Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

KAJIAN TARJIH. Dr Abbas Baco Miro (Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam / KPI, Fakultas Agama Islam, Unismuh Makassar) tampil sebagai pemateri pertama Kajian Tarjih, di Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 17 April2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)




------------

Sabtu, 17 April 2021

 

 

Unismuh Makassar Kembali Gelar Kajian Ketarjihan Selama Ramadhan

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menggelar kajian ketarjihan setiap hari kerja setiap selesai shalat lohor, kecuali hari Jumat, di Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar.

Kajian tarjih hari pertama dimulai Sabtu, 17 April2019, yang diisi oleh ustadz Abbas Baco Miro. Pada kajian hari pertama ini, Abbas Baco Miro, mengawali pembahasannya tentang wudhu, hadas, dan hal-hal yang dapat membatalkan wudhu.

Protokol kajian tarjih, Muhammad Rizal mengatakan, kajian tarjih akan dibawakan secara bergantian oleh ustadz Dr Abbas Baco Miro (Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam / KPI, Fakultas Agama Islam, Unismuh Makassar), ustadz Dr Ilham Muchtar Lc MA (Ketua Prodi Ahwal Syakshiyah, Fakultas Agama Islam, Unismuh Makassar), ustadz Lukman Abdul Samad Lc (Direktur Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar), dan ustadz Alimuddin (Ketua Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah / Lazizmu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.


“Kajian tarjih diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan tanya-jawab,” jelas Muhammad Rizal.

Dalam catatan redaksi, Kajian Tarjih selama bulan Ramadhan, sudah pernah dilaksanakan oleh Unismuh Makassar pada tahun 2019. Waktu itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse juga tampil sebagai salah seorang pemateri.

Tahun 2020, Kajian Tarjih ditiadakan karena adanya pembatasan sosial selama masa pandemi Covid-19. (zak)

SUMBANGAN BUKU. Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Hendriati Sabir (tengah), menerima dua kardus sumbangan buku dari Toko Buku Gramedia MaRI, Makassar, di sekolahnya, Selasa, 13 April 2021. (Foto: Rusdin Tompo)


 




-------

Sabtu, 17 April 2021

 

 

SD Borong Makassar Kembangkan Perpustakaan Lewat Jejaring dan Partisipasi

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Program Bederma dengan Buku yang diadakan SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terus mendapat respons positif. Setelah mendapat bantuan buku dari Yayasan BaKTI, kali ini bantuan buku dan alat permainan edukatif (APE) datang dari Toko Buku Gramedia MaRI, Makassar.

“Alhamdulillah, koleksi perpustakaan kami bertambah lagi. Sumbangan buku sudah lebih 500 eksemplar. Ini berkat jejaring dan partisipasi semua pihak, terutama orang tua murid,” begitu kata Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir MPd, kepada wartawan usai menerima dua kardus sumbangan buku di sekolahnya, Selasa, 13 April 2021.

Dua kardus berisi buku-buku dan APE itu diserahkan oleh Yuli Arifin, staf Radio Smart FM, yang berada satu grup dengan Kompas Gramedia. Yuli Arifin menyerahkan bantuan itu mewakili pimpinan Toko Buku Gramedia Mal Ratu Indah (MaRI), FX. Sumaryoto.

Anak Yuli Arifin, Kaiyyisah R Hasugian, kebetulan juga tercatat sebagai murid  SD Negeri Borong, kelas 6A.

Sumbangan dari Toko Buku Gramedia MaRI itu sebanyak 142 buku, terdiri dari cerita dongeng, buku keterampilan, ceita petualangan dan kamus bergambar bahasa Inggris. Selain itu, juga buku cerita sambil mewarnai, buku game, alat peraga kelas rendah, puzzle, CD, dan lain-lain.

Pimpinan Toko Buku Gramedia MaRI, FX. Sumaryoto, mengatakan biasanya mereka mendonasikan buku-buku disesuaikan dengan segmen pembacanya. Pihak Gramedia ikut memberi donasi buku ke SD Negeri Borong karena untuk membantu meningkatkan literasi di sekolah.

Selama ini, kata FX. Sumaryoto, pihaknya sudah berkontribusi dalam gerakan literasi sekolah. Misalnya, mengadakan event daring temu penulis, membantu koleksi perpustakaan, pengadaan pameran buku murah, serta melakukan penjualan buku melalui aplikasi SIPLah.

FX. Sumaryoto menyampaikan, sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan melalui program CSR, pihak Gramedia mempunyai komitmen untuk membantu literasi di sekolah dan daerah, supaya sebaran gerakan literasi merata.

“Tentu saja program ini akan diberikan secara bergantian ke pihak pengelola perpustakaan, khususnya yang belum pernah menerima bantuan dengan mempertimbangkan stok yang ada,” imbuhnya.

Program Bederma dengan Buku diadakan dalam rangka Hari Buku Anak Nasional untuk menambah bahan-bahan pustaka Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong. Program ini, dalam jangka panjang, untuk mendukung gerakan literasi sekolah, sekaligus untuk menghadapi akreditasi perpustakaan.

Sebagai perpustakaan yang belum lama berdiri, pengelola Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, terus mendekatkan perpustakaan ke pemustaka. Di antaranya melalui digitalisasi layanan perpustakaan. Di samping itu, juga melakukan beberapa terobosan, seperti membentuk Bunda Pustaka, agar pengelolaan perpustakaan lebih bersinergi dan partisipatif.

“Insya Allah, Bunda Pustaka akan memiliki struktur sehingga lebih maksimal dalam kegiatannya nanti,” jelas Saparuddin Numa SIP, Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong.

Ada beberapa fasilitas layanan dan inovasi yang memang harus dimaksimalkan, seperti ruang multimedia, teras baca dan kantin baca. Juga ada program Duta Baca yang bertindak sebagai pustakawan cilik, dan beberapa program lain, yang bertujuan untuk membudayakan kegemaran membaca. (rt)

Bangunan Masjid 99 Kubah (di sekitar Pantai Losari, Makassar, red), cantik dari luar. Tidak ada aktivitas. Dan di awal bulan puasa ini (1442 Hijriyah) belum bisa difungsikan sebagai tempat ibadah.









------ 

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 17 April 2021

 

SURAT PEMBACA

 

 

Masjid 99 Kubah Yang Cantik tapi Belum Difungsikan

 

 

Bangunan Masjid 99 Kubah (di sekitar Pantai Losari, Makassar, red), cantik dari luar. Tidak ada aktivitas. Dan di awal bulan puasa ini (1442 Hijriyah) belum bisa difungsikan sebagai tempat ibadah.

Di sekitar masjid itu ramai pengunjung. Memang pemandangannya indah luar biasa. Waktu magrib, ada suara adzan, tapi pengunjung harus antrian shalat di musalah kecil di samping masjid.

Kalau wuduk hati-hati berkumur. Airnya asin sekali. Siapa tak sedih hatinya melihat masjid cantik itu seperti tidak ada yang mengurusnya.

Dimana-mana pembangunan masjid lancar dan cepat selesai. Masalah apakah yang terjadi sampai Masjid 99 Kubah, seakan tak terpedulikan. Semoga banyak pihak yang tersentuh hatinya memberi sumbang saran untuk Masjid 99 Kubah. Amin.

 

Syamsu Nur

(Warga Makassar)

Keterangan: Surat pembaca ini ditulis Syamsu Nur di akun Facebook-nya pada 13 April 2021.

 

“Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya, yang relatif panjang, sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal, karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Malik) (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


----- 

PEDOMAN KARYA

Kamis, 15 April 2021

 

 

Lailatul Qadar dan Shalat Tarawih Hadiah dari Allah untuk Umat Islam (1)

 

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

(Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Sulsel)


Malam lailatul qadar dan shalat tarawih itu sebenarnya hadiah dari Allah SWT kepada kita umat Islam, umatnya Nabi Muhammad SAW.

Malam lailatul qadar adalah malam penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam lailatul qadar diyakini terjadi pada salah satu malam di malam-malam terakhir di bulan Ramadhan dan diyakini terjadi pada malam-malam ganjil.

Pertanyaannya, apa itu lailatul qadar? Apa keistimewaan malam lailatul qadar?

Allah berfirman dalam Surah ke-97, Surah Al-Qadr, yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Apa yang melatar-belakangi sehingga Allah SWT memberikan hadiah malam lailatul qadar kepada umat Islam, umatnya Nabi Muhammad?

Dalam salah satu riwayat disebutkan, saat perjalanan mi’raj dari Masjidil Aqsa ke Sidratil Muntaha’, Rasulullah yang diantar Malaikat Jibril, bertemu dengan umat yang sangat banyak.

Usia mereka panjang-panjang, antara 300 tahun sampai 900 tahun. Rasulullah bertanya. “Umat siapa itu?” Jibril menjawab, “Itu umat Nabi Musa.”

Rasulullah kemudian ditunjukkan umat yang jauh lebih banyak, namun usia mereka tergolong pendek-pendek, hanya berkisar antara 63 tahun sampai 100 tahun.

Rasulullah bertanya, “Umat siapa itu?” Jibril menjawab, “Itulah umatmu.”

Karena usia umat Muhammad pendek-pendek, maka Allah SWT kemudian menghadiahkan malam lailatul qadar.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Malik dalam Al Muwaththa, disebutkan bahwa:

“Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya, yang relatif panjang, sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal, karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Malik)

Pertanyaannya, apakah sudah ada di antara kita yang sudah didatangi malam lailatul qadar? Mudah-mudahan sudah. Kalau pun belum ada, mudah-mudahan kita semua akan pernah mendapatkan malam lailatul qadar, minimal sekali dalam hidup kita. Insya Allah. (bersambung)

----

Artikel Bagian 2: 

Lailatul Qadar dan Shalat Tarawih Hadiah dari Allah untuk Umat Islam (2-habis)

“Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 325 proposal penelitian dan pengabdian yang menerima hibah pendanaan. Kualitas proposal merupakan indikator yang diberi perhatian khusus. Sehingga, LPPM kemudian melakukan seleksi yang sangat ketat” 
- Prof Andi Alimuddin Unde -
(Ketua LPPM Unhas)




---- 

Jumat, 16 April 2021

 

 

Peneliti Unhas Makassar Terima Hibah Penelitian Internal 14,5 Milyar

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sebanyak 325 proposal penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan Universitas Hasanuddin menerima hibah penelitian internal, senilai Rp14.449.000.000,- (empat belas milyar empat ratus empat puluh sembilan juta rupiah). 

Hal ini tertuang melalui Keputusan Rektor No. 2215/UN4.1/KEP/2021 tentang Penetapan Dosen Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diumumkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Proposal sebanyak 325 yang berhasil mendapatkan pendanaan terbagi kedalam sembilan skema, yaitu Penelitian Dasar Unhas (PDU), diterima 137 proposal (senilai Rp9.411.500.000), Penelitian Dosen Penasehat Akademik (PDPA), diterima 77 proposal (senilai Rp959.000.000).

Penelitian Dosen Pemula Unhas (PDPU), diterima 36 proposal (senilai Rp615.000.000), Penelitian Inovasi dan Pengembangan Unhas (PIPU), diterima 4 proposal (senilai Rp545.000.000), Penelitian Terapan Unhas (PTU), diterima 19 proposal (senilai Rp1.575.000.000).

Riset Unggulan Unhas (RUNHAS), diterima 1 proposal (senilai Rp147.500.000), Pengabdian Program Kemitraan Unhas (PK-UH), diterima 45 proposal (senilai Rp1.046.000.000).

Pengabdian Program Pengembangan Produk Intelektual Kampus Unhas (PPMU-PPUPIK), diterima 4 proposal (senilai Rp100.000.000), serta Pengabdian Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Unhas (KKN-PPMUH), diterima 2 proposal (senilai Rp50.000.000).

Ketua LPPM Unhas, Prof Andi Alimuddin Unde, kepada wartawan Jumat, 16 April 2021, menjelaskan untuk tahun anggaran 2021, jumlah proposal yang masuk sebanyak 695.

“Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 325 proposal penelitian dan pengabdian yang menerima hibah pendanaan. Kualitas proposal merupakan indikator yang diberi perhatian khusus. Sehingga, LPPM kemudian melakukan seleksi yang sangat ketat,” jelas Alimuddin.

Dia mengatakan, proses seleksi melalui tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, yang merujuk pada panduan penelitian 2021 yang telah disetujui oleh Senat Akademik Universitas.

Tahap kedua adalah seleksi substansi melalui pembahasan. Dalam hal ini, peneliti memaparkan proposal penelitian di hadapan dua reviewer yang tersertifikat, yang merujuk pada road map penelitian serta panduan penelitian.

Tahapan ketiga adalah pertimbangan oleh Dewan Riset Unhas, yang menelusuri dan mereview proses seleksi, hingga kemudian sampai pada keputusan akhir.

“Semua tahapan itu dilakukan dengan maksud menjaga kualitas proposal penelitian. Kami berharap, para peneliti dapat menyelesaikan penelitian mereka tepat waktu sesuai kontrak yang nantinya akan ditanda tangani. Saya juga berharap, semoga penelitian menghasilkan luaran yang dapat berkontribusi pada pembangun bangsa dan negara, lebih khusus kepada Unhas,” kata Alimuddin. (nau)

SHALAT TARAWIH. Di Bulan Ramadhan, umat Islam juga diberi hadiah shalat tarawih. Shalat tarawih artinya shalat malam yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan. Biasanya shalat tarawih ini dilakukan setelah shalat isya dan diakhiri dengan salat witir. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)
 




------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 15 April 2021

 

 

Lailatul Qadar dan Shalat Tarawih Hadiah dari Allah untuk Umat Islam (2-habis)

 

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

(Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Sulsel)


Di Bulan Ramadhan, umat Islam juga diberi hadiah shalat tarawih. Shalat tarawih artinya shalat malam yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan. Biasanya shalat tarawih ini dilakukan setelah shalat isya dan diakhiri dengan salat witir.

Bagaimana sejarah awal mula dilakukan shalat tarawih?

Konon, shalat tarawih dikerjakan Nabi Muhammad SAW pada tanggal 23 Ramadhan pada tahun kedua Hijriyah. Artinya, sudah malam ke-23 Ramadhan, bukan malam pertama.

Pada saat itu, Rasulullah tidak selalu mengerjakan shalat tarawih di masjid secara berjamaah. Beberapa kali, Rasulullah mengerjakannya sendiri di rumah.

Pada hadist Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa, Rasulullah memang melaksanakan shalat tarawih di awal-awal Ramadhan.

Ternyata setelah itu, antusias masyarakat semakin meningkat, sehingga banyak di antara mereka datang ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Namun setelah itu, Rasulullah justru mengurungkan niat pergi ke masjid dan memilih shalat tarawih di rumah.

Sikap Nabi Muhammad tersebut, disebutkan karena Rasulullah khawatir jika sewaktu-waktu Allah menurunkan wahyu untuk mewajibkan shalat tarawih kepada umatnya. Di sisi lain, belum tentu umat generasi berikutnya mempunyai semangat yang sama pada zaman Nabi.

Alasan kedua, bisa jadi Rasulullah takut menimbulkan salah persepsi bahwa shalat tarawih wajib dikerjakan karena merupakan amalan baik yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah.

 

Pahala Shalat Tarawih

 

Dalam hadist disebutkan, dari Abi Hurairah radliyallahu 'anhu, “Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: Barangsiapa yang melakukan ibadah di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR Muslim)

Para ulama menafsirkan bahwa ibadah yang dimaksud pada bulan Ramadhan dalam hadist ini ialah shalat tarawih.

 

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

 

Pertanyaannya, berapa rakaat sesungguhnya shalat tarawih itu? Telah saya sebutkan sebelumnya bahwa shalat tarawih ini dilakukan setelah shalat isya dan diakhiri dengan salat witir.

Mengenai jumlah rakaatnya dan jumlah shalat witirnya, sampai sekarang masih ada orang yang berbeda pendapat. Ada yang mengatakan delapan rakaat ditambah tiga rakaat shalat witir. Ada juga yang mengatakan 20 rakaat ditambah tiga rakaat shalat witir.

Mengenai tiga rakaat shalat witir, juga masih ada perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan, tiga rakaat langsung dan hanya satu kali tahiyat, dan juga satu kali salam.

Ada juga yang mengatakan, dua rakaat ditambah satu rakaat, dan dua kali salam. Artinya, shalat dua rakaat dan ditutup dengan salam, kemudian dilanjutkan shalat satu rakaat dan ditutup dengan salam.

Saya kira kita tidak perlu membahas perbedaan pendapat itu. Yang penting kita sama-sama shalat tarawih. Dan dalam hal ini, ada kisah menarik yang terjadi di Indonesia, dan kisah ini sangat mahsyur.

 

Kisah Gus Dur dan Pak AR

 

Kisah ini menyangkut dua tokoh yang sangat terkenal, yakni KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dan Pak AR Fachruddin.

Gus Dur adalah cucu dari KH Hasyim Asyhari. KH Hasyim Ashhari adalah pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Gus Dur kemudian pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU, dan juga pernah menjadi Presiden Republik Indonesia.

Pak AR Fachruddin yang akrab disapa Pak AR, adalah mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. AR itu singkatan dari Abdul Rozak. Jadi nama lengkapnya Abdul Rozak Fachruddin.

Pak AR menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai tahun 1968 sampai tahun 1990. Artinya beliau menjabat Ketua PP Muhammadiyah selama 22 tahun.

Mengapa beliau begitu lama menjadi Ketua Muhammadiyah? Apakah tidak ada yang mampu menggantikannya? Apakah karena beliau ngotot terus menerus menjadi Ketua Muhammadiyah?

Beliau lama menjabat Ketua Muhammadiyah karena memang tidak ada yang mau menggantikannya. Setiap pemilihan, beliau menyatakan tidak bersedia lagi dan meminta kesediaan pengurus lain untuk menjadi ketua, tapi tidak ada yang mau, akhirnya ia menjabat Ketua Muhammadiyah selama 22 tahun.

Dikisahkan pada suatu hari, di bulan Ramadhan, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengundang Pak AR ke Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Tiba waktu tarawih, Gus Dur mempersilakan Pak AR memimpin shalat tarawih yang dihadiri ribuan jamaah, yang tentu saja mereka adalah warga NU.

Ada perbedaan mencolok antara Muhammadiyah dan NU dalam hal shalat tarwih. Muhammadiyah itu memilih shalat tarawih 11 rakaat, yaitu delapan rakaat shalat tarawih ditambah tiga rakaat shalat witir.

Sedangkan NU, memilih shalat tarawih sebanyak 23 rakaat, yaitu 20 rakaat shalat tawarih ditambah tiga rakaat shalat witir.

Sebelum mulai shalat tarawih, Pak AR yang diminta oleh Gus Dur menjadi imam, bertanya kepada jamaah.

“Ini mau tarawihnya cara NU (yang 23 rakaat), atau cara Muhammadiyah (yang 11 rakaat)?”

Mendengar pertanyaan itu, para jamaah yang berjumlah ribuan orang secara serentak dan sambil tersenyum menjawab, “NU……”  Maksudnya cara NU yang 23 rakaat.

Pak AR tersenyum kalem lalu menjawab secara santun, “Baik.”

Lalu dimulailah shalat tarawih. Cara Pak AR memimpin shalat ternyata sangat pelan, halus, kalem, tapi tidak membosankan. Karena shalatnya pelan dan kalem, baru delapan rakaat saja, durasinya sudah melampaui shalat tarawih ala NU yang berjumlah 23 rakaat.

Sebelum melanjutkan shalat, Pak AR berbalik ke arah jamaah dan mengajukan pertanyaan.

“Ini mau lanjut 23 rakaat ala NU atau ala Muhammadiyah?”

Kompak para jamaah menyahut, “Ala Muhammadiyah saja…..”

Itu artinya, jamaah meminta agar Pak AR langsung shalat witir saja. Pak AR pun menyetujui, diiringi tawa gelak semua orang.

Setelah selesai shalat tarawih delapan ditambah shalat witir tiga rakaat, Gus Dur langsung mengambil mikrofon dan berkata kepada para jamaah, di hadapan Pak AR.

“Baru kali ini ada sejarahnya warga NU di kandang NU, di-Muhammadiyah-kan secara massal oleh satu orang saja orang Muhammadiyah….”

Mendengar ucapan Gus Dur itu, serentak semua orang tertawa dan bertepuk-tangan....

Nasrun minallah wa fathum karib. Wabasysyiril mukminin. Fastabiqul khairat. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu....

--------

Artikel Bagian 1 

ALMARHUM Malik B Masry saat masih aktif. Mantan Walikota Makassar ini meninggal dunia di Makassar, Senin, 12 April 2021. (int) 

 









----

PEDOMAN KARYA

Kamis, 15 April 2021

 

 

Pak Malik B Masry

 

 

Oleh: Yasser Latief

(Anggota DPRD Parepare)


“Saat jabatanmu lepas, kau harus siap melayani diri sendiri. Tidak perlu kecewa, karena demikianlah sebagian karakter orang. Datang saat ada kepentingan, dan segera berlalu begitu merasa kita tak berguna lagi,” ujar HA Malik B Masry ringan, sambil menyetir mobilnya, menyusuri jalanan di Kota Makassar. 

Tak ada nada kecewa. Air mukanya tenang. Kalimat itu terlontar karena menjawab pertanyaan saya,  “Apa yang berbeda setelah tidak lagi menjabat Walikota Makassar?”

Lelaki yang menyopiri saya ini memang baru beberapa bulan melepaskan jabatan sebagai Walikota Makassar periode 1994-1999.  Tak ada sopir dan ajudan yang menemani, seperti halnya saat ia masih menjadi “orang nomor satu” di Makassar.

Kami hanya berdua. Sekadar keliling kota saja sambil bercerita dengan berbagai tema, kemudian singgah makan coto atau makan di restoran favoritnya. Setelah itu, ia mengantar saya pulang...

***

Saya mulai intens bersentuhan dengan Pak Malik saat teman-teman mengamanahi saya sebagai Ketua PP Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap di Makassar, periode 1996-1998, dan di saat sama saya juga menjadi wartawan Harian Fajar.

Di mata kami mahasiswa asal Sidrap, Pak Malik bukan hanya sebagai walikota, melainkan juga adalah senior yang membanggakan dan penuh perhatian.

Atas jasa beliaulah sehingga seluruh asrama mahasiswa Sidrap mendapat sambungan telepon, yang memudahkan kami berkomunikasi dengan keluarga di kampung. Belakangan, ia juga memfasilitasi sejumlah asrama mahasiswa dari daerah lain.

Dan di mata jurnalis, ia adalah narasumber yang menarik, karena memimpin Kota Makassar dengan penuh inovasi, tegas, mengayomi, juga kadang dinilai kontroversi oleh sebagian orang.

***

Selanjutnya, kebersamaan kami terus terjalin.  Hingga Pak Malik ditugaskan sebagai Waka Kapet Parepare yang berada di bawah Irjen Kementerian PPKTI, pengusaha tambak, ataupun pemilik pesantren. Pak Malik tetap sering mengajak saya dalam aktivitasnya.

Menjadi luar biasa bagi saya karena ia selalu mengenalkan saya dengan penuh sanjungan, “Ini adek kita. Generasi muda potensial. Bla...bla...bla...”

Kalimat itu ia sampaikan saat mengenalkan saya dengan sejumlah tokoh. Di antaranya Pak Arnold Baramuli, Menteri PPKTI, Gubernur Sulsel Pak Amin Syam, maupun di depan para ustadz dan santri pesantren Rahmatul Asri di Maroanging, Enrekang. Kalimat yang membuat saya langsung mengkerut dengan lutut yang gemetar.

Hal yang berbeda ketika Pak Malik menyebut dirinya  sendiri, “Saya Malik. Bla...bla..bla..” Tak pernah ia menyebut pak atau embel-embel lain di depan namanya saat mengenalkan diri.

***

Senin, 12 April 2021, saya membaca kabar duka tentang berpulangnya ke rahmatullah, Bapak HA Malik B Masry, di RS Siloam, Makassar, akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Innalillahi wainna ilaihi raji'un.  Saya kaget sekaligus sedih. Sangat sedih, karena saya tidak tahu beliau sakit. Bagi saya, Pak Malik adalah orang tua, kakak, sekaligus guru. Saya menyesal tak pernah menemuinya setahun terakhir karena merebaknya Covid-19.

Alhamdulillah, saya bisa mengikuti prosesi pemakamannya di belakang masjid di lokasi Pondok Pesantren Rahmatul Asri, Enrekang, bersama orang-orang yang mencintainya. 

Selamat jalan Pak Malik. Ayahanda, kakanda, sekaligus guru bagi saya. Banyak pelajaran yang telah engkau torehkan. Insya Allah itu akan menjadi amal jariyah. Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. ***


PERSIAPAN PON. Ketua Komite Pengawas Satgas PON Sulsel, HM Roem (kedua dari kanan) memimpin Rapat Panitia Satuan Tugas (Satgas) PON XX/2021 Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 13 April 2021. (Foto: M Dahlan Abubakar)


 


------

Selasa, 13 April 2021

 

 

Atlet PON Sulsel Hadapi Pandemi Covid-19 dan Penyakit Malaria di Papua

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Atlet-atlet Sulsel dan atlet-atlet dari seluruh provinsi di Indonesia akan menghadapi dua tantangan sekaligus pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, di Papua, 02-13 Oktober 2021.

Kedua tantangan tersebut yaitu pandemi Covid-19 dan penyakit malaria. Namun Papua sebagai tuan rumah, telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, antara lain akan melakukan vaksinasi terhadap warga setempat dan juga melakukan fogging untuk memberantas penyakit malaria.

“Setiap anggota kontingen yang mengikuti PON XX di Papua, harus dipastikan telah divaksinasi dan negatif Covid-19,” ujar Anggota Komite Pengawas Satgas PON XX Sulsel, Ariadi Arsal, dalam Rapat Panitia Satuan Tugas (Satgas) PON XX/2021 Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 13 April 2021.

Ariady yang mantan Anggota DPRD Sulsel dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengemukakan hal tersebut setelah dirinya selaku salah seorang delegasi Sulawesi Selatan menghaadiri “Chief de Mission (CDM) Meeting” di Kota Jayapura, Papua, 6 - 10 April 2021.

“Akomodasi lebih banyak nonhotel, seperti di asrama TNI, asrama Polri, dan di sekolah-sekolah. Panitia juga menyediakan hotel bintang tiga bagi kontingen,” ungkap Ariady, yang hadir dalam “Chief de Mission (CDM) Meeting” itu bersama Prof Andi Ihsan (Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel), dan Syamsuddin Umar (Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binres) KONI Sulsel.

Dia mengatakan, tuan rumah menyiapkan sarana transportasi dan akomodasi yang disesuaikan dengan lokasi pertandingan setiap kontingen. PON XX diperkirakan diikuti 9.000 atlet orang, namun pada saat pembukaan berlangsung, peserta upacara setiap kontingen dibatasi dan diwwakili masing-masing 50 peserta.

Panitia juga menjamin lokasi akomodasi dan pertandingan dapat diakses paling lama 30 menit. Ketika tiba di Bandara Sentani Jayapura, seluruh kontingen akan langsung dipisahkan dari penumpang umum ke Landasan Udara TNI Angkatan Udara Sentani. Bandara ini termasuk kelas 1A dan terletak 40 km dari Kota Jayapura.  

“Papua tetap ingin pertandingan-pertandingan seluruh cabang olahraga PON XX dapat disaksikan dengan semeriah mungkin oleh penonton yang tentu saja sudah menjalani vaksinasi dan bebas Covid,” imbuh Ariady.

Sebagaimana diketahui, pertandingan-pertandingan cabang olahraga pada PON XX akan dilangsungkan pada empat lokasi, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Rapat Panitia Satuan Tugas (Satgas) PON XX/2021 Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 13 April 2021, dipimpin Ketua Komite  Pengawas, HM Roem, didampingi Ariady Arsal, Prof Musakkir dan Andi Arwin Azis selaku Wakil Ketua Satgas, serta diikuti sejumlah anggota Satgas. (win)

----

Berita Terkait:

“Ikan itu, segemuk-gemuknya ikan, pasti ada tulangnya. Sekurus-kurusnya ikan, pasti ada dagingnya,” kata Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)






-------

PEDOMAN KARYA

Selasa, 13 April 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Pelajaran apa yang Bisa Kita’ Ambil dari Ikan?

 

 

“Sambil menunggu buka puasa, saya mau tanyakki’,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngobrol-ngobrol sore jelang waktu berbuka puasa, di teras belakang rumah Daeng Tompo’.

“Oke, silakan bertanya, tapi janganki’ matematika nah?” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Bukanji,” kata Daeng Tompo’ balas tersenyum.

“Oke, apa pertanyaanta’?” ujar Daeng Nappa’ masih sambil tersenyum.

“Pelajaran apa yang bisa kita’ ambil dari ikan?” tanya Daeng Tompo’.

“Ikan di laut itu lahir dan besar di laut. Laut itu airnya asin. Tapi daging ikan tetap tawar, padahal mereka hidup di air asin,” jawab Daeng Nappa’.

“Kalau itu, semua orang sudah tahu. Apa lagi yang lain?” tanya Daeng Tompo’.

“Ampunma’. Tidak bisama’ terlalu berpikir belah, karena puasaki’ dan hampirmi buka inie,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Ikan itu, segemuk-gemuknya ikan, pasti ada tulangnya. Sekurus-kurusnya ikan, pasti ada dagingnya,” kata Daeng Tompo’.

“Artinya?” tanya Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Setiap orang punya keburukan, dan setiap orang pasti memiliki sisi kebaikan dalam dirinya,” tutur Daeng Tompo’.

“Kayaknya masih perlu penjelasan lebih lanjut,” kata Daeng Nappa’ penasaran.

“Temukanlah kebaikan dari orang yang dianggap buruk dalam pandangan matamu, dan carilah keburukan dalam dirimu, lalu berusahalah untuk memperbaikinya,” papar Daeng Tompo’.

“Jagota’ kurasa ini belah. Kayaknya bisamaki’ jadi penceramah tarwih,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Ini sebenarnya rahasia, tapi tidak apa-apa kukasittaukki’. Ini yang kutanyakanki’, barusan kubaca di grup WA,” kata Daeng Tompo’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

-----

Selasa, 13 April 2021

@TettaTompo


"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)







-----

PEDOMAN KARYA

Selasa, 13 April 2021


KALAM


Diwajibkan Atas Kamu Berpuasa



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ 

yaaa ayyuhallaziina aamanuu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alallaziina ming qoblikum la'allakum tattaquun


"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)




BALAPAN LIAR. Jajaran Satlantas Polres Gowa bersama personil Denpom Divif 3 Kostrad menjaring 103 unit sepeda motor dalam razia aksi balapan liar yang dilakukan ratusan pemuda, di jalan poros menuju objek wisata Padivalley Golf Club, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Ahad, 11 April 2021. (ist)
 




------------

Senin, 12 April 2021

 

 

Balapan Liar di Pattallasang, Polres Gowa Jaring 103 Sepeda Motor

 

 

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Jajaran Satlantas Polres Gowa bersama personil Denpom Divif 3 Kostrad menjaring 103 unit sepeda motor dalam razia aksi balapan liar yang dilakukan ratusan pemuda, di jalan poros menuju objek wisata Padivalley Golf Club, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Ahad, 11 April 2021.

“Kami menggelar razia sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang merasa terganggu dengan aksi balap liar dan free style pada jam-jam tertentu,” kata KBO Satlantas Polres Gowa, Iptu Ida Ayu Made SH, kepada wartawan Senin, 12 April 2021.

Dari 103 sepeda motor berbagai merk itu, kata Ida Ayu, rata rata sudah diracing atau dimodifikasi, dan semuanya diamankan di Polres Gowa.

“Pelaku balap liar didominasi pelajar SMA sederajat dan itu terbukti setelah personil Satlantas Polres Gowa memeriksa kelengkapan surat surat kendaraan dan identitas yang bersangkutan,” kata Ida Ayu.

Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Mustari SH, menghimbau kepada pelaku balap liar  untuk tidak lagi melakukan aksi serupa, karena dapat membahayakan pengguna jalan lain dan dapat berakibat fatal terhadap pelaku balap liar. (lom)




PEDOMAN KARYA

Senin, 12 April 2021


KALAM


Peliharalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka


-----

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

(QS 66 / At-Tahrim: Ayat 6)