------
Sabtu, 23 Mei 2026
Ketua
Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Prof Hamim Ilyas Meninggal Dunia
YOGYAKARTA, (PEDOMAN
KARYA).
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hamim Ilyas,
meninggal dunia di RSA UGM Yogyakarta, Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 01.40
WIB.
Almarhum sebelumnya menjalani
perawatan di rumah sakit tersebut selama kurang lebih sepuluh hari. Setelah
sempat pulang, kondisi beliau kembali menurun dan dirawat lagi sejak Rabu, 20
Mei 2026.
Prof Hamim Ilyas yang kelahiran Klaten,
1 April 1961, sehari-hari adalah dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ketua Umum Pimpinan Pusat
Muhammadiyah Haedar mengatakan, Muhammadiyah kehilangan sosok ulama,
intelektual, sekaligus cendekiawan muslim yang dikenal alim, teduh, dan rendah
hati.
Pemikiran almarhum tentang Tauhid
Rahamutiyah menjadi salah satu gagasan penting dalam pengembangan Islam
Berkemajuan di Muhammadiyah.
Tauhid Rahamutiyah merupakan konsep
teologi Islam yang menegaskan bahwa Allah Swt Yang Maha Esa memiliki sifat
dasar rahmah atau kasih sayang.
“Gagasan yang dipopulerkan Prof.
Hamim Ilyas tersebut menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti
keimanan dan amal saleh,” kata Haedar, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam pandangan ini, seluruh
ciptaan dan syariat Allah ditujukan untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan
sosial, perdamaian, dan kesejahteraan umat manusia. Karena itu, ajaran Islam
tidak berhenti pada tataran konseptual dan ritual semata, melainkan harus
diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah
menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah Swt.
menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta
menempatkannya di jannatun na’im,” ucap Haedar.
Haedar juga mengatakan bahwa saat
menjenguk almarhum bersama Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dr.
H. Mohammad Komarudin, Sp.A, dan Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr
H Ahmad Faesol, SpRad., MKes., MMR, pada Kamis, 21 Mei 2026, kondisi beliau
sudah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung.
“Semua sudah berikhtiar, tetapi
Allah telah menentukan ajalnya. Kita mesti melepas beliau dengan
ikhlas,”pungkas Haedar.
Haedar juga mendoakan agar keluarga
yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi
musibah ini.
Ulama dan
Cendekiawan yang Menyejukkan
Ketua Umum Pimpinan Pusat
'Aisyiyah, Salmah Orbayinah, juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Prof
Hamim Ilyas. Almarhum di mata Salmah adalah sosok ulama dan cendekiawan
Muhammadiyah yang rendah hati, dengan tutur kata yang lembut, menyejukkan,
namun tetap humoris.
Ia menambahkan, bahwa beliau juga
memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pemikiran Islam berkemajuan dan
nilai-nilai kemanusiaan.
“Prof Hamim Ilyas adalah sosok yang
banyak memberikan kontribusi pemikiran bagi Muhammadiyah dan umat. Beliau
menghadirkan dakwah Islam yang menyejukkan, penuh kasih sayang, dan
berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Salmah.
Prof. Hamim, menurutnya juga selalu
terbuka berdiskusi terkait isu-isu perempuan dan anak termasuk perspektif GEDSI
dalam pandangan Islam dengan 'Aisyiyah.
“Atas nama Pimpinan Pusat
‘Aisyiyah, kami menyampaikan dukacita yang mendalam. Semoga Allah SwT menerima
seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di
tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Salmah. (asnawin)
