Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Rektor Dipecat? Memalukanna Itu


Asnawin Aminuddin 4:36 PM 0

“Akhirnya dipecatki,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa’.

“Siapa yang dipecat?” tanya Daeng Tompo’.

“Itu rektor yang bikin pernyataan kontroversial yang membuat banyak orang marah,” jawab Daeng Nappa’.

“Rektor dipecat? Memalukanna itu,” kata Daeng Tompo’.




------

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 07 Mei 2022

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Rektor Dipecat? Memalukanna Itu

 

 

“Akhirnya dipecatki,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa’.

“Siapa yang dipecat?” tanya Daeng Tompo’.

“Itu rektor yang bikin pernyataan kontroversial yang membuat banyak orang marah,” jawab Daeng Nappa’.

“Rektor dipecat? Memalukanna itu,” kata Daeng Tompo’.

“Dia dipecat sebagai rektor dan juga diberhentikan sebagai reviewer calon penerima beasiswa luar negeri,” jelas Daeng Nappa’.

“Apakah kesalahanna?” tanya Daeng Tompo’.

“Dia menulis di media sosial bahwa kebetulan dari 16 yang dia wawancarai, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir. Dia bilang, jadi 12 mahasiswi yang dia wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun,” kata Daeng Nappa’.

“Jadi na anggapki perempuan berhijab sebagai manusia gurun?” tanya Daeng Tompo’.

“Dia juga bilang, otak 12 perempuan yang dia wawancarai benar-benar openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita tanpa karya teknologi. Dia bilang, saya hanya berharap mereka nanti tidak masuk dalam lingkungan yang membuat hal vana mudah jadi sulit,” tutur Daeng Nappa’.

“Berarti dia menghina perempuan berhijab, dan juga merendahkan orang Arab,” kata Daeng Tompo’.

“Makanya banyak orang yang marah, ada juga laporkanki ke kementerian, dan akhirnya dipecatki sebagai rektor dan reviewer,” ujar Daeng Nappa’.

“Cocokmi itu, akhirnya dia dipermalukan dengan pemecatan itu,” kata Daeng Tompo’.

“Jadi kalau jadiki’ pejabat, jadiki’ orang pintar, jadiki’ profesor, jadiki’ doktor, biasa-biasamaki’, janganki’ selalu sotta’, selalu mau dibilang pintar, biasa-biasayya mo,” kata Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Baa, cocok itu,” timpal Daeng Tompo’. (asnawin)

 

Sabtu, 07 Mei 2022


-----

Obrolan sebelumnya:

Berapa Juz mi Bacaan ta’

Kasianna Kodong Itu Dosen Yang Dipukul di Tengah Aksi Demo

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply