Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Penggiat literasi Makassar berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Maros, membantu menata Perpustakaan Sekolah Sekolah Dasar Negeri 57 Bulu-bulu, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Buku-buku, rak-rak, dan ruangan perpustakaan ditata dan dilakukan pemasangan sistem otomasi perpustakaan sekolah. (ist)





-------- 

Sabtu, 31 Juli 2021

 

 

Penggiat Literasi Makassar Bantu Tata Perpustakaan SDN 57 Bulu-bulu Maros

 

 

MAROS, (PEDOMAN KARYA). Penggiat literasi Makassar berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Maros, membantu menata Perpustakaan Sekolah Sekolah Dasar Negeri 57 Bulu-bulu, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.

Buku-buku, rak-rak, dan ruangan perpustakaan ditata dan dilakukan pemasangan sistem otomasi perpustakaan sekolah.

Penataan perpustakaan SDN 57 Bulu-bulu, yang kini di bawah pimpinan Kepala Sekolah Sri Wahyuni SPd MM, dilakukan pada Jumat, 30 Juli 2021. Penggiat literasi Makassar yang datang yaitu Melati Syahrir, Sitti Nurnisa Wirda Fausa, Meilda, dan Dini Nurul Nazhifah.

Melati Syahrir mengatakan, pembinaan perpustakaan sekolah ini dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, tentang Perpustakaan.

Dia mengatakan, Pasal 23 ayat (1) UU Perpustakaan menyatakan bahwa setiap sekolah / madrasah wajib menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.

“Perpustakaan SDN 57 Bulu-bulu memang masih perlu pembenahan, baik dari segi koleksi, sarana, pengelola, maupun dalam hal kegiatan literasi, terutama yang berkaitan dengan kegiatan peningkatan kegemaran membaca,” kata Melati Syahrir.

Tim Dinas Perpustakaan Kabupaten Maros dikoordinir oleh Burhanuddin. Sebagai pustakawan, Burhanuddin mengaku senang dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh teman-temannya sesama pustakawan dari Makassar.

Kepala UPTD SDN 57 Bulu-bulu, Kecamatan Marusu, Sri Wahyuni mengatakan, kehadiran perpustakaan di sekolahnya menjadi semangat baru bagi pengelola perpustakaan sekolah, serta para guru dan murid, karena rencanya pada tanggal 05 Agustus 2021, akan ada peluncuran sekolah digital oleh Bupati Maros, Chaidir Syam.

“Kami berharap perpustakaan sekolah kami semakin maju dan berkembang, sehingga memberi kemanfaatan bagi peserta didik pada khususnya, dan warga sekolah pada umumnya,” kata Sri Wahyuni. (mel)

LOLOS KE SEMIFINAL. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020, setelah pebulutangkis Denmark unggulan ketiga, Anders Antonsen, di Lapangan 1 Musashino Forest Plaza, Tokyo, Sabtu siang Wita, 31 Juli 2021. (int)


-----

Sabtu, 31 Juli 2021

 

 

Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia Lolos ke Semifinal Olimpiade Tokyo

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020, setelah pebulutangkis Denmark unggulan ketiga, Anders Antonsen, di Lapangan 1 Musashino Forest Plaza, Tokyo, Sabtu siang Wita, 31 Juli 2021.

Anthony Ginting mengalahkan Anders Antonsen dalam pertandingan rubber game dalam tempo 80 menit, dengan skor 21-18, 15-21, dan 21-18.

Pada babak semifinal nanti, Ginting selaku unggulan kelima akan berhadapan dengan pebulutangkis China, Chen Long, yang pada perempatfinal mengalahkan mengalahkan pebulutangkis Taiwan, Chou Tien Chen, dengan skor 21-14, 9-21, dan 21-14.

Pertemuan antara Anthony Ginting dengan Anders Antonsen di perempatfinal Olimpiade Tokyo merupakan pertemuan yang keempat. Dari empat kali pertemuan itu, Ginting selalu memang.

Keberhasilan Anthony Ginting ke semifinal sekaligus mengakhiri penantian selama 17 tahun publik Indonesia melihat tunggal putra Tanah Air di ajang Olimpiade.

Terakhir kali pemain tunggal putra bulutangkis Indonesia bertanding di semifinal Olimiade yaitu ketika Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro bertanding di Olimpiade Athena 2004.

Ketika itu, Taufik berhasil maju ke final dan merebut medali emas setelah mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan (Korsel), Shon Seung Mo, dalam dua game langsung dengan skor 15-8 dan 15-7, sedangkan Sony Dwi Kuncoro meraih medali perunggu.

Lima pemain tunggal putra Indonesia lainnya yang pernah lolos ke semifinal Olimpiade, yaitu Hermawan Susanto, Ardy B Winata, Alan Budikusuma, Heriyanto Arbi, dan Hendrawan. (lan)


Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil melaju ke final bulutangkis Olimpiade Tokyo, setelah pada pertandingan semifinal berhasil mengalahkan pasangan Korea Selatan,  Lee So-hee/Shin Seung-chan, di Lapangan 1 Musashino Forest Plaza, Tokyo, Sabtu pagi Wita, 31 Juli 2021. Inzet: pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.


----- 

Sabtu, 31 Juli 2021

 

 

Pebulutangkis Ganda Putri Indonesia Melaju ke Final Olimpiade Tokyo 2020

 

 

Ganda Putri Indonesia Pertama Kali Lolos ke Final Olimpiade

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil melaju ke final bulutangkis Olimpiade Tokyo, setelah pada pertandingan semifinal berhasil mengalahkan pasangan Korea Selatan,  Lee So-hee/Shin Seung-chan, di Lapangan 1 Musashino Forest Plaza, Tokyo, Sabtu pagi Wita, 31 Juli 2021.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang kini tercatat sebagai ganda putri peringkat ke-6 dunia itu, menang dengan skor 21-19, dan 21-17, dalam laga ketat yang berlangsung selama 71 menit.

Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi perbulutangkisan Indonesia, karena baru pada Olimpiade Tokyo inilah, Indonesia berhasil meloloskan pemainnya ke partai final ganda putri.

Pada babak final, Greysia/Apriyani akan bertanding melawan pemenang antara Kim So Yeong/Kong Hee Yong dan Chen Qingchen/Jia Yifan (China).

Dalam catatan sejarah olahraga bulutangkis Indonesia, nomor ganda putri merupakan satu-satunya nomor di mana Indonesia masih belum berhasil mendapatkan medali emas.

 

Ganda Putra Fokus Rebut Medali Perunggu

 

Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, kalah di semifinal dari pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan) dengan skor 11-21 dan 10-21, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jumat, 30 Juli 2021.

Ganda putra Indonesia lainnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, tersingkir pada babak perempatfinal dari ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), namun Aaron Chia/Soh Wooi Yik juga gagal melaju ke final setelah kalah dari ganda putra China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Dengan demikian, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, akan menjadi melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada partai perebutan medali perunggu pada Sabtu sore Wita.

“Terima kasih masyarakat Indonesia untuk dukungannya. Mohon maaf kami terhenti di semifinal. Mohon doanya untuk laga perebutan medali perunggu,” kata Hendra Setiawan.

Ahsan/Hendra sudah delapan kali bertemu pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dari delapan kali pertemuan itu, Ahsan/Hendra tujuh kali menang dan hanya satu kali kalah. (lan)

VERIFIKASI FAKTUAL. Wakil Ketua PWI Bidang Kesejahteraan H Mukhtar Arifuddin sebagai saksi Dewan Pers yang membantu dalam verifikasi faktual, foto bersama pemimpin perusahaan pemimpin rekdaksi, dan awak redaksi Media Sinergi di Wajo, Kamis, 29 Juli 2021. (ist)
 





------------

Sabtu, 31 Juli 2021

 

 

Dewan Pers Verifikasi Faktual Media Sinergi di Wajo

 

 

WAJO, (PEDOMAN KARYA). Dewan Pers sebagai salah satu lembaga yang mewakili pemerintah dalam pembinaan media cetak dan daring di Tanah Air terus berupaya melakukan verifikasi media untuk menentukan legalitas sebuah media.

Dalam masa pandemi Covid-19, verifikasi media terpaksa harus dilakukan secara virtual atau meeting zoom sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

Media Sinergi grup yang merupakan salah satu perusahaan media yang bergerak dalam bisnis informasi media cetak majalah dan media daring, kini sudah memasuki tahapan baru dengan dilakukannya verifikasi faktual di lapangan oleh Dewan Pers, meskipun verifikasi harus dilaksanakan secara virtual atau zoom, di Kabupaten Wajo, Kamis, 29 Juli 2021.

Adapun tahapan verifikasi faktual media cetak dan daring yang dikelola oleh Media Sinergi grup merupakan tahapan akhir, setelah dua media yang dikelola Media Sinergi grup yakni Media Sinergi cetak dan Media Sinergi daring dinyatakan lolos berkas administrasi untuk selanjutnya mengikuti verifikasi tahap akhir yakni verifikasi faktual langsung di Kantor Redaksi Media Sinergi Grup.

Proses jalannya verifikasi faktual Media Sinergi di Kabupaten Wajo, Dewan Pers menunjuk Wakil Ketua PWI Bidang Kesejahteraan H Mukhtar Arifuddin sebagai saksi Dewan Pers yang membantu dalam verifikasi faktual.

Adapun tim yang melakukan verifikasi faktual yang dilakukan secara virtual atau meeting zoom antara lain pesertanya adalah Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun, Ahmad Djauhar, Sri Lestari, Deritawati, dan Agusnia Ayu.

Tahapan verifikasi faktual diawali dengan verifikasi dari media cetak Media Sinergi yang langsung dilakukan tanya jawab dengan Pemimpin Redaksi Media Sinergi, H Manaf Rachman, setelah sebelumnya dilakukan verifikasi administrasi langsung kepada Pemimpin Perusahaan Media Sinergi Grup, dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual media daring Media Sinergi.co dalam bentuk tanya jawab dengan pemimpin redaksi Media Sinergi.co, H Ismail Asnawi.

Verifikasi faktual Media Sinergi cetak dan Media Sinergi daring berlangsung sekitar dua jam, dan Dewan Pers selain melakukan verifikasi, juga memberikan arahan tentang standar operasional media cetak dan media online.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, ketika menerima tim redaksi Media Sinergi grup yang dipimpin H Rukman Nawawi selaku pemimpin perusahaan, menyatakan sangat bangga dengan dilakukannya verifikasi faktual terhadap dua media yang dikelola oleh Media Sinergi Grup.

Menurut Amran, apa yang dilakukan oleh Dewan Pers terhadap media cetak dan daring merupakan salah satu bentuk untuk menjaga kualitas jurnalistik di Kabupaten Wajo, sehingga diharapkan media cetak dan media daring lainnya bisa mengikuti langkah yang dilakukan oleh Media Sinergi Grup.

“Kehadiran media cetak dan online yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers itu tentunya akan meningkatkan profesionalisme wartawan dan juga produk jurnalistik yang dihasilkan,” kata Amran. (asnawin)


JURU BICARA. Pemerintah pusat telah menunjuk Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19. Namun, hal itu belum menjadi jaminan. Jika cara dan apa yang disampaikan juga tidak menunjukkan mutu komunikasi terhadap publik. Jika salah dalam menyusun pernyataan, apalagi jika pernyataan mengandung ambiguitas, bukan tidak mungkin akan menimbulkan polemik. (int)


 


--------

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 31 Juli 2021

 

Merawat Indonesia di Masa Pandemi Covid-19 (2):

 

 

Pemerintah Masih Mempunyai Sederet PR dalam Penanganan Covid-19

 

 

Oleh: Syaharuddin Saleh

(Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Makassar)

 

Jika ditelusuri dari lingkup yang lebih luas, tidak ada satupun negara yang siap menghadapi virus corona aau Covid-19. Maka wajar jika masyarakat menjadi panik karena tidak ada kepastian informasi, dan terbatasnya kemampuan yang kita miliki untuk menghadapi serangan pandemic. Akibat dari kondisi ini sesungguhnya dapat memperburuk keadaan negara yang sedang melawan wabah serius.

Dalam menyikapi situasi tersebut, pemerintah telah mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2019 tentang “Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi dan Kimia.”

Berdasarkan Inpres tersebut pula, pemerintah membentuk Posko Terpadu Penanganan Covid-19 yang dikoordinir oleh Kantor Staf Presiden (KSP), untuk memastikan pelayanan infomasi yang cepat dan akurat dalam rangka melindungi masyarakat dan mengantisipasi kepanikan menghadapi wabah Covid-19.

Dalam penanganannya, pemerintah serius dan sigap, bukan sekadar masalah pada virusnya saja, melainkan juga terkait dengan persoalan komunikasi dan informasi yang berkembang dalam masyarakat, terutama dalam pemberitaan di media sosial (medsos) yang bersifat hoaks atau berita bohong yang dapat menimbulkan kegelisahan dan ketakutan di masyarakat luas.

Pemerintah juga membuat protokol komunikasi publik, yang tugasnya memberikan informasi-informasi penting dan strategis dalam pencegahan dan penanganan, di antaranya yang berkaitan dengan keberadaan Rumah Sakit (RS) Rujukan yang dilengkapi dengan ruang isolasi, tenaga medis dan non medis, serta laboratorium dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang terjangkit Covid-19.

Dampak Covid-19 pada sektor perekonomian juga ditangani secara bersama-sama, agar masyarakat tidak mengalami kerugian dan kepanikan (panic buying) atau melakukan pembelian yang berlebihan terhadap kebutuhan pokok seperti sembako, masker, atau barang-barang sanitasi, dan produk lainnya secara berlebihan.

Pemerintah juga melakukan pengawasan di pintu masuk wilayah negara RI, baik darat, laut, dan udara seperti yang dilakukan oleh imigrasi yang melayani visa maupun embarkasi di pintu masuk ke Indonesia. Pengunjung yang datang ke Indonesia diharapkan telah memiliki medical sertifikat dan travel record yang sehat dan tidak membawa Covid-19 masuk ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi, maupun kabupaten / kota dalam melayani masyarakat, terutama dalam mencukupi ketersediaan bahan pokok dan perlindungan terhadap wabah Covid-19. Diharapkan panen kebutuhan pokok dapat berjalan dengan baik, dan stok pangan hingga puasa dan lebaran tersedia dengan cukup.

Pemerintah pusat telah menunjuk Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19. Namun, hal itu belum menjadi jaminan. Jika cara dan apa yang disampaikan juga tidak menunjukkan mutu komunikasi terhadap publik. Jika salah dalam menyusun pernyataan, apalagi jika pernyataan mengandung ambiguitas, bukan tidak mungkin akan menimbulkan polemik.

Untuk memudahkan pembuatan sistem dan struktur komunikasi, pemerintah menempatkan sebagai technical lead kesehatan, yang telah ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona dengan tugas membuat rencana strategis kesehatan (renstra kesehatan) penanggulangan Covid-19.

Juru bicara juga bertugas melaksanakan renstra, menyampaikan pesan, informasi dan data kesehatan kepada publik. Juga telah ditunjuk sebagai technical lead non-kesehatan, sekaligus sebagai Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Tugasnya adalah membuat rencana strategi non-kesehatan penanggulangan Covid-19 (renstra non-kesehatan), pelaksanaannya dan penyampaian pesan, informasi dan data terkait, kepada publik.

Ada pula langkah yang telah diambil pemerintah meliputi beberapa hal, antara lain (1) penutupan fasilitas umum dan pelarangan kegiatan di tempat umum seperti mall, tempat hiburan, dan lain-lain, (2) pembatasan kegiatan sosial dan budaya seperti acara musik, pentas, (3) peliburan sekolah dan tempat kerja, (4) penjagaan dan razia di titik-titik perbatasan daerah oleh polisi, serta (5) pembatasan kegiatan keagamaan (contoh: Jumatan, Kebaktian, dll).

Pemerintah masih memiliki sederet permasalahan selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat seiring lonjakan kasus Covid-19 yang berlaku sejak 03 sampai 20 Juli 2021.

Namun usai lima hari kebijakan berjalan, belum ada perbaikan signifikan terkait penanganan Covid-19. Pemerintah masih mempunyai sederet pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, mulai dari jumlah testing rendah sampai angka kematian yang tak kunjung berkurang.

Beberapa permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, yaitu (1) Tes Covid Rendah, (2) Data Covid-19 Buruk, (3) Keterisian RS Covid-19 di Jawa mencapai 90 Persen, (4) Kasus Kematian Tinggi, (5) Vaksin Lansia Lambat, (6) Kantor Bandel WFO, serta (7) Kasus Varian Covid-19. (bersambung)


------

Artikel sebelumnya:

Merawat Indonesia di Masa Pandemi Covid-19 (1)