Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Tettaku’ bilang, saya menderita karena penyakitan dan menderita karena mulutku bau rokok dan tidak ada cucuku yang mau mendekat, padahal saya mau sekali memeluk dan mencium mereka," kata Daeng Nappa'. (int)


SIAP DIKRITIK. Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, mengajak sejumlah wartawan berdiskusi, di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Pinrang, Kamis, 08 Agustus 2019. (Foto: Thamrin Nawawi / PEDOMAN KARYA)


“Kenapa tong itu Pak Menteri (Menristek-Dikti RI) mau na datangkan rektor asing?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Tompo’ seusai jalan-jalan subuh. (int)


Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba merekrut tujuh dokter magang untuk ditempatkan pada tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah berjuluk “Butta Panrita Lopi.”


TUTUP AKSES JALAN. Ribuan suporter PSM Makassar berkumpul di sekitar Jalan Haji Bau, Makassar, Rabu siang ba'da shalat lohor, 07 Agustus 2019. (Foto-foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


Pulanglah dengan tertunduk malu
Karena Ayam Jantan telah bertengger di tempatnya
Kami antar hingga tiba di kandangmu
Kenakan jaket macanmu dan suarakan auman dubbing bak macan sungguhan.


BERTUKAR CENDERAMATA. Dekan FEB Unismuh Makassar, Ismail Rasulong (kanan), bertukar cenderamata dengan pimpinan Fakultas Manajemen Teknologi dan Teknopreneurship, UTeM, Melaka, Prof Dr Juhaini binti Jabar, di Kampus UTeM, Melaka, Selasa, 06 Agustus 2019. (ist)


NONTON BARENG. Sejumlah penggemar sepakbola dan suporter PSM Makassar, memilih nonton bareng di Pelataran Terminal Malengkeri, Makassar, saat PSM Makassar bertanding melawan Persija Jakarta, di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Selasa, 06 Agustus 2019. (Foto: Muhammad Rajih Musdar / PEDOMAN KARYA)


PERHUTANAN SOSIAL. Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali (keempat dari kiri) foto bersama tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Kantor Bupati Bulukumba, Senin, 05 Agustus 2019, membahas tentang penetapan Kabupaten Bulukumba sebagai lokasi program Perhutanan Sosial Nusantara yang diberi nama “Jelajah Pesona Bulukumba.”

Namanya Takdir Abduh (kanan). Kami sama-sama "alumni" Harian Pedoman Rakyat. Saya (kiri) "beredar" di Makassar, Pak Takdir di Parepare. Kami foto bersama saat bertemu dan ngopi di Warkop Kafebaca, Jl Adhyaksa, Makassar, beberapa waktu lalu. (Dokumentasi Pribadi)

GOWA (PEDOMAN KARYA) Pemkab Gowa melalui Bupati Gowa Adnan Purichtha Ichsan secara tegas mengajak seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan tidak lagi menggunakan minuman kemasan dari plastik.


Bupati Adnan mengatakan, pada Agustus ini kita akan merayakan HUT ke-74 Republik Indonesia, dengan itu pihaknya mengajak agar bagaimana momen kemerdekaan Indonesia dirayakan dengan melakukan perubahan. Seperti kampanye pengurangan sampah plastik.
Menurutnya, agar perubahan ini dapat terwujud maka dibutuhkan komitmen bersama untuk bisa mengurangi penggunaan sampah-sampah plastik di lingkungan masyarakat, terlebih dahulu melalui diri sendiri.

"Saya berharap mulai hari ini lingkungan kantor khususnya kantor bupati sudah bersih dari sampah plastik. Olehnya saya meminta agar seluruh ASN tidak lagi membeli minuman kemasan plastik baik yang berbentuk gelas maupun botol," katanya di sela-sela memimpin upacara bendera, di Lapangan Kantor Bupati Gowa, Senin (5/8).

Bahkan secara tegas dirinya meminta agar seluruh pimpinan SKPD bersama seluruh jajarannya untuk mempersiapkan titik-titik penyimpanan dispenser. Baik di wilayah kantornya maupun di ruangan masing-masing.

Untuk memantau hal tersebut, Bupati Adnan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkelanjutan ke masing-masing SKPD untuk tidak membeli minuman kemasan plastik.

"Saya meminta bapak dan ibu untuk menjaga kebersihan di mulai dari diri sendiri dan lingkungan kantor sendiri," ujarnya.

Sebagai langkah awal dalam meminimalisir sampah plastik, Bupati Adnan menyerahkan ratusan tumbler kepada ASN yang mengikuti upacara bendera.

"Tumbler yang saya bagikan tolong jangan dikasih hilang. Jika ada yang menghilangkan tanpa alasan jelas maka harus diganti dengan tumbler yang sama," terangnya.

Lanjutnya, meminimalisir sampah plastik ini juga bagian dari menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi ini adalah tanggungjawab semua pihak, bukan hanya dinas kebersihan ataupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetapi seluruh ASN lingkup Pemkab Gowa memiliki peran itu. Tujuannya agar menjadi contoh bagi lingkungan masyarakat.

"Jika tidak ingin mengikuti kerjabakti yang kita galakkan maka mari membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan tempat. Kita harus bersama-sama menjaga kebersihan daerah kita ini," tegas Bupati Adnan

Untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih utamanya di lingkup kantor pemerintah, dirinya akan membuat aturan.

"Jika aturan ini telah dibuat dan saya masih menemukan sampah di lingkungan kantor atau ruangan SKPD masing-masing maka saya akan mendenda didepan ruangan langsung. Uang denda ini akan disumbangkan ke masjid kantor bupati atau Masjid Agung Syekh Yusuf," katanya.

Denda ini dilakukan agar sejak dini mulai timbul rasa kepedulian dan tanggungjawab. Sehingga ketika melihat sampah langsung memiliki kesadaran untuk memungut, membersihkan dan membuang di tempat yang sebenarnya.

"Jangan menggunakan paradigma lama, jika bukan sampahnya tidak mau dipungut dan dibersihkan. Ini harus dirubah," tegas mantan Anggota DPRD Sulsel ini.

Sementara untuk mendukung lingkungan kantor Pemkab Gowa semakin bersih dan asri pihaknya merencanakan di tahun depan akan merancang wilayah Kantor Bupati Gowa dengan baik. Satu sisi akan dibuat lounge outdoor untuk menerima tamu, sedangkan satu sisi akan disiapkan untuk wilayah bebas rokok.

"Setelah ada ruangan khusus merokok ini maka saya akan membuat aturan bahwa ruangan di kantor pemerintahan tidak boleh lagi digunakan untuk merokok. Dengan kita lakukan ini maka kedepan semoga ASN bisa jauh lebih sehat, pungkasnya (WANI)