Cerita Menarik Tentang PBB Pedesaan dan Perkotaan Takalar Sebesar Rp4,3 M

PAJAK PEDESAAN DAN PERKOTAAN. Dari kiri ke kanan, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Takalar, Ridha Abbas, Bupati Takalar, Syamsari Kitta, dan Kepala BPKD Takalar Dahlan Jalamang, pada acara Penyerahan DHKP, SPPT PBB-P2 dan Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 Tahun 2022 di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Takalar, Kamis, 31 Maret 2022. (ist)
 




------

Sabtu, 02 April 2022

 

 

Cerita Menarik Tentang PBB Pedesaan dan Perkotaan Takalar Sebesar Rp4,3 M

 

 

TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Secara tidak langsung, ada cerita menarik tentang realisasi penerimaan daerah dari pungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Takalar tahun 2021 yang mencapai Rp 4,3 Miliar.

Cerita menarik itu ialah meningkatnya PBB-P2 dari 86,17 persen pada tahun 2020, menjadi 93,81 persen pada tahun 2021.

Ternyata, peningkatan jumlah dan persentase PBB-P2 terjadi karena Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Takalar yang dipimpin Dahlan Jalamang, melakukan pemutakhiran data objek (berupa bangunan) dan penetapan tarif minimal ketetapan PBB-P2.

Maka Dahlan Jalamang pun mengajak para kepala desa dan lurah ikut berperan dalam kegiatan pemutakhiran data objek PBB-P2, apalagi target pendapatan dari PBB-P2 pada tahun 2022 ditingkatkan menjadi Rp4,8 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,36 persen dari ketetapan tahun 2021.

“Kami berharap kedepannya, pihak pemerintah desa dan kelurahan dapat ikut berperan aktif dalam kegiatan pendataan pemutakhiran data objek PBB-P2 untuk optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak,” kata Dahlan dalam laporannya pada acara Penyerahan DHKP, SPPT PBB-P2 dan Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 Tahun 2022 di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Takalar, Kamis, 31 Maret 2022.

Bupati Takalar Syamsari Kitta pun mengapresiasi capaian penerimaan pajak dari sector PBB-P2 tersebut.

“Ini menunjukkan kapasitas daerah kita,” seru Syamsari saat memberikan kata sambutan pada acara tersebut.

Mantan Anggota DPRD Sulsel itu mengatakan adalah tanggung jawab bersama terutama di jajaran pimpinan untuk berpikir bagaimana cara meningkatkan perekonomian, bukan hanya pada sektor bisnis melainkan berpikir bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat, contohnya melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya ingin mengajak kita bersama untuk membangun daya saing dengan cara membangun Kabupaten Takalar melalui lingkungannya masing-masing. Karena jika lingkungan kita bersih, asri, indah, maka orang-orang akan tertarik berkunjung. Dan itu akan menumbuhkan UMKM kita, dan secara tidak langsung memberikan nilai tambah bagi penerimaan melalui pajak,” tutur Syamsari.

Penyerahan DHKP, SPPT PBB-P2 dan Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2 Tahun 2022 disertai penandatangan MoU tentang penerimaan dan pelimpahan hasil pembayaran pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan, antara Bank Sulselbar oleh Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Ridha Abbas, Executive General Manager PT Pos Indonesia Cabang Utama Makassar Made Wirata, dan Kepala BPKD Takalar Dahlan Jalamang. (Hasdar Sikki)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama