Zona Integritas di Kampus Ciptakan Unit Kerja Bebas Praktik KKN

ZONA INTEGRITAS. Tim Penilai PTN Unhas, Rahmatullah Djafar (duduk di depan paling kiri) dan Ishaq Rahman (kedua dari kiri) foto bersama Dekan FKIK ULM Prof Syamsul Arifin (ketiga dari kiri), serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum FKIK ULM, Dr Neka Erlyani, dan peserta pada Workshop Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas, Universitas Lambung Mangkurat, di Ruang Senat Lantai 6 Kampus FKIK ULM, Jl. Veteran Sungai Bilu, Banjarmasin, Kamis, 23 April 2026. (ist)      

 

----

Ahad, 26 April 2026

 

Zona Integritas di Kampus Ciptakan Unit Kerja Bebas Praktik KKN

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Pembangunan Zona Integritas di kampus tidak semata-mata soal pemenuhan administrasi, melainkan proses perubahan nyata dalam organisasi.

“Zona Integritas bertujuan menciptakan unit kerja yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” kata Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TPPTN) Unhas, Ishaq Rahman.

Hal itu ia sampaikan saat membawakan materi pada Workshop Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat, di Ruang Senat Lantai 6 Kampus FKIK ULM, Jl. Veteran Sungai Bilu, Banjarmasin, 23–24 April 2026.

Workshop diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri atas para manajer area, serta seluruh tim Zona Integritas FKIK ULM. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait implementasi indikator ZI di tingkat fakultas.

“Lembar Kerja Evaluasi (LKE) hanyalah alat ukur. Fokus utama seharusnya terletak pada implementasi perubahan yang konkret. Jangan terjebak hanya pada pengisian LKE tanpa melakukan aksi nyata,” tegas Ishaq yang sehari-hari juga menjabat Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas.

Ia juga menguraikan sejumlah faktor strategis dalam pembangunan Zona Integritas, di antaranya komitmen pimpinan sebagai penggerak utama, diikuti komitmen seluruh dosen dan tenaga kependidikan.

“Selain itu, penting untuk menghadirkan kemudahan dalam pelayanan, mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta mengkomunikasikan capaian kepada publik secara efektif,” kata Ishaq yang tampil sebagai narasumber bersama dosen Unhas dan Anggota TPPTN Unhas lainnya, Rahmatullah Djafar.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum FKIK ULM, Dr. Neka Erlyani, mengatakan, FKIK merupakan satu dari tiga fakultas yang mendapatkan mandat untuk membangun Zona Integritas di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat.

“Oleh karena itu, penguatan kapasitas melalui workshop menjadi langkah strategis guna memastikan implementasi ZI berjalan optimal,” kata Neka Erlyani.

Ketua Unit Zona Integritas FKIK ULM, Ns. Nana Astriana Hasibuan SKep MKes, mengungkapkan, banyak sekali manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini.

“Kami sebenarnya telah melakukan pengisian LKE Zona Integritas tahun ini. Namun banyak hal yang masih perlu dibenahi. Workshop ini memberi pengetahuan dan juga motivasi kepada kami untuk peningkatan kualitas pembangunan zona integritas dan pengisian LKE ke depan nantinya,” kata Ns. Nana.

Pada sesi penutupan, Dekan FKIK ULM, Prof Syamsul Arifin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi narasumber dari Unhas. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil workshop, termasuk mendorong pembentukan Tim Penilai PTN (TPPTN) serta Tim Reformasi Birokrasi (RB) di tingkat universitas.

“Ini menjadi komitmen kami untuk memastikan tata kelola di lingkup FKIK berjalan sesuai prinsip-prinsip integritas,” kata Prof Syamsul.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam mempercepat pembangunan Zona Integritas di lingkungan FKIK ULM, sekaligus memperkuat budaya kerja yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama