Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Sujudlah Kamu kepada Adam, Maka Sujudlah Mereka Kecuali Iblis


Pedoman Karya 3:58 AM 0

Wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs, abā wastakbara wa kāna minal-kāfirīn

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Surat Al-Baqarah, Ayat 34)

 

 


------

PEDOMAN KARYA

Selasa, 30 Agustus 2022

 

Surah Al-Baqarah, Ayat 34:

 

 

Sujudlah Kamu kepada Adam, Maka Sujudlah Mereka Kecuali Iblis

 

 

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Surat Al-Baqarah, Ayat 34)


-----

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

Dan ingatkanlah -wahai Rasul- kepada manusia tentang kemuliaan yang Allah anugerahkan bagi Adam ketika Allah ta’ala berfirman kepada para malaikat: “bersujudlah kalian kepada Adam untuk memuliakan dan memperlihatkan keutamaannya”. 

Maka seluruh malaikat taat menjalankan kecuali iblis. Ia menolak bersujud lantaran kesombongan dan kedengkiannya, maka ia pun menjadi makhluk yang ingkar kepada Allah dan membangkang terhadap perintah-Nya.

 

----

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

 

Allah -Ta'ālā- menjelaskan bahwa Dia memerintahkan para Malaikat agar bersujud kepada Adam -'alaihissalām- sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, maka mereka segera bersujud kepadanya demi melaksanakan perintah Allah, kecuali Iblis yang berasal dari bangsa jin. Iblis melawan perintah Allah yang menyuruhnya bersujud kepada Adam, dan merasa dirinya lebih baik dari Adam. Dengan begitu Iblis telah berubah menjadi kafir kepada Allah -Ta'ālā-.

 

-----

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

 

Wahai Rasul, sebutkanlah kepada pada hamba bagaimana Allah telah memuliakan dan mengutamakan Adam, saat Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai penghormatan baginya. Maka mereka mentaati-Nya kecuali Iblis yang enggan untuk bersujud dan menampakkan kesombongannya, sehingga ia menjadi makhluk yang melanggar perintah Allah.

Perintah sujud ini terjadi sebelum Adam diciptakan dengan sempurna, dengan dalil firman Allah:

فإذا سويته ونفخت فيه من روحي فقعوا له ساجدين

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Al-Hijr: 29)

 

-----

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

 

Kemudian Allah ta’ala memerintahkan kepada mereka untuk bersujud kepada Adam sebagai suatu penghormatan terhadapnya, dan sebagai pengagungan dan penghambaan kepada Allah ta’la. Maka mereka semua menaati perintah Allah tersebut dan mereka semuanya segera bersujud, “kecuali iblis; dia enggan” dia tidak mau bersujud dan dia takabur terhadap perintah Allah dan terhadap Adam. Iblis berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

Keengganan ini berasal darinya, dan kesombongan yang dihasilkan dari kekufuran yang merupakan perkara cakupannya, sehingga akhirnya jelaslah saat itu permusuhan iblis terhadap Allah dan Nabi Adam serta kekufuran dan kesombongannya.

Dalam ayat ini terkandung banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dan tanda-tanda kekuasaan Alllah, di antaranya:

Penetapan sifat berfirman (berbicara) bagi Allah ta’ala serta bahwasanya Allah senantiasa berfirman sekehendakNya dan bahwasanya Allah senantiasa bersifat berfirman dengan apa yang dikehendaki-Nya dan berbicara dengan apa yang Dia kehendaki, dan bahwasanya Dia Maha mengetahui lagi Maha bijaksana.

Dalam ayat ini juga terkandung dalil bahwasanya seorang hamba bila tidak mengetahui tentang hikmah Allah yang terkandung di balik beberapa makhluk, dan perintah-perintah, maka wajiblah atasnya menerimanya saja dan menuduh akalnya yang lemah serta menetapkan bahwasanya Allah memiliki hikmah di balik itu semua.

Dalam ayat ini juga ada dalil tentang perhatian Allah terhadap urusan para malaikat dan kebaikan Allah kepada mereka dengan mengajarkan kepada mereka apa yang mereka tidak tahu, serta peringatan-Nya kepada mereka akan hal-hal yang tidak mereka ketahui.

Dalam ayat ini terkandung pernyataan akan keutamaan ilmu dari beberapa segi :

- Bahwasanya Allah mengenalkan kepada para malaikat-Nya tentang ilmu dan hikmah-Nya.

- Bahwasanya Allah mengemukakan kepada mereka akan keutamaan Nabi Adam karena ilmu, dan bahwasanya ilmu itu adalah perkara yang paling baik bagi seorang hamba.

- Bahwasanya Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai penghormatan kepadanya ketika jelas keutamaan ilmunya.

- Bahwasanya ujian bagi orang lain, bila mereka tidak mampu melakukan ujian itu kemudian Allah memberitahukan jawabannya, maka hal tersebut adalah lebih utama daripada mengetahui ujian itu sejak semula.

- Mengambil pelajaran dari kondisi kedua bapak moyang manusia dan jin, dan penjelasan akan keutamaan Adam serta karunia-karunia Allah terhadapnya serta permusuhan iblis kepadanya, dan pelajaran-pelajaran lainnya.

 

Referensi : https://www.tafsirweb.com/298-surat-al-baqarah-ayat-34.html

----

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply