikan Bunda Pustaka sebagai program terpadu dengan Duta Baca, yang lebih dahulu diadakan.

“Duta Baca dibentuk setelah diadakan lomba bercerita saat Bulan Bahasa pada Oktober 2020,” jelas Saparuddin.

 

Bederma dengan Buku

 

Rusdin Tompo, penggiat literasi yang merupakan pendamping ekskul minat bakat di SD Negeri Borong menambahkan, kegiatan sosialisasi Bunda Pustaka merupakan rangkaian dari peringatan Hari Buku Anak Sedunia, yang biasa dirayakan setiap tanggal 2 April.

Dalam rangka Hari Buku Anak se-Dunia, SD Negeri Borong menggalang kegiatan donasi yang diberi nama Bederma Dengan Buku. Sumbangan buku banyak juga berasal dari ibu-ibu yang menemani anaknya mengantar buku-buku ke perpustakaan.

Salah satu penyumbang buku datang dari Yayasan BaKTI. Buku-buku yang disumbangkan merupakan terbitan sendiri, berupa Majalah BaKTI News, buku-buku dari Program MAMPU dan buku-buku kerjasama BaKTI dan Unicef yang diterbitkan BaKTI.

“Jika masih ada yang membutuhkan buku-buku, kami masih ada stok seri komik mengenal lingkungan untuk anak-anak SD/SMP dan DVD video seri yang sama,” jelas Victoria Ngantung, Communications Manager Yayasan BaKTI via WhatsApp.

Selain Kepala UPT SPF SDN Borong, sosialisasi Bunda Pustaka ini diikuti oleh Ketua Komite SD Kompleks Borong, guru dan ibu-ibu perwakilan kelas, serta beberapa anak mengikuti kegiatan yang menggunakan aplikasi Zoom. (rt)

PELANTIKAN. Ketua KKG PAI Kota Makassar, Suardi SPdI MPd (paling kiri) menyerahkan SK kepada Ketua KKG PAI Kecamatan Manggala, Rosmiaty SPdI, yang didampingi beberapa pengurus pada acara Pelantikan Pengurus KKG PAI Kecamatan Manggala, di SD Negeri Borong, Sabtu, 10 April 2021. (Foto: Rusdin Tompo)




------------ 

Ahad, 11 April 2021

 

 

Guru Pendidikan Agama Islam itu Harus Berwibawa

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) harus tampil berwibawa dengan cara bekerja profesional, ikhlas dalam beramal, serta berakhlak mulia, dan terdepan dalam keteladanan.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Pendidikan Guru Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rosmiaty, SPdI, pada acara Pelantikan Pengurus KKG PAI Kecamatan Manggala, di SD Negeri Borong, Sabtu, 10 April 2021.

“Guru PAI itu harus profesional, ikhlas dalam beramal dan berakhlak mulia, serta terdepan dalam keteladanan,” kata Rosmiaty.

Rosmiaty selaku Ketua KKG PAI Kecamatan Manggala, mengharapkan agar pengurus yang baru dilantik bisa lebih aktif sehingga kinerjanya lebih baik dibanding pengurus periode sebelumnya.

“Kita perlu berkreasi dan berinovasi untuk memajukan kualitas guru-guru PAI, yang sekaligus akan berdampak bagi kemajuan pembelajaran dan penanaman nilai-nilai ajaran agama Islam sejak dini di kalangan peserta didik,” kata Rosmiaty.

Rosmiaty kemudian menyampaikan sepatah kata dan misi kepengurusan KKG PAI Kecamatan Manggala, periode 2021-2025, yakni membimbing guru-guru PAI SD se-Kecamatan Manggala dalam membuat administrasi, membimbing guru PAI dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan (PAIKEM), dan meningkatkan wawasan kependidikan agama Islam SD.

Selain itu, kata Rosmiaty, juga perlu menumbuhkan semangat ikhlas beramal semata-mata mencari ridho Allah SWT, memperteguh iman dan takwa untuk mewujudkan guru-guru PAI yang bermanfaat bagi lingkungan kerja dan masyarakat, serta yang tak kalah pentingnya, yakni meningkatkan kemampuan guru-guru PAI SD yang berwibawa.

“Dengan dorongan dan motivasi yang diberikan, insya Allah, saya tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah memilih saya dengan tulus sebagai Ketua KKG PAI Kecamatan Manggala,” kata Rosmiaty.

Rosmiaty, guru SD Negeri Borong, terpilih sebagai Ketua KKG PAI Kecamatan Manggala dalam Musyawarah KKG PAI Kecamatan Manggala, di Makassar, 25 Maret 2021.

Selain mengajar sebagai guru PAI, Rosmiaty juga merupakan Ketua Tim Adiwiyata SD Negeri Borong, dan pernah menjadi Ketua Gudep Pramuka SD Negeri Borong.

Sekretaris K3S Kecamatan Manggala yang juga Kepala UPT SPF SD Inpres Tamangapa, Abd Razak, pada kesempatan yang sama menyatakan siap memberikan dukungan berupa fasilitas manakala pengurus KKG PAI akan mengadakan kegiatan penyusunan program kerja.

Pengurus KKG PAI Kecamatan Manggala dilantik oleh Ketua KKG PAI Kota Makassar, Suardi SPdI MPd, yang dilanjutkan dengan serah terima SK dari Ketua KKG PAI Kota Makassar kepada Ketua KKG PAI Kecamatan Manggala. (rt)

PENARIKAN MAHASISWA KKN/P. Foto atas, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar (keenam dari kanan) didampingi beberapa pejabat, foto bersama Rektor Unpacti Rusdin Nawi (kelima dari kanan) yang juga didampingi beberapa dosen. Foto bawah Rektor Unpacti foto bersama mahasiswa mahasiswa KKN/P Unpacti, di Ruang Pola Panrannuanta Kantor Bupati Jeneponto, Kamis, 08 April 2021.



------

Jumat, 09 April 2021

 

 

Iksan Iskandar: Mudah-mudahan Mahasiswa Unpacti Makassar Ingin Kembali ke Jeneponto

 

 

JENEPONTO, (PEDOMAN KARYA). Kehadiran mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata / Profesi (KKN/P) selama kurang lebih satu bulan pada tiga kecamatan di Jeneponto, telah memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat.

Dampak positif itu dirasakan karena banyak program kerja mahasiswa yang disingkronkan dengan program kerja Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kelurahan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, kehadiran anak-anakku sekalian selama satu bulan, telah memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Mudah-mudahan anak-anakku sekalian merasa betah dan ingin kembali datang ke Jeneponto,” kata Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, pada acara Penarikan Mahasiswa KKN/P Unpacti, di Ruang Pola Panrannuanta Kantor Bupati Jeneponto, Kamis, 08 April 2021.

Iksan yang didampingi Kajari Jeneponto, Kabag Protpim, dan beberapa camat mengatakan, mahasiswa adalah agen perubahan dalam pembangunan.

“Kegiatan KKN adalah upaya pengabdian kepada masyarakat dan anak-anakku sekalian harus mampu menjadi agen-agen perubahan dan pembangunan di masa-masa yang akan datang,” kata Iksan.

Pada kesempatan itu, Iksan juga mengungkapkan bahwa Dr Rusdin Nawi yang kini menjabat Rektor Unpacti Makassar adalah sahabatnya ketika kuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar puluhan tahun lalu.

“Pertemuan ini adalah pertemuan yang baik dengan anak-anakku semua. Khusus Pak Rektor, beliau adalah teman baik saya ketika berstatus mahasiswa,” kata Iksan sambil tersenyum melirik ke arah Rusdin Nawi yang duduk di sampingnya.

Sementara Rusdin Nawi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jeneponto yang memberikan kesempatan mahasiswa Unpacti Makassar melaksanakan KKN/P di Jeneponto.

“Kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati, karena telah menerima kami dalam melaksanakan kegiatan KKN di Jeneponto,” kata Rusdin, yang pada penarikan mahasiswa KKN/P tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Sumardi, Ketua Panitia KKN/P Zaldi Rusnaedi, para supervisor KKN/P, serta para dekan.

Dekan yang menyertai Rektor Unpacti, yaitu Dekan FMIPA Abdul Muzakkir Rewa, Dekan Fisipol Qamal, Dekan FKM Rama Nur Kurniawan, dan Dekan FKIP Dr Jafar.

Ketua Panitia KKN/P Zaldi Rusnaedi kepada wartawan mengatakan, mahasiswa Unpacti yang melaksanakan KKN/P di Jeneponto berjumlah 160 orang, dan disebar pada tiga kecamatan, di Kecamatan Batang, Kecamatan Tarowang, dan Kecamatan Arungkeke. (jar)


Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa memastikan eksekusi lahan yang terjadi di Lingkungan Bulu Ballea, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, yang viral di media sosial pada Rabu, 07 April 2021, tidak berkaitan dengan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory). 




------

Kamis, 08 April 2021

 

 

Eksekusi Lahan di Kelurahan Pattapang Gowa Dipastikan Tak Berkaitan dengan PT Cimory

 

 

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa memastikan eksekusi lahan yang terjadi di Lingkungan Bulu Ballea, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, yang viral di media sosial pada Rabu, 07 April 2021, tidak berkaitan dengan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory).

Penegasan itu disampaikan Camat Tinggimoncong, Iis Nurismi, melalui Humas Pemkab Gowa, Kamis, 08 April 2021.

Ia mengatakan, eksekusi lahan tersebut tidak ada hubungannya dengan lahan yang akan digunakan PT Cimory untuk pengembangan sapi perah sebagaimana video yang beredar di media sosial.

Lahan tersebut, katanya, merupakan lahan sengketa antara Hj Nurhana Nuhung sebagai pemohon eksekusi, dengan Cegeng sebagai termohon, yang kemudian dimenangkan oleh pemohon.

“Tidak ada hubungannya sama sekali dengan PT Cimory. Ini hanya sengketa lahan pribadi antara pemohon dan termohon yang telah melalui siding,” kata Iis.

Dia menjelaskan, eksekusi lahan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan Hj Nurhana Nuhung, sebagai pemohon yang memenangkan kasus  sengketa objek tanah kebun seluas sekitar 1,5 hektare (Ha) di Pengadilan Negeri (PN), Gowa.

Eksekusi lahan dipimpin oleh Panitra PN Gowa, Sulaiman. Eksekusi dilakukan setelah membacakan Surat Keputusan (SK) PN Sungguminasa.

Pelaksanaan eksekusi dimulai dengan pembongkaran empat unit bangunan rumah semi permanen milik ahli waris termohon eksekusi yang berdiri di atas lahan tersebut.

“Dalam eksekusi lahan itu, hanya satu unit bangunan yang dibongkar, selebihnya warga sendiri yang berjanji dan bersedia membongkar sendiri,” kata Iis.

Ia mengaku, pihaknya sangat menyayangkan adanya oknum-oknum tak bertanggungjawab yang membuat berita-berita bohong seperti ini.

“Harusnya sebelum menyebarkan informasi harus mencari tahu dulu kebenarannya agar tidak merugikan pihak-pihak lainnya,” kata Iis.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadly. Dirinya menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar alias berita hoax. Ia mengatakan memang ada eksekusi lahan, tapi tidak ada kaitannya dengan PT Cimory.

“Dapat kami jelaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah kegiatan penggusuran yang mana dituduhkan ke PT Cimory, salah satu program pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengembangan sapi perah untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hasan Fadly.

Dirinya menjelaskan bahwa video tersebut adalah kegiatan eksekusi lahan yang dilakukan oleh PN Gowa berdasarkan beberapa putusan, yaitu PN Sungguminasa tanggal 4 Mei 2016 no 54/pdt.G/2015/PN Sungguminasa,

Kemudian Juncto (Jo) Putusan Pengadilan Tinggi Makassar, tanggal 20 September 2016, No.262/pdt/2016/PT Makassar, Jo Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 15 Maret 2018 Nomor 173K/pdt/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Olehnya itu, saya meminta tolong untuk bisa lebih bijak bermedsos dan tidak menyebarkan berita yang tidak valid di medsos,” kata Hasan.

Sebelumnya, beredar video eksekusi lahan di Kecamatan Tinggimoncong. Dalam keterangan video yang dibagikan fanpage Facebook Konsorsium Pembaruan Agraria – KPA, disebutkan bahwa terjadi penggusuran yang dilakukan oleh PT Cimory di Kecamatan Tinggimoncong.

Dalam lampiran video tersebut, disebutkan, “Pemukiman dan tanah garapan petani Buluballea, Pattapang, Gowa, Sulsel, hari ini, digusur PT Cimory. Penggusuran yang dibantu oleh aparat gabungan TNI, Polisi dan Pol PP ini, tanpa izin dan alas hak yang jelas. Pemukiman dan tanah garapan petani ini merupakan Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang telah diusulkan ke pemerintah sebagai salah satu lokasi penyelesaian konflik. Namun justru PT. Cimory bersama aparat gabungan yang datang menggusur para petani.” (jar)

AUDIENSI. Asisten II Setda Provinsi Sulsel Muhammad Firda, dan beberapa pejabat Pemprov Sulsel foto bersama pengurus Gapensi Sulsel seusai audiensi, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 05 April 2021. (ist)
 




------

Rabu, 07 April 2021

 

 

Gapensi: Gubernur Sulsel Jangan Lagi Main-main dalam Proses Pelelangan Proyek

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel dan para pejabat yang menangani proyek, khususnya dalam proyek jasa konstruksi, diingatkan tidak lagi bermain-main dalam proses pelelangan proyek dan juga tidak lagi melakukan cara-cara yang tidak etis.

Sebaliknya, Gubernur Sulsel dan para pejabat diharapkan tetap berpedoman pada aturan baku yang menjadi pedoman semua pihak dalam pelaksanaan pelelangan jasa konstruksi.

“Jangan lagi bermain-main dalam proses pelelangan dan melakukan cara-cara yang tidak etis. Tetaplah berpedoman pada aturan baku yang menjadi pedoman semua pihak dalam pelaksanaan pelelangan jasa konstruksi,” kata Ketua Dewan Pertimbangan BPD Gapensi Sulsel, HM Zulkarnain Arief.

Hal itu ia kemukakan pada acara audiensi Gapensi Sulsel dengan Gubernur Sulsel yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Sulsel Muhammad Firda, dan didampingi Kepala LPSE Sulsel, Asrul Sani, dan Staf Bidang JasaKonstruksi antara lain, Mansyur Gessa, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 05 April 2021.

Zulkarnain yang juga Ketua AABI Pusat, kembali mengingatkan apa yang telah menimpa Gubernur Sulsel non-aktif, Nurdin Abdullah (ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, red), adalah hal yang sangat memalukan.

“Ini tidak terlepas dari proses yang melibatkan pihak-pihak yang mengandalkan modalnya, sehingga dengan mudahnya ikut mempengaruhi proses pelelangan. Akibatnya, lahirlah keputusan yang membuat pelaku jasa konstruksi maupun pengadaan barang lainnya berteriak dan melaporkan hal tersebut kemana-mana,” kata Zulkarnain.

Mantan Ketua Kadin Sulsel dua periode mengaku terpaksa “turun gunung” guna mengkomunikasikan suara para kontraktor yang selama ini merasa tertindas akibat sistem yang dibangun oleh orang-orang tertentu, yang merasa dekat dengan kekuasaan, bahkan memperalat kekuasaan.

“Akibatnya kini dapat dirasakan. Mereka telah mempermalukan Sulsel,” tutur Zulkarnain, yang turut didampingi Ketua Gapensi Sulsel, HM Surachmat Arief, Wakil Ketua Gapensi Sulsel Darmansyah Muin, Ketua Gapensi Makassar Munandar Muin,  Sekretaris Gapensi Makassar Dedy Iswan Roe, Anggota Dewan Pertimbangan GapensiSulsel A Imran Rusadi, HerryJarre, H Kencana, Jamalauddin Nawir, dan H Farid Salatang.

Ia secara tegas meminta agar Pemprov Sulsel segera mewujudkan Badan Advokasi yang telah dikomunikasikan dengan KPK, serta segera menerapkan Sistem E-Katalog, karena hal ini dapat membantu Pemprov sekaligus lebih transparan.

Asisten II Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda, menyampaikan terima kasih kepada pengurus Gapensi Sulsel dan AABI yang peduli dengan perbaikan sistem yang ada di tubuh Pemprov Sulsel, khususnya di bidang pengadaan barang dan jasa.

Muhammad Firda pada kesempatan itu juga menguraikan sejumlah proyek yang akan dilaksanakan TahunAnggaran 2021, yang lebih fokus pada pembangunan jalan dan jembatan, serta melanjutkan pembangunan sarana-sarana sosial yang tertunda. (man)


WISUDAWAN TERBAIK. Jifran Dawanto mungkin tak pernah menyangka akan mendapat keberuntungan yang beruntun, yaitu langsung diterima bekerja pada di PT Bosowa Agro, mendapat beasiswa kuliah S2 di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, serta mendapat voucher nginap bersama keluarga di Hotel Aryaduta, Makassar. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)







-----------

Rabu, 07 April 2021

 

 

Wisudawan Terbaik Unibos Makassar Langsung Kerja, Terima Beasiswa S2 dan Hadiah Nginap di Hotel

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Jifran Dawanto mungkin tak pernah menyangka akan mendapat keberuntungan yang beruntun, yaitu langsung diterima bekerja pada di PT Bosowa Agro, mendapat beasiswa kuliah S2 di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, serta mendapat voucher nginap bersama keluarga di Hotel Aryaduta, Makassar.

Keberuntungan beruntun itu ia terima sebagai hadiah atas prestasinya menjadi wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92, pada Upacara Wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana ke-59 Universitas Bosowa, di Gedung Lestari 45, Makassar, Rabu, 07 April 2021.

Jifran yang anak ke-2 dari tiga bersaudara adalah anak dari Abdullah (petani) dan Helnitin, yang menetap di Desa Boda-boda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju.

Jifran yang kelahiran Boda-boda, Mamuju, 10 Juli 1999, merupakan Wisudawan Terbaik (Prodi Peternakan) Fakultas Pertanian Unibos sekaligus wisudawan Terbaik I tingkat universitas.

Wisuda Terbaik II oleh Reski Wardani (IPK 3,90) dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Wisudawan Terbaik III Sutriani (IPK 3,81) dari Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Wisudawan terbaik tingkat fakultas yaitu Ayu Afrianti di Fakultas Teknik (FT), Rikki di Fakultas Sastra, Denada Dwiyanti di Fakultas Hukum (FH), Nurlifiana Sudirman di Fakultas Psikologi, dan Ainun Magfira Ahmad di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Aslam Jumain sebagai wisudawan terbaik Program Pascasarjana.

“Motivasi saya hanyalah untuk orangtua saya. Pekerjaan ayah saya hanya sebagai petani. Saya ingin membuktikan kepada orangtua saya bahwa kondisi ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian dan cita-cita,” kata Jifran, kepada wartawan seusai upacara wisuda.

  

351 Wisudawan

 

Rektor Unibos Prof Muhammad Saleh Pallu dalam laporannya mengatakan, mahasiswa yang diwisuda berjumlah 351 orang, dan wisuda dilaksanakan dua hari berturut-turut, yakni Rabu, 07 April 2021, dan Kamis, 08 April 2021.

Pada wisuda hari pertama, diwisuda sebanyak 172 orang, sedangkan wisuda hari kedua diwisuda sebanyak 179 orang.

Upacara dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Prof Jasruddin, para Wakil Rektor Unibos, para dekan, dan sejumlah anggota senat universitas lainnya, dan undangan dalam jumlah terbatas.

Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa Mahmud, turut memberikan sambutan secara virtual. Begitu pula ara orangtua dan wali para wisudawan juga menghadiri upacara wisuda secara virtual. (ima)

SABUN CAIR CUCI PIRING. Foto atas, mahasiswa KKN/P Unpacti Makassar foto bersama Sekretaris Desa Borong Lamu Isal Dg Gassing (keenam dari kiri), foto bawah mahasiswa mengajari warga mengajari puluhan warga membuat sabun cair cuci piring dari tongkol jagung, di Kantor Desa Borong Lamu, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Selasa, 06 April 2021. (ist)






---- 

Rabu, 07 April 2021

 

 

Mahasiswa Unpacti Makassar Ajari Warga Jeneponto Bikin Sabun Cuci Piring dari Tongkol Jagung

 

 

JENEPONTO, (PEDOMAN KARYA). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) / Kuliah Kerja Profesi (KKP) Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar mengajari puluhan warga Desa Borong Lamu, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, membuat sabun cair cuci piring.

Para peserta bukan hanya ibu-ibu, melainkan juga bapak-bapak dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Jadi Sabun Cair Cuci Piring, dilangsungkan di Kantor Desa Borong Lamu, Selasa, 06 April 2021.

Ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengikuti pelatihan tersebut tampak sangat antusias karena pembuatan sabun cair cuci piring itu dibuat dari limbah tongkol jagung yang biasanya dibuang percuma jadi sampah.

Proses pembuatan sabun cair cuci piring dari tongkol jagung itu juga disaksikan aparat desa dan tokoh masyarakat setempat, serta supervisor mahasiswa KKN/P untuk Desa Borong Lamu, Drs H Syarifuddin KA MSi.

“Kami sangat senang karena dalam tiga tahun terakhir, baru ada mahasiswa KKN yang mempunyai kegiatan yang mengajari masyarakat untuk berwirausaha dan sekaligus memanfaatkan limbah jagung,” ungkap Sekretaris Desa Borong Lamu, Irsal Dg Gassing, yang hadir mewakili Kepala Desa Borong Lamu, Karaeng Ridwan, yang berhalangan hadir.

 

Bakti Sosial dan Olahraga

 

Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa Unpacti Makassar melaksanakan bakti sosial setiap hari Jumat di masjid-masjid dan Kantor Desa Borong Lamu, melakukan sosialisasi stunting dan cek kesehatan gratis bagi warga desa, membantu berpartisipasi dalam kegiatan sekolah seperti mendampingi siswa dan siswi SMP dan MTs dalam mengerjakaan tugas dan belajar kelompok.

Juga membantu kegiatan di kantor desa seperti mengurus administrasi dan pelayanan lainnya, serta pengadaan tempat sampah berbahan dasar bambu dan balok untuk di kantor desa dan lima unit masjid yang ada di Desa Borong Lamu.

Mereka juga mengadakan kegiatan olahraga, dalam hal ini pertandingan persahabatan bola voli dan sepak takraw yang pelaksanaannya dibantu oleh anak muda karang taruna setempat.

Mahasiswa Unpacti Makassar yang melaksanakan KKN/P di Posko VIII Desa Borong Lamu, yaitu Hermina Ena, Maria Paramita Nimung, Feby A Darmayana (FKIP), Petrus Dala, Yakup Heluka (Fisipol), Firda Sutiana Indra, Eustika Jeni (FKM), Thita Maylani Ahmad, Nenggerek Kiwo, dan Silvana Papoiwo (FMIPA).

 

Laporan: Hermina Ena (Mahasiswa KKN/KKP Unpacti Makassar)

Editor: Asnawin Aminuddin

 

 





PEDOMAN KARYA

Selasa, 06 April 2021



Berlomba dalam Kesenyapan Menjadi Jempolan



Kewibawaan tidak mesti dipoles dengan bungkusan baju dinas juga deretan titelan dan hartaan, namun ia hadir bercahaya alami bercermin dari jiwa sanubari. 

Kewibawaan alami tak bisa didesain dengan rekayasa pencitraan, dan justru akan sirna bersama uang kertas sogokan berterbangan yang terbagikan. 

Kewibawaan bernilai kharismatik tiada bisa divaksinasi dengan tembang antibiotik hormon_gen dari laboratorium apapun, namun ia hadir dari anugerah langitan yang berjiwa membumi. 

Kewibawaan bukan direkayasa dengan kamuflase fotograferan untuk dipamparin pada media bluzzeran atau tiang tiang, dan juga pepohonan berjejeran menjadi iklanan, dengan biaya kocekan aplopotan oposan. 

Kewibawaan hadir dari kepribadian yang bernilai jiwa tiada mungkin dapar dibeli, dan memang ditakdirkan dunia berakhiratan. Ia hadir berdimensi tulus menjadi amalan, sekalipun dalam kesenyepan gulita malam tetap berseri keikhlasannya. 




Mungkin itu yang melekat pada Ibu Tri Rismaharini, Menteri Sosial RI, dan Kepala Desa Ganra, Soppeng, Sulawesi Selatan serta beberapa nama yang saya sebut dalam tulisan ini. Walaupun, tulisan hadir polos tanpa polesan apapun, dan memang hadir dalam kesenyapan. 


Berlomba dalam Kesenyapan


Berlomba-lombalah dalam menebarkan kebaikan untuk saling membantu, atas dasar kecintaan kepada sesama hamba Tuhan__ Tiada perlu obralisasi dengan orasi retoric, tetapi aksi kesenyapan mungkin lebih bermakna dan nyata dirasakan oleh pihak yang dibantu. 




Saling membantu boleh bermakna fardu kifayah atau fardu ain, dan sangat dianjurkan. Menjadi haqikat dari implementasi dari ber_fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). 

Bagi umat Islam, meyakini bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan akan membawa seorang muslim kepada ridho Allah SWT.  Keyakinan tersebut, dipahami karena setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepada Tuhan-nya, termasuk saling membantu atau tolong menolong. 

Membantu atau saling menolong dalam kebaikan, tentu dengan niat tulus karena atas getaran panggilan nurani sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan. Hal itu dilakukan, sebaiknya tanpa pameran orasi bersifat sensasi, dan itu lebih bermakna juga mulia di hadapan Tuhan. 

Walaupun, dibolehkan ditampakkan ke permukaan sebagai potretan untuk mempengaruhi atau memancing yang lain agar mau turut berbuat, seperti apa yang dipotretkan tersebut. 

Namun, akan lebih elokan dan indah yang bermakna imanan, manakala disenyapkan yang berasaskan pada prinsip luhur menjadi nilai ibadah, dan cukuplah Tuhan mengetahui segala apa dilakukan kita. Sebagaimana dalam QS al-Baqarah ayat 264, Allah berfirman, yang artinya, 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.

Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang kafir." 

Bagi siapa saja membantu untuk ber-fastabiqul Kkhaerat, tentu meyakini kandungan ayat di atas ini. Dan memilih untuk melakukan dengan pilihan terbaik, sekalipun dalam kesenyapan menjadi pilihannya. 

Walaupun, dilakukan minimal bantu berdoa dalam kesenyapan sekalipun, mungkin akan lebih bermakna daripada oralisasi menyentak dalam mencungkil denyutan jantung, juga terdamparan. 

Semoga ! Kebaikan membawa keberkahan bagaikan purnama dalam gulita malam ini.

Keverbaniannya tiada dipaksa dan terpaksa dalam menerangi kebaikan menawan apa adanya, dan ia dianugerahi japatan apapu, maka tetap menjadi Jempolan. Misalnya, dalam tautan facebook (18/3/2021) saya pernah menulis spontan tentang Kepala Desa Ganra, Soppeng, Sulawesi Selatan, yakni sebagai berikut. 


Desa Patut Jempolan


Ada, _sungguh elok dan menarik simpatiku kemarin, ketika melayat dan mengantar keluarga yang wafat di Ganra Soppeng. Pemandangan sangat fenomenal di luar kebiasaan, di mana sang Kepala Desa dengan baju dinasnya turun spontan ke Liang Lahat meletakan jenasah hingga penyelesaikan proses pengkuburan secara tuntas. 

Ini bersifat tulus tanpa terlihat karakter politis dan cari sensasi kepada masyarakatnya, tapi patut diberi jempolan. Di tengah kelangkaan pemimpin berjiwa keteladanan demikian, baik mulai dari akar rumput maupun hingga terpucukan sekalipun. 

Sikap keteladanan memang mesti patut dihargai dengan bintang jempolan, di tengah sikap arogan dan dagelan berlebihan dipertontonkan di negeri ini. 

Termasuk, sikap pameran arogan kesombongan asesoris material jelmaan sikap Qarun dan Fir'aun menyesakkan dada, baik bertaraf kampungan maupun sok metropolitan saat ini. 

Celakanya, kemudian berbias hendak hanya ingin berharap dipuji juga gila hormatan, walau tak berkapasitas sekalipun. 

Sekali lagi sikap keteladan Kepala Desa Ganra ini, sungguh menggelitik simpatik nuraniku dan fenomenal. Semoga menjadi fenomena keteladanan sesungguhnya, ditengah keburaman dan keabu-abuan tampilan para pamong masyarakat di semua elemen dan sisi kehidupan. 

Fotograf Kepala Desa Ganra dengan seragam baju dinas putihnya, turun membantu tanpa tamengan___ 

⭐⭐__Patut ditiru jadi jempolan __👍 


***

Kehadiran tulisan yang logis berdimensi tulus untuk menosyiarkan pesan bukan jua untuk mengharap jempolan. Namun, hanya ingin menyalurkan kesaksian pada pengabdian bernilai kesan dan bermakna bagi kehidupan sesama yang pantas diindahkan. 

Sungguh, ia hadir dengan tulus dari lubuk nurani tanpa pesan sponsor juga sepengetahuan menjadi obyeknya. 

Esensinya juga sama dengan saling mendoakan tanpa sepengetahuannya, baik teman maupun orang lain, _bahkan musuh sekalipun agar bersiuman. 

Dorongan berbuat demikian menjadi bernilai ibadah tertinggi di 87⁷hadapan Tuhan, manakala dilakukan dengan tulus tanpa mengharap imbalan maupun pujian, baik pada obyek yang menjadi pijakan tulisan maupun pada publik yang menilai kehadirannya. 

....

Jujur, goresan di atas ini, ia hadir tanpa ada rencana sebelumnya. Namun, bersifat spontanitas setelah menyaksikan kejadian alami, dan bahkan saya sendiri baru pertama kali menyaksikan hal demikian. Bahkan dengan Kepala Desa Ganra tersebut, belum saling mengenal dan berjabat tangan sekalipun hingga saat ini. Kemungkinan beliau (Kepdes) belum kenal kami dan begitu sebaliknya. 

Jadi, tulisan singkat dan potret itu muncul spontan juga apa adanya, karena dorongan nurani berlogika mata pena yang mengalir alami tanpa pesan oleh siapapun. 

Siapa pun berjiwa merdeka dan berlogika nurani akan bergetar kagum menggelitik batin, ketika menyaksikan jiwa tulus di luar radius kebiasaan yang bersifat langka. Tidak biasa dilakukan oleh pimpinan atau tokoh yang kebanyakan menjadi pamong, baik berdurasi dusun hingga kebangsaan sekalipun. Termasuk, pamong di sini bermakna luas:  boleh guru / dosen atau juga aparatur bersetaraan tanpa kecuali, baik berdurasi di dusun maupun merpolitan tiada dinafikan. 

Kejadian ini berdurasi spontan sehingga membuat logika nuraniku menggelitik, teringat jejak dilakukan Galarang pertama (A Walid Daya) dan kedua (H. Husen Yunus) di desa kelahiranku, yakni Doridungga di Kabupaten Bima, NTB. ⁷

Kejadian berjejak ini, semoga contoh pemimpin menjadi pamong berdedikasi tulus. Hal kejadian begini mesti diviralkan untuk menjadi pelajaran berharga yang semoga bernilai ibadah berfrekwensi sejati dihadapan Tuhan, dan patut dicontoh juga jadi jempolan. 

Daripada memvirankan pujian didesain sponsor, demi mendapatkan pesangon tanpa kesan keakhiratan sama sekali, namun justru mencelakan diri, baik di dunia maupun akhirat menanti. Termasuk, memamerin diri dengan harta material, baik secara diam-diam ataupun vulgar atas hasil dari pesongan sponsor, dan hal ini tiada dapat dipungkiri sudah menjadi narasi rahasia umum di masyarakat. 

Sesungguhnya, lebih baik kita saling mendoakan dan juga menghargai kelebihan orang lain, _mungkin kita sendiri belum mampu berjiwa seperti didedikasi kepdes yang menjadi topik goresan kesan ini. 

Dengan memohon ampun kepada Tuhan, saya jujur semoga ini tidak sama sekali, ada niat yang senyap terselubung, namun mengalir apa adanya. 

Semoga, akan datang akan hadir pamong yang mengedepankan jiwa panutan bercermin pada pesan Tuhan. 

Esensinya ketulusan ini, mungkin sama yang durasi jiwa ketulusan persahabatan dengan sahabatku Ardi Nusu Gelu. Walau mungkin tidak dapat melampauinya getaran durasi persahabatan kami. Ia hadir berdimensi sejati atas pemberian Tuhan, di luar perkiraan dan dugaan juga hitung-hitungan, termasuk penampilan tetap apa adanya tanpa pameran materialisme, sekalipun beliau ternyata juga keturunan kerajaan Bone. Namun, ia tidak mau gelarannya digunakan karena mungkin pengaruh akademis, seperti dikesankan pada sahabat saya Mukhaer Pakkanna, sebagaimana telah disinggung pada artikel IMM Bernarasi: http://www.pedomankarya.co.id/2021/03/imm-bernarasi-darah-biru-dalam-merah.html?m=1. 

Penampilan apa adanya, berwibawa memang berjiwa merdeka tanpa beban patut jadi jempolan, dan tidak perlu dicurigai berdasarkan rasa iri penuh kebencian. Namun, kita tetap saling mendoakan dan menghargai akan kelebihan masing-masing. 

Walaupun, 

Tiada seorang pun yang bisa mengubah kebakhilan atau kebaikan orang lain kepada diri kita, terkecuali Tuhan yang mampu. 


Tentu, 

__ dengan kesucian doa yang tulus ikhlas hanya kepada Tuhan-mu. Sebagamana doa Rasulullah SAW yang artinya: 

"Wahai zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu" 

Kemudian,  

QS. Al-Anfal 24 yang artinya: 

*... dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya.* 

Maka, 

__ berdoalah dengan tulus tanpa sepengetahuan mereka dimaksudkan pada diksi pembuka di atas. Namun, cukup Allah mengetahuinya___ 

Lebih baik berprinsip: 

Kebencian juga kebakhilanmu 

tetap aku mendoakanmu 

__dengan doa cinta tulusku pada Tuhan__ 


Doaku dalam Kebencianmu

Dan Ibadah Kesenyapan semoga makin berwibawa jempolan di hadapan Tuhan. 

Wallahualam Bissawab.

----

(Penulis, Maman A. Majid Binfas, adalah Pengajar SPS UHAMKA, Jakarta)