-----
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 27 Juni 2026
Obrolan Daeng
Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Pejabat
Meskipun Salah Tetap Ada yang Membela
“Kalau diperhatikan, pejabat itu, seperti
presiden, gubernur, walikota, bupati, meskipun salah, tetap saja ada yang
membela,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di teras belakang
rumah Daeng Tompo’.
“Memang,” tanya Daeng Nappa’.
“Kenapaki’ langsung membenarkan?”
tanya Daeng Tompo’.
“Dari dulu memang, para pejabat
selalu ada pemujanya,” kata Daeng Nappa’.
“Pemuja bagaimana?” tanya Daeng
Tompo’.
“Dulu, Raja Fir’aun itu disebut
sangat kejam, tapi banyak pemujanya, bahkan dia disembah,” kata Daeng Nappa’.
“Sekarang?” potong Daeng Tompo’.
“Sekarang juga begitu,” kata Daeng
Nappa’.
“Sekarang bagaimana?” tanya Daeng
Tompo’ penasaran.
“Sekarang ada presiden yang tetap
dipuja-puja oleh para pendukungnya meskipun sang presiden banyak melakukan kesalahan,
membuat program yang menyusahkan rakyat, dan membuat kebijakan yang mengganggu
jalannya pemerintahan dari pusat sampai daerah,” tutur Daeng Nappa’.
“Oh, begitu,” kata Daeng Tompo’
sambil manggut-manggut.
“Ada juga pejabat yang rusak
moralnya, korupsi, nepotisme, dan dihujat oleh banyak orang, tapi tetap saja ada yang membelanya, ada yang
memujanya,” kata Daeng Nappa’.
“Itumi yang bikin heran,” ujar Daeng
Tompo’.
“Janganmaki’ heran. Begitu ji
memang. Pejabat itu umumnya kaya, banyak uang dan berkuasa, banyak orang
mendapatkan keuntungan dan manfaat kalau dekat dengan si pejabat. Bisa dapat
uang, bisa dapat banyak kemudahan, bisa dapat jabatan,” kata Daeng Nappa’.
“Enaknya itu padeng kalau jadiki pejabat,”
kata Daeng Tompo’.
“Belum tentu juga,” kata Daeng
Nappa’.
“Belum tentu bagaimana?” tanya
Daeng Tompo’.
“Seolah-olah memang enak, tapi
belum tentu dia bahagia, belum tentu tenang hidupnya, apalagi kalau akhirnya
dia ditangkap dan masuk penjara. Keluarganya juga tentu malu,” kata Daeng Nappa’.
“Jadi itumi barangkali yang bikin
kita’ tidak mau pejabat,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum.
“Kalau saya memang tidak ada potongan
jadi pejabat,” kata Daeng Nappa’ balas tersenyum.
“Tidak ada potongan jadi pejabat
atau tidak ada modal untuk jadi pejabat?” tanya Daeng Tompo’ masih sambil
tersenyum.
“Dua-duanya,” jawab Daeng Nappa’
sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)
Sabtu, 27 Juni 2026
....
Keterangan:
Itumi yang bikin heran = Itulah
yang bikin heran
Janganmaki’ heran = Tidak perlu
heran
Begitu ji memang = Memang sudah begitu
Enaknya itu padeng = Enak dong
