Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Baznas Makassar Bantu Guru Mengaji dan Warga Kurang Mampu di Kelurahan Lakkang


Pedoman Karya 11:45 PM 0

BANTUAN BAZNAS. Ketua Baznas Makassar Ashar Temanggong (ketiga dari kanan) dan Lurah Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar, Irwan Rahim (kedua dari kanan) foto bersama beberapa penerima bantuan, di Ruang Media Centre Kantor Lurah Lakkang, Rabu, 05 Oktober 2022. (Foto: Syarifuddin Pattisahusiwa)


 

-----

Jumat, 07 Oktober 2022

 

 

Baznas Makassar Bantu Guru Mengaji dan Warga Kurang Mampu di Kelurahan Lakkang

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar memberikan bantuan kepada 11 warga Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Makassar.

Ke-11 orang tersebut terdiri atas tujuh guru mengaji kampung, dua warga kurang mampu, dan dua lainnya untuk modal usaha. Bantuan itu diberikan selama satu tahun, dimulai Oktober 2022 hingga September 2023.

Kepala Kelurahan Lakkang, Irwan Rahim mengaku bangga kepada Baznas Kota Makassar, karena Baznas betul betul merealisasikan janjinya kepada warga di Kelurahan Lakkang yang luasnya 195 hektar berbentuk pulau kecil dan terbilang unik.

“Baznas Kota Makassar datang memenuhi janji mereka. Malah yang datang dua komisioner (Ketua HM Ashar Tamanggong, dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H Jurlan Em Saho’as) bersama tim. Mereka datang untuk memberikan bantuan yang mereka janjikan. Ini sangat luar biasa,” kata Irwan Rahim, saat memberikan sambutan pada acara pemberian bantuan, di Ruang Media Centre Kantor Lurah Lakkang, Rabu, 05 Oktober 2022.

Irwan Rahim menyebutkan, bantuan kepada guru mengaji kampung di kelurahan yang dipimpinnya sangat bermanfaat.

“Tentunya, azas manfaat yang diterima para guru mengaji di Lakkang ini semakin menggairahkan mereka untuk terus membumikan tekad, agar seluruh anak-anak di Lakkang bisa membaca Al-Qur’an,” kata Irwan.

Ketua Baznas Kota Makassar, Ashar Tamanggong mengaku, bantuan kepada guru mengaji kampung di Lakkang, karena Baznas melihat peran para guru mengaji ini bukan saja sangat tulus, melainkan ikhlas, serta sabar menyebarkan ilmu agama kepada anak anak di pulau kecil ini.

Baznas Kota Makassar, katanya, malah merasa tertantang dengan keberadaan guru mengaji kampung, karena mereka dengan sukarela, mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di Pulau Lakkang ini sejak lama. Dan, sekalipun tidak mendapat bayaran apapun dari anak anak santri, namun para guru mengaji ini tetap tersenyum .

“Makanya, Baznas Kota Makassar menyakini benar, bantuan yang diberikan sangat tepat sasaran,” tutur Ashar.

Pernyataan senada dikemukakan Jurlan Em Saho’as. Ia mengatakan, selain bantuan kepada guru mengaji, pihaknya juga memberikan modal usaha kepada pelaku UMKM.

“Harapan Baznas Kota Makassar, agar bantuan modal usaha itu nantinya digunakan dengan baik. Salah satu harapannya adalah, modal usaha yang diberikan itu nantinya menjadikan usaha mereka lebih profesional, sehingga kelak usaha mereka lebih besar dan mereka juga bisa memberikan bantuan kepada orang lain,” ujar Jurlan.

Menyinggung asal dana, Jurlan mengaku seluruh bantuan yang diberikan berasal dari donasi para muzzaki di Kota Makassar yang memberikan amanah kepada Baznas Kota Makassar.

“Sebenarnya Baznas Kota Makassar hanyalah perpanjangan tangan dari para muzzaki di Kota Makassar. Baznas hanya melakukan survei dan asesmen, sekaligus menetapkan siapa-siapa yang berhak menerima, tentunya sesuai delapan asnaf atau golongan seperti tersirat dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60,” jelas Jurlan.

Ke-8 asnaf itu yakni fakir (mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup), miskin (mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup), amil (mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat), serta mu'allaf (mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah).

Selanjutnya, hamba sahaya (budak yang ingin memerdekakan dirinya), gharimin (mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya), fisabilillah (mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya), serta ibnus sabil ( mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah). (sapa)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply