Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

“Kapan? Berapa orang kodong?” tanya Daeng Nappa’.

“Kemarin. Tiga orang mati, ada juga yang luka kritis,” kata Daeng Tompo’.

“Berarti baku tembak dengan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata),” kata Daeng Nappa’ dengan nada tanya.

“Betul, kan memang itumi musuhnya yang nyata to? Dan memang mereka terang-terangan menyatakan perang dengan Indonesia,” kata Daeng Tompo’.


------- 

PEDOMAN KARYA

Jumat, 28 Januari 2022

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Adami Seng Tentara Ditembak di Papua

 

 

“Adami seng tentara yang ditembak di Papua,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi malam di teras rumah Daeng Tompo’.

“Tentara Indonesia?” tanya Daeng Nappa’.

“Pastimi. Masak mau tentara China ditembak di Papua. Sembarang tong itu kita’ pertanyaanta’,” jawab Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Kapan? Berapa orang kodong?” tanya Daeng Nappa’.

“Kemarin. Tiga orang mati, ada juga yang luka kritis,” kata Daeng Tompo’.

“Berarti baku tembak dengan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata),” kata Daeng Nappa’ dengan nada tanya.

“Betul, kan memang itumi musuhnya yang nyata to? Dan memang mereka terang-terangan menyatakan perang dengan Indonesia,” kata Daeng Tompo’.

“Tapi ini di medsos, kenapa tiba-tiba banyak berita tentang pondok pesantren yang disebut-sebut berafiliasi dengan organisasi terlarang ISIS?” tanya Daeng Nappa’.

“Mungkin itumi yang disebut pengalihan isu,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum, sementara Daeng Nappa’ langsung menggaruk kepalanya. (asnawin)

 

Selamat malam

Kamis, 28 Januari 2022


-----

Obrolan sebelumnya:

Setelah Varian Omicron akan Muncul Varian Sinetron 

Terjadi Lagi, Penganiayaan Terhadap Imam Masjid

NILAI TERTINGGI. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Bulukumba, Hj Darmawati, menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Subhan Djoer, pada acara Penyerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021, di Hotel Four Point Makassar, Kamis, 27 Januari 2022. (ist)





-------- 

Jumat, 28 Januari 2022

 

 

Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2021, Bulukumba, Luwu Utara, dan Enrekang Tertinggi di Sulsel

 

 

Selayar dan Tana Toraja Paling Rendah

Dinas Pendidikan 20 Daerah Zona Merah

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Enrekang menempati peringkat pertama, kedua, dan ketiga dalam Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2021.

Kabupaten Bulukumba menempati peringkat pertama dengan nilai 87,83, Luwu Utara peringkat kedua dengan nilai 85,85, dan Kabupaten Enrekang peringkat ketiga dengan nilai 82,62.

Ketiga kabupaten itu pun memperoleh piagam penghargaan dari Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, pada acara Penyerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021, di Hotel Four Point Makassar, Kamis, 27 Januari 2022.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Subhan Djoer, mengatakan, Hasil Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dibagi tiga kategori, yakni Kategori Zona Hijau, Kategori Zona Kuning, dan Kategori Zona Merah.

Zona Hijau berarti berada pada posisi kepatuhan tinggi, Zona Kuning berarti berada pada posisi kepatuhan sedang, sedangkan Zona Merah berarti berada pada posisi kepatuhan rendah.

Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Enrekang masuk kategori Zona Hijau, masing masing Kabupaten Bulukumba dengan nilai 87,83, Luwu Utara 85,85 dan Kabupaten Enrekang dengan nilai 82,62.

Sebanyak 19 Kabupaten berada pada Zona Kuning, dan dua kabupaten berada pada Zona Merah, yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar dengan nilai 45,68, dan Kabupaten Tana Toraja dengan nilai 31,97.

Khusus Bulukumba, hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 yang meraih Zona Hijau (kepatuhan tertinggi) yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan nilai rata-rata 95,56, Dinas Kesehatan dengan nilai rata-rata 91,65, kemudian Disdukcapil dengan nilai 87,64.

Selanjutnya, Zona Kuning (kepatuhan sedang) yaitu Puskesmas dengan nilai rata-rata 64,15, serta Dinas Pendidikan dengan nilai rata-rata 54,81.

 

Dinas Pendidikan 20 Daerah Zona Merah

 

Subhan mengatakan, sesuai hasil rekap unit layanan yang masuk Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah pada penilaian kepatuhan tahun 2021, unit layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terdapat 1 Zona Merah, kemudian 7 Zona Kuning, dan 16 Zona Hijau.

Pada Dinas Pendidikan, terdapat 20 Zona Merah, 4 Zona Kuning, dan 0 Zona Hijau. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terdapat 8 Zona Merah, 10  Zona Kuning, dan 6 Zona Hijau.

Dinas Kesehatan terbagi 4 Zona Merah, 10 Zona Kuning, dan 9 Zona Hijau, dan Puskesmas terbagi 8 Zona Merah, 13 Zona Kuning, dan 3 Zona Hijau.

Di hadapan para penerima Rapor, Subhan menyarankan agar Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pembinaan terhadap pimpinan unit layanan publik yang memperoleh predikat kepatuhan rendah atau Zona Merah, sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap upaya pemenuhan komponen pelayanan standar.

Selain itu, memanfaatkan hasil penilaian kepatuhan tahun 2021 sebagai bahan evaluasi dalam pemenuhan standar pelayanan sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Silakan melakukan koordinasi dengan Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, guna memperoleh pendampingan dalam implementasi amanat Undang-undang 25, khususnya dalam menyusun, menetapkan, dan menerapkan standar pelayanan publik,” pesan Subhan.

Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, katanya, dilaksanakan sejak bulan Mei hingga Oktober 2021, sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan public.

 

Didaulat Memberikan Testimoni

 

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Bulukumba, Hj Darmawati, diundang menerima piagam dan rapor hasil penilaian kepatuhan tentang standar pelayanan penyelenggara pelayanan, selanjutnya didaulat menyampaikan testimoni.

Darmawati pun menyampaikan terima kasih kepada Ombudsman RI Perwakilan Sulsel yang telah melakukan evaluasi secara obyektif pada 2021 lalu, dengan hasil yang menggembirakan, dimana Kabupaten Bulukumba menempati urutan pertama dengan nilai tertinggi di Sulawesi Selatan.

Dia mengatakan, perolehan hasil yang diraih Bulukumba pada tahun 2021 dengan predikat Zona Hijau dengan nilai tertinggi, berkat kerja keras tim, khususnya pada pelayanan publik, dan bimbingan serta arahan Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Edy Manaf, yang selama ini aktif memantau, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Zona Hijau yang diraih Kabupaten Bulukumba tentunya menjadi motivasi dan tantangan untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, dan kami tetap berharap pihak Ombudsman tetap memberikan masukan atau saran kepada kami, agar kami bisa berbuat lebih baik lagi,” kata Darmawati. (dar)

Illustrasi tentara Israel dan orang Israel mengganggu wanita muslimah. Pada zaman Rasulullah, beberapa orang Yahudi menginginkan seorang wanita muslimah untuk membuka penutup mukanya, tetapi wanita itu menolak. Tanpa diketahui oleh wanita itu, secara diam-diam tukang sepuh itu menyangkutkan ujung pakaian yang menutup seluruh tubuh wanita Arab itu pada bagian punggungnya. Ketika wanita itu berdiri terbukalah aurat bagian belakangnya.



------ 

PEDOMAN KARYA

Jumat, 28 Januari 2022

 

Kisah Nabi Muhammad SAW (86):

 

 

Orang-orang Yahudi Madinah Lecehkan Perempuan Muslim, Rasulullah Langsung Kerahkan Pasukan

 

 

Penulis: Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi

 

Mereka kemudian menangis dan saling berangkulan antara kaum Aus dan kaum Khazraj, kemudian meninggalkan tempat bersama Rasulullah ﷺ dengan penuh ketaatan. Allah telah memadamkan dari mereka tipu daya musuh Allah, Ibnu Qais.

Itulah, apa yang dilakukan dan diupayakan oleh Yahudi untuk menimbulkan keresahan dan permusuhan di tengah-tengah kaum muslim, dan menghalangi jalan dakwah Islam. Dalam hal ini, mereka memiliki berbagai program. Mereka menebarkan berbagai isu, beriman pada pagi hari dan kufur di sore harinya, untuk menanamkan benih-benih keraguan di dalam hati kaum yang lemah.

Mereka mempersempit jalan-jalan kehidupan terhadap orang yang memiliki hubungan keuangan dengan mereka. Apabila mereka mempunyai tanggungan hutang kepada orang mukmin dan tidak dapat melunasinya, mereka mengatakan sesungguhnya hutangku kepadamu hanya kubayar ketika kamu masih berada di atas agama nenek moyangmu, apabila kamu telah keluar dari agama nenek moyangmu tidak akan kubayar lagi.

Mereka melakukan itu sebelum Perang Uhud sekali pun mereka terikat perjanjian dengan Rasulullah ﷺ. Rasulullah dan para sahabat tetap bersabar atas hal itu semua, agar mereka mau sadar, selain untuk mewujudkan keamanan di dalam negeri.

Tetapi, mereka tidak melihat bahwa Allah telah menolong orang-orang yang beriman di medan Badar dan mereka telah memiliki kekuatan dan kewibawaan orang-orang yang jauh maupun yang dekat. Maka mereka menyatakan kejahatan dan permusuhannya secara terang-terangan.

Orang Yahudi yang paling dengki dan paling jahat adalah saat Kaab bin Asyraf, sebagaimana halnya Bani Qainuqa merupakan kelompok yang paling jahat di antara ketiga kelompok Yahudi.

Bani Qainuqa tinggal di dalam Madinah. Profesi mereka adalah tukang sepuh dan pembuat bejana. Dengan profesi tersebut setiap orang dari mereka memiliki alat-alat perang. Jumlah prajurit mereka adalah 700 orang. Mereka adalah Yahudi Madinah yang paling berani dan Yahudi pertama yang melanggar perjanjian.

Ketika Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin di Badar, ulah mereka semakin brutal. Mereka membangkitkan keributan dengan mencela dan mengganggu setiap muslim yang mendatangi pasar mereka, sampai mereka berani mengganggu para wanita kaum muslimin.

Tatkala kejahatan mereka sudah memuncak, Rasulullah ﷺ mengumpulkan mereka, menasehati mereka, dan mengajak mereka kepada kebenaran. Tetapi kejahatan dan kesombongan mereka semakin menjadi.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dari jalur Ibnu Abbas رضي الله عنه  berkata,

“Setelah Rasulullah ﷺ berhasil menundukkan orang-orang Quraisy dalam Perang Badar, beliau mengumpulkan orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa dan berkata, ‘Wahai orang-orang Yahudi, masuklah ke dalam Islam sebelum kalian ditimpa oleh apa yang telah menimpa kaum Quraisy.”

Mereka mengatakan, “Hai Muhammad, janganlah engkau membanggakan kemenangan terhadap kaum Quraisy. Mereka itu tidak mengerti ilmu peperangan. Seandainya kami yang engkau hadapi dalam peperangan, niscaya engkau akan mengetahui siapa sebenarnya kami.”

Kemudian Allah تَعَالَى menurunkan ayat

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya. (Surah Ali 'Imran 3:12)

 

“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.” (Surah Ali 'Imran 3:13)


Makna jawaban dari Bani Qainuqa itu merupakan pernyataan terbuka untuk berperang,  tetapi Nabi ﷺ menahan amarahnya dan bersabar, demikian pula kaum muslimin. Mereka menunggu sampai orang-orang Yahudi berbuat kejahatan melampau batas.

Orang-orang Yahudi dari Bani Bani Qainuqa bertambah berani. Tidak lama kemudian mereka berbuat kerusuhan di Madinah. Mereka berusaha untuk membinasakan kaum Muslimin dan menutup celah-celah kehidupan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam dari Abu Aun bahwasanya seorang wanita Arab datang ke pasar Bani Qainuqa untuk menjual barang dagangannya. Dia mendatangi tukang sepuh dan duduk di sana.

Tiba-tiba beberapa orang Yahudi menginginkan wanita itu untuk membuka penutup mukanya, tetapi wanita itu menolak. Tanpa diketahui oleh wanita itu, secara diam-diam tukang sepuh itu menyangkutkan ujung pakaian yang menutup seluruh tubuh wanita Arab itu pada bagian punggungnya. Ketika wanita itu berdiri terbukalah aurat bagian belakangnya.

Orang-orang Yahudi yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. Wanita itu kemudian berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan itu salah seorang dari kaum Muslimin menyerang tukang sepuh Yahudi itu dan membunuhnya.

Orang-orang Yahudi yang berada di tempat itu kemudian mengeroyoknya dan membunuhnya. Peristiwa itulah yang menyebabkan terjadinya peperangan antara kaum muslimin dan orang-orang Yahudi dari Bani Qainuqa.

Melihat peristiwa biadab yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dari Bani Qainuqa, Rasulullah hilang kesabaran. Beliau menyerahkan urusan Madinah kepada Abu Lubabah bin Abdul Mundzir, menyerahkan bendera kaum muslimin kepada Hamzah bin Abdul Muthalib, dan bersama tentara Allah beliau berangkat menuju Bani Qainuqa.

Ketika Yahudi dari Bani Qainuqa melihatnya, mereka segera berlindung di dalam benteng-benteng mereka. (bersambung)


------

Kisah sebelumnya:

Bertekad Membunuh Rasulullah, Umair bin Wahab Malah Masuk Islam

Kaum Muslimin Menang di Perang Badr, Banyak Orang Berpura-pura Masuk Islam

REKTOR TERPILIH. Prof Jamaluddin Jompa (foto tengah) terpilih sebagai Rektor Unhas Periode 2022-2026. Gambar kiri atas suasana perhitungan suara, kanan atas Ketua MWA Unhas Komjen Pol (Purn) Drs Dr (HC) Sjafruddin MSi, kanan bawah Ketua IKA Unhas HM Jusuf Kalla, dan kiri bawah Prof Budu dan Prof Farida Patittingi, pada Pemilihan Rektor Unhas, di Kampus Unhas, Kamis, 27 Januari 2022.


----- 

PEDOMAN KARYA

Jumat, 28 Januari 2022

 

Mengenal Prof Jamaluddin Jompa (1):

 

 

Jamaluddin Jompa, Anak Tentara Kelahiran Takalar Yang Terpilih Jadi Rektor Unhas Makassar

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Prof Jamaluddin Jompa terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar periode 2022-2026, setelah mengungguli dua kandidat rector lainnya, Prof Budu dan Prof Farida Patittingi.

Dalam Pemilihan Rektor di Ruang Rapat Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Makassar, Kamis, 27 Januari 2022, Prof Jamaluddin Jompa meraih 11 suara, sedangkan Prof Budu 9 suara, dan Prof Farida Patittingi 5 suara.

Prof Jamaluddin Jompa saat ini menjabat Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas dan juga Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan / Penasihat Bidang Ekologi Kelautan, Prof Budu saat ini menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, sedangkan Farida Patittingi saat ini menjabat Dekan Fakultas Hukum Unhas.

Pemilihan Rektor Unhas dipimpin Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Komjen Pol (Purn) Drs Dr (HC) Sjafruddin MSi, dipandu oleh Direktur Komunikasi Unhas, Ir Suharman Hamzah PhD, serta dihadiri para Anggota Majelis Wali Amanah yang berjumlah 19 orang.

Mereka antara lain Drs HM Jusuf Kalla (sebagai Ketua IKA Unhas), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang diwakili oleh Kepala Biro SDM, Dra Dyah Ismayanti MEd, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Prof Dr drg Chairul Tanjung, Sofyan Wanandi (tokoh masyarakat), dan Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Palubuhu.

Turut hadir dua mantan Rektor Unhas, yakni Prof Basri Hasanuddin, dan Prof Idrus A Paturusi, para wakil rektor, para dekan, serta pimpinan lembaga di lingkup Unhas. Rapat juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Hasanuddin.

Pemilihan Rektor Unhas Periode 2022-2026 diawali dengan pemaparan kertas kerja oleh masing-masing calon rektor. Kemudian dilanjutkan dengan pendalaman oleh anggota MWA, yang dipandu oleh Prof Irawan Jusuf.

Pemilihan Rektor Unhas Periode 2022-2026 merupakan tahap ketujuh dari seluruh rangkaian pemilihan. Tahapan terakhir, yaitu Pelantikan Rektor Unhas Periode 2022-2026, dijadwalkan pada tanggal 28 April 2022 oleh Majelis Wali Amanat (MWA).

 

Anak Tentara

 

Dari hasil penelusuran di berbagai media daring, Jamaluddin Jompa adalah pria kelahiran Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, 08 Maret 1967. Ayahnya adalah seorang tentara yang sering berpindah tugas.

Karena ayahnya sering berpindah tugas, Jamaluddin Jompa pun terpaksa ikut pindah sekolah dimana ayahnya bertugas. Jamaluddin awalnya bersekolah di SD di Sampeang, Destamar, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

“Saya memulai Pendidikan Sekolah Dasar di Sampeang, Kabupaten Bulukumba. Awalnya saya hanya ikut-ikutan karena belum cukup umur, tapi karena saya dianggap serius dan cukup berprestasi, maka saya juga ikut naik kelas dua dan seterusnya,” ungkap Jamaluddin, dalam sebuah wawancara yang dimuat identitasunhas.com.

Belum tamat SD, tepatnya saat duduk di bangku kelas 4, ayahnya pindah tugas ke Pinrang, dan Jamaluddin pun pindah ke Pinrang. Ia dimasukkan SD 13 Pinrang, tapi hanya beberapa bulan, ayahnya dipindahkan lagi dengan tugas Babinsa (Bintara Pembina Desa TNI Angkatan Darat) dan menetap di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

Karena ayahnya pindah tugas lagi, maka Jamaluddin pun terpaksa pindah lagi sekolahnya di Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

“Maka jadilah saya harus pindah untuk yang ke tiga kalinya saat masih duduk di kelas 4 SD,” ungkap Jamaluddin.

Setelah itu, ia lanjut ke SMP 2 Pinrang, kemudian melanjutkan ke SMA 243 Pinrang (sekarang SMA Negeri 1 Pinrang).

Jamaluddin kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP 2 Pinrang, kemudian ke SMA 243 Pinrang (kini SMA Negeri 1 Pinrang). Seusai tamat SMA pada 1985, ia kuliah di Unhas dengan memilih Jurusan Perikanan dan meraih gelar sarjana pada tahun 1989.

“Yang paling berkesan, walaupun kesannya agak menderita, adalah saat masih duduk di bangku SMA. Idealnya anak-anak SMA harus fokus belajar agar dapat lulus masuk perguruan tinggi favorit. Sebenarnya saya pun telah belajar sungguh-sungguh. Sayang sekali, saya masih harus membagi waktu bekerja di sawah setelah pulang sekolah. Hal ini tentu tidak mudah, sehingga dalam banyak kesempatan, saya harus membawa buku ke sawah. Saya manfaatkan kesempatan membaca buku di sawah. Walaupun perjuangannya berat, bahkan saya harus menjalani ujian akhir dalam kondisi sakit, namun alhamdulillah, saya berhasil lulus ujian nasional dengan nilai terbaik pada saat itu,” kata Jamaluddin. (asnawin aminuddin, bersambung)


-----

Baca juga:

Penarikan Nomor Urut Calon Rektor Unhas, Budu Nomor 2, Farida Nomor 1, Jamaluddin Nomor 3

Prof Budu Raih Suara Terbanyak Penyaringan Calon Rektor Unhas

Armin Arsyad Pendaftar Pertama Calon Rektor Unhas

SOSIALISASI VAKSINASI. SD Hang Tuah Makassar melakukan Sosialisasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun kepada para orang tua murid selama dua hari, Senin-Selasa, 24-25 Januari 2022, di sekolah yang berada di Jalan Serdako Usman Ali, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah. 






-------- 

Kamis, 27 Januari 2022

 

 

Vaksinasi Covid-19 Murid SD Hang Tuah Makassar Diawali dengan Sosialisasi

 

 

Gelar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 kepada Orang Tua Murid

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekolah Dasar (SD) Hang Tuah Makassar akan mengadakan vaksinasi Covid-19, pada Senin, 31 Januari 2022. Sebelumnya, sekolah ini pernah melakukan swab antigen dan GeNose bagi murid-muridnya.

Sebelum mengadakan vaksinasi, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan Sosialisasi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun kepada para orang tua murid selama dua hari, Senin-Selasa, 24-25 Januari 2022, di sekolah yang berada di Jalan Serdako Usman Ali, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah.

Kepala SD Hang Tuah, Arpin SPd MPd, mengaku gembira melihat orang tua yang sangat kooperatif dan mendukung kegiatan selama dua hari ini, yang terbukti ruang pertemuan terisi semua, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sekarang, tidak ada lagi orang tua yang diminta bertanda tangan. Yang penting mereka tahu jadwal vaksin dan anaknya diajak,” kata Arpin.

Sosialisasi dibawakan oleh Letda Laut (K/W) Aprillia Winda Rahmawati SFarm Apt, Paur Kestra Diskes Lantamal VI Makassar.

Aprillia mengakui tantangan yang dihadapi, karena harus membangun persepsi yang sama antara orang tua dan tenaga kesehatan (nakes), apalagi ini menyangkut kesehatan untuk anak.

Padahal, lanjutnya, orang tua dan keluarga perlu diperkuat. Dengan begitu, akan membentuk herd immunity di masa pandemi ini. Herd immunity dimaksud adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu.

“Ini tantangan nakes, soal kesadaran dan penyamaan persepsi. Sehingga vaksinasi akan berjalan baik,” kata Aprilia.

Sejauh ini, respons yang diberikan orang tua dinilai positif. Ini bisa dilihat dari banyaknya orang tua yang bersedia mengikutkan anaknya pada kegiatan vaksinasi, tapi PR bagi para nakes, katanya, harus memastikan bahwa anak yang akan ikut vaksin kondisi klinisnya baik dan sehat.

Kesiapan dan dukungan orang tua memang sangat diperlukan. Orang tua diharapkan bisa mendampingi anaknya saat vaksin. Juga anak mesti diperhatikan bahwa dia sudah sarapan pagi agar kondisinya fit.

Selain di SD Hang Tuah, Aprillia dan jajaran Diskes Lantamal VI Makassar, juga melakukan hal yang sama ke sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Hang Tuah, yakni SMP Hang Tuah dan SMA Hang Tuah.

Kegiatan Sosialisasi dan Vaksinasi Covid-19 merujuk pada Surat Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: SR.01.02/4/3309/2021 Perihal Penyampaian Keputusan Menteri Kesehatan Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Anak Usia 6-11 Tahun, tanggal 13 Desember 2021.

Surat itu ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi se-Indonesia dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Dalam surat itu antara lain disebutkan bahwa kegiatan vaksinasi sudah dimulai sejak Januari 2021.

Sampai saat ini, vaksinasi telah menyasar masyarakat berusia 12 tahun ke atas. Perluasan kelompok sasaran perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat. (rus)


-----

Baca juga:

Murid SD Hang Tuah Makassar Tampilkan Musikalisasi Puisi pada HUT Yayasan Hang Tuah 

SD Hang Tuah Makassar Juara I Lomba Pentas Seni