Mahasiswa ITB Kalla Kunjungi Pabrik Bataringan di Kawasan Industri Makassar

KUNJUNGAN INDUSTRI. Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan dan Manajemen Retail Institut Teknologi dan Bisnis Kalla, foto bersama dosen dan tim QA & QC Section Head Ahmad Biadi di pabrik pembuatan bataringan Kalla Bbeton yang berlokasi di Kima XVII, Kawasan Industri Makassar (Kima), Daya, Makassar, Rabu, 23 Desember 2021. (ist)




------ 

Kamis, 23 Desember 2021

 

 

Mahasiswa ITB Kalla Kunjungi Pabrik Bataringan di Kawasan Industri Makassar

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).  Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Kewirausahaan dan Manajemen Retail Institut Teknologi dan Bisnis Kalla melakukan kunjungan industri ke pabrik pembuatan bataringan Kalla Beton, di Kawasan Industri Makassar (Kima), Daya, Makassar, Rabu, 23 Desember 2021.

Didampingi oleh ketua Program Studi Kewirausahaan Andi Fauziah Yahya dan Ketua Program Studi Manajemen Retail Anhar Januar Malik, para mahasiswa itu disambut baik oleh tim QA & QC Section Head Ahmad Biadi di pabrik pembuatan bataringan kalla beton yang berlokasi di Kima XVII.  

Ahmad Biadi atau yang akrab disapa Aby mengatakan, mahasiswa ITB Kalla yang minat dalam penerapan supply chain bisa menjadikan Kalla Beton sebagai wadah belajar. 

“Industri manufacturing bata ringan sangat menjanjikan, di Makassar cuma Ada 3 perusahaan serupa dan kebutuhannya terus meningkat. Selama pandemi di saat industri lain permintaannya mengalami penurunan ternyata BSB tidak,” ungkapa Aby saat membawakan materi. 

Ketua Program Studi Manajemen Retail, Anhar Januar Malik, mengatakan, bahwa banyak hal menarik tentang industri ini termasuk saat masa pandemi. 

Di mana di saat permintaan industri lain mengalami penurunan, bataringan yang diproduksi Kalla beton malah meningkat. Hal ini bisa menjadi pembelajaran yang menarik untuk mahasiswa.

“Banyak hal positif bagi mahasiswa yang punya minat di supply chain management, selain itu harapannya hubungan dengan industri juga bisa menguntungkan kedua belah pihak jadi dari kampus proses dan media belajarnya terwadahi, sedangkan dari sisi perusahaan, mahasiswa bisa menjadi SDM yang berkompeten dan memberikan kontribusi positif,” kata Anhar. (win) 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama