Kisah Perdana Menteri Inggris dan Sopir Taksi

Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris Periode 1940-1945, dan 1951-1955


-----

PEDOMAN KARYA

Kamis, 01 April 2021


Kisah Perdana Menteri Inggris dan Sopir Taksi


Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris (1940-1945, dan 1951-1955), suatu hari diagendakan berpidato melalui radio dan akan disiarkan langsung ke seantero Inggris. Kebetulan saat itu sopir kementerian tidak datang, padahal acaranya tinggal satu jam. Karena tak ingin terlambat sampai di studio, orang nomor wahid di Inggris itu bergegas ke pinggir jalan untuk mencegat taksi.

Tak lama berselang sebuah taksi lewat. Churchill segera menyetop dan menyuruh sopir taksi bergegas ke stasiun radio BBC yang terletak di West End, London.

“Maaf Tuan,” jawab si sopir taksi sambil menggelengkan kepalanya. “Sebaiknya, Bapak mencari taksi lain saja. ”

“Kenapa tidak mau,” jawab sang perdana menteri dengan nada tinggi, lantaran kesal tidak boleh masuk ke dalam taksi.

“Dalam situasi biasa sih, tidak ada masalah, Pak,” jawab sopir dengan nada minta maaf. Ia tidak mau tahu keinginan calon penumpang yang tampak terburu-buru ini.

“Ketahuilah, pada pukul 18.00, PM Winston Churchill akan pidato, dan sebagai warga negara yang baik, saya harus segera pulang ke rumah untuk mendengarkan pidatonya,” jelas sang sopir.

Mendengar jawaban itu Churchill sangat terkejut bercampur bangga. Ternyata rakyat kecil Inggris amat menghargai pemimpinnya. Tanpa sadar ia mengeluarkan uang selembar poundsterling dan memberikan kepada sang sopir.

Sambil ekor matanya melirik angka di lembaran uang yang ditawarkan, dalam sekejap sang sopir amat bersemangat dan berkata, “Silakan masuk, Pak. Saya antar Anda ke tujuan. Persetan dengan Mr Churchill.”

---

Kisah ini sudah sangat populer dan redaksi memutuskan memuat ulang kisah yang sangat inspiratif ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama