Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

 


PEDOMAN KARYA

Rabu, 12 Mei 2021

 

Kelong Pendidikan Religius (9):

 

 

Manna Majai Tedonnu, Mattambung Barang-barannu, Susajakontu Punna Tena Sikolanu

 

 

Oleh: Bahaking Rama

(Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)


“Nabilang Pak Ustadz, berbaik sangka dan do’akanlah para pemimpin kita, mulai dari presiden, gubernur, hingga bupati dan walikota, serta para pengambil kebijakan lainnya,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid. (Foto: Usman Baddu)




----------

PEDOMAN KARYA

Selasa, 11 Mei 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Sebenarnya Kita Selalu Berupaya Berbaik Sangka kepada Presiden

 

 

“Nabilang Pak Ustadz, berbaik sangka dan do’akanlah para pemimpin kita, mulai dari presiden, gubernur, hingga bupati dan walikota, serta para pengambil kebijakan lainnya,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid.

“Sudah benar itu imbauanna Pak Ustadz, dan sebenarnya kita selalu berupaya berbaik sangka kepada presiden, gubernur, bupati, dan walikota,” kata Daeng Nappa’.

“Tapi?: potong Daeng Tompo’.

“Tapi tidak semua pemimpin dan pengambil kebijakan itu, memberikan keteladanan kepada kita anak bangsa dan rakyat, malah kadang-kadang justru mengeluarkan kebijakan dan ucapan yang bikin kacau keadaan,” kata Daeng Nappa’.

“Nabilang Pak Ustadz, do'akanmi saja, mudah-mudahan mereka sadar dan mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk memimpin dengan baik dan benar, yang didasari niat baik,” kata Daeng Tompo’.

“Masih mempanji kah do’ayya? Jangan-jangan tidak mempanmi?” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Pokoknya kita’ do’akanmi saja,” kata Daeng Tompo’.

“Ku aminkami padeng do’ata’, amin,” kata Daeng Nappa’ masih sambil tersenyum. (asnawin)

 

@TettaTompo

Selasa, 11 Mei 2021


 

Senin, 10 Mei 2021

 

 

Sebelas Dosen Unismuh Makassar Lolos Jadi Asesor Sekolah dan Madrasah Wilayah Sulsel

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sebelas dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil lolos menjadi asesor sekolah dan madrasah Tahun 2021.

Berdasarkan informasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah sesuai yang ditampilkan pada laman https://bansm.kemdikbud.go.id/, kuota asesor sekolah dan madrasah untuk wilayah Sulawesi Selatan sebanyak 80 orang, dan 11 orang yang lolos berasal dari Unismuh Makassar.

Ke-11 dosen Unismuh yang lolos menjadi sesor sekolah dan madrasah tersebut yaitu Dr Andi Mulawakkan Firdaus (Pendidikan Matematika), Dr Nunung Anugrawati (Pendidikan Bahasa Inggris), Dr Agustan (Dosen S2 Pendidikan Dasar), Ardiana (Pendidikan Bahasa Inggris), Andi Bulkis Magfirah (Pendidikan Bahasa Inggris).

Dewi Hikmah (Pendidikan Fisika), Syarifah Aeni Rahman (PGSD), Andi Ardhilah Wahyudi (PGSD), Dian Safitri (Pendidikan Biologi), Nurindah (Teknologi Pendidikan), dan Syawaluddin Soadiq (Fakultas Pertanian).

Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse menyampaikan ucapan selamat kepada para dosen yang lulus seleksi.

“Selamat, semoga sukses mengabdikan diri dalam mengemban amanah, demi menjamin kualitas pendidikan Indonesia,” kata Ambo Asse, seraya mengingatkan agar para dosen yang terpilih senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Salah satu dosen yang lulus, Andi Mulawakkan Firdaus menjelaskan, sepuluh dari sebelas dosen Unismuh yang lolos sebagai asesor sekolah/madrasah merupakan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sedangkan satu orng lainnya adalah dosen Fakultas Pertanian.

Mulawakkan menjelaskan tahapan seleksi yang telah ia lalui diawali dengan tahap pengumuman dan sosialisasi (1-14 April 2021), seleksi administrasi (15-16 April 2021), pengumuman seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan tes substansi (24 April 2021). Hasil tes substansi diumumkan pada 27 April 2021.

“Tes substansi terdiri dari uji kognitif TKB, pengetahuan dan nonkognitif. Setelah itu, kami melalui tes wawancara pada 3-6 Mei 2021,” rinci Mulawakkan.

Dia mengatakan, seleksinya sangat kompetitif, karena mereka harus bersaing dengan sesama dosen baik PTN maupun PTS.

“Selain itu, kami bersaing dengan pengawas, widyaswara pendidikan,,hingga pengembang teknologi pendidikan,” Mulawakkan yang sehari-hari dosen Pendidikan Matematika Unismuh Makassar.

Mulawakkan dan asesor yang terpilih dari Unismuh lainnya selanjutnya akan bertugas di Sulawesi Selatan.

Alumni Program Doktor Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya ini menegaskan ketertarikannya menjadi asesor, merupakan upaya untuk terlibat langsung dalam perbaikan kualitas pendidikan.

“Ada empat aspek yang penting untuk membenahi pendidikan, yakni kebijakan, kepemimpinan kepala sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran. Semua hal itu, bisa diperkuat melalui proses akreditasi, dimana asesor memiliki peran penting dalam mengawalnya,” kata Mulawakkan. (zak)

 

YUDISIUM. Ketua Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makasaar, Nasrulhaq (keenam dari kanan) dan Sekretaris Prodi Nurdbiah (keenam dari kiri) foto bersama beberapa mahasiswa yang telah lulus yudisium, di Lantai 5 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Sabtu, 08 Mei 2021. (Foto: Nasrullah / Humas Unismuh Makassar)


 


-------

Senin, 10 Mei 2021

 

 

Prodi Ilmu Administrasi Unismuh Makassar Cukup Tinggi Peminatnya

 

 

Nurbiah: Prodi Ilmu Administrasi Negara Sudah Terakreditasi A

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, cukup tinggi peminatnya. Dalam tiga tahun terakhir, mahasiswa baru yang diterima pada prodi ini selalu di atas 200 orang.

Rinciannya, mahasiswa baru pada tahun akademik 2018/2019 sebanyak 244 orang, tahun akademik 2019/2020 sebanyak 295 orang, dan tahun akademik 2020/2021 sebanyak 220 orang.

“Alhamdulillah, peminat Prodi Ilmu Administrasi Negara Unismuh Makassar cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir,” kata Sekretaris Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unismuh Makassar, Nurbiah Tahir SSos MAP, kepada wartawan, di Lantai 5 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Sabtu, 08 Mei 2021.

Dia mengatakan, besarnya minat calon mahasiswa baru tersebut tidak terlepas dari promosi yang dilakukan para alumni, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp (WA), dan sebagainya.

Ditemui seusai menguji mahasiswa untuk ujian skripsi, Nurbiah mengatakan, menjelang wisuda Unismuh Makassar yang dijadwalkan pertengahan Juni 2021, ada 96 alumni Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makassar yang telah diyudisium dan siap menjalani prosesi wisuda.

“Alhamdulillah, tahun ini ada 96 mahasiswa kami yang telah diyudisium dan siap diwisuda, termasuk termasuk 16 mahasiswa yang telah menjalani ujian tutup pada hari ini (Sabtu, 08 Mei 2021, red),” sebut Nurbiah.

 

Akreditasi A

 

Prodi Ilmu Administrasi Negara Unismuh Makassar, katanya, sudah memperoleh nilai Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Saat ini ada 31 dosen tetap pada Prodi Ilmu Administrasi Negara, dan salah seorang di antaranya berpengkat guru besar, serta sebanyak 19 berkualifikasi doktor (S3), dan yang lainnya berkualifikasi magister, tapi sebagian di antara yang magister itu kini sedang melanjutkan kuliah doctoral,” papar Nurbiah.

Pada ujian tutup mahasiswa S1 yang digelar Sabtu, 08 Mei 2021, dosen yang bertugas melaksanakan sebagai penguji yaitu Dr Jaelan Usman, Dr Muhammad Yahya Mustafa, Drs H Ansyari Mone MPd, dan Nurbiah Tahir.

Ketua Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Fisip Unismuh Makasaar saat ini dijabat oleh Nasrulhaq SSos MAP. (zak)




PEDOMAN KARYA

Ahad, 09 Mei 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Bisana Kodong Bapaka Salah Sebut


 

“Bisana kodong bapaka salah sebut,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat duduk-duduk di masjid seusai shalat ashar berjamaah.

“Salah sebut apa?” tanya Daeng Tompo’.

“Pemerintah kan melarang orang mudik lebaran tahun ini,” kata Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Terus bapaka bilang silakan pesan makanan khas daerah secara online untuk dikirim sebagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung,” lanjut Daeng Nappa’.

“Terus dimana salahnya?” tanya Daeng Tompo’.

“Terus nasebutmi beberapa nama makanan khas daerah, salah satu makanan khas yang nasebut ternyata makanan yang dilarang bagi orang Islam,” tanya Daeng Tompo’.

“Deh patoa-toaina itu?” kata Daeng Tompo’ dengan nada agak tinggi.

 "Itumi kubilang, bisana kodong bapaka salah sebut," kata Daeng Nappa'.

"Bisana itu salah sebut, pasti nasengaja. Itu bapaka kan bukan orang bodoh, bukan boneka?" kata Daeng Tompo'.

“Istighfarki Daeng Tompo', bulan puasa inie,” kata Daeng Nappa’.

“Justru itu bapaka yang harus istighfar, malah harus bertobat,” kata Daeng Tompo’ masih dengan nada tinggi.

“Deh, barusanna ini susahki' diajak bicara. Biasanya kita' yang nasehatika,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Astaghfirullah,” ujar Daeng Tompo’ sambil mengusap dadanya. (asnawin)


@TettaTompo

Ahad, 09 Mei 2021