Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » » » » Alfred Bernhard Nobel (1): Anak dari Seorang Insinyur dan Penemu


Pedoman Karya 5:52 AM 0

Namanya begitu fenomenal, baik sebagai penemu dinamit, maupun sebagai dermawan yang dalam wasiatnya mewakafkan hartanya untuk memberi Penghargaan Nobel. Dialah Alfred Bernhard Nobel, pria kelahiran Stockholm, 21 Oktober 1833, yang meninggal dunia di San Remo, Italia, 10 Desember 1896, pada umur 63 tahun. (int)


 


------

PEDOMAN KARYA

Jumat, 17 Desember 2021


 

Alfred Bernhard Nobel (1): Anak dari Seorang Insinyur dan Penemu

  

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

(Wartawan)

 

Namanya begitu fenomenal, baik sebagai penemu dinamit, maupun sebagai dermawan yang dalam wasiatnya mewakafkan hartanya untuk memberi Penghargaan Nobel. Dialah Alfred Bernhard Nobel, pria kelahiran Stockholm, 21 Oktober 1833, yang meninggal dunia di San Remo, Italia, 10 Desember 1896, pada umur 63 tahun.

Alfred Bernhard Nobel ialah seorang kimiawan, insinyur, dan pebisnis atau pengusaha asal Swedia, yang menemukan dinamit. Berkat penemuan dan jasa-jasanya, anak dari Immanuel Nobel (ayah) dan Caroline Andrietta Ahlsell (ibu) mendapat penghargaan Medali John Fritz.

Ayahnya yang bernama Immanuel Nobel adalah seorang insinyur dan penemu. Sang ayah membangun jembatan, bangunan, dan mengadakan percobaan dengan bermacam cara dalam peledakan batu. Alfred memiliki dua orang kakak lelaki, yakni Robert (lahir 1829) dan Ludvig (lahir 1831).

Pada tahun kelahiran Alfred, bisnis ayahnya merugi dan ditutup. Pada tahun 1837, Immanuel Nobel memutuskan untuk mengadu nasib di manapun dan pindah ke Finlandia dan Rusia.

Andriette Ahlsell, ibu Alfred, tetap tinggal di Stockholm merawat keluarganya. Meskipun berasal dari keluarga kaya raya, Andriette memiliki keuletan dan kemampuan untuk bekerja keras yang mengagumkan. Guna menyambung hidup keluarganya, dia membuka toko grosir di Stockholm, dan menuai harta yang tidak sedikit.

 

Pindah ke Rusia

 

Ketika hijrah ke Saint Petersburg, Rusia, bisnis Imannuel Nobel mulai menanjak. Ia telah membuka sebuah bengkel mesin yang memasok peralatan untuk prajurit Rusia. Ia juga mampu memberi keyakinan kepada Tsar Rusia dan para jenderalnya, bahwa ranjau laut bisa dipakai untuk menghalau kapal musuh yang menyerang Saint Petersburg.

Ranjau-ranjau itu menghalau Angkatan Laut Kerajaan Inggris memasuki lapangan tembak Saint Petersburg selama Perang Krim (1853-1856).

Karena berhasil di Rusia, Imannuel Nobel bisa memindahkan keluarganya ke Saint Petersburg (tahun 1842). Pada tahun 1843, Andriette melahirkan putra yang diberi nama Emil.

 

Pendidikan Privat

 

Keluarga Nobel menetap di Saint Petersburg dan hidup sederhana walaupun sebenarnya dapat berkecimpung dalam kemewahan. Immanuel menginvestasikan kekayaannya pada pendidikan anak-anaknya. Alfred dan semua saudaranya tidak menjalani pendidikan formal di sekolah. Mereka menjalani pendidikan privat di dalam rumah di bawah didikan guru-guru yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Hasil didikan semacam itu sangat tampak dalam diri Alfred. Di bawah bimbingan gurunya yang berkebangsaan Swedia, Lars Santesson, dia akhirnya memiliki minat yang sangat mendalam dalam bidang sastra dan filsafat. Ivan Peterov mengajari anak-anak Immanuel matematika, fisika, dan juga kimia.

Semua anak Immanuel fasih berbahasa Swedia, Rusia, Rusia, Prancis, Inggris, dan Jerman. Alfred sendiri menguasai bahasa tersebut pada usianya yang ke-17.

Walau basis pendidikan yang diterima sama, Alfred memilih jalur yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Ludvig dan Robert berkecimpung dalam bidang teknik, sedangkan Alfred memilih untuk mendalami ilmu kimia.

Profesor Nikolai N Zinin, sang guru kimia, adalah orang yang memperkenalkan Alfred dan Immanuel akan nitrogliserin di kemudian hari. (bersambung)


.........

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Nobel

http://www.biografiku.com/2009/02/biografi-alfred-bernhard-nobel-1833.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel


-----

Artikel bagian 2:

Alfred Bernhard Nobel (2): Dikirim ke Luar Negeri Belajar Teknik Kimia 


Artikel bagian 3:

Alfred Bernhard Nobel (3): Menemukan Dinamit dan Jadi “Pengembara Terkaya di Eropa”

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply