![]() |
| Proses belajar itu panjang. Harus siap menjalani tahap demi tahap. Itu semua butuh ketekunan dan kesabaran. Usaha tak kenal menyerah. Mengorbankan pikiran, waktu, tenaga dan dana. (int) |
------
PEDOMAN KARYA
Selasa, 21 Juli 2026
MBG SAKTI
Oleh: Syamril
(Direktur Sekolah Islam Athirah)
Hari Senin, 13 Juli 2026, saya ikut
Pembukaan MPLS di SMPN 1 Duampanua Pinrang Sulsel. Sebagai Pembina Upacara,
saya menyampaikan pesan tentang MBG SAKTI.
Ini bukan MBG program pemerintah, tapi
generasi idaman yang Mulia, Berkah dan Gemilang (MBG). Tiga ciri generasi yang
ingin diwujudkan melalui pendidikan di sekolah. Mari kita ulas satu persatu
dari belakang.
Pertama yaitu Gemilang. Murid gemilang
karena capaian akademik dan non akademiknya bagus. Akademik bukti murid pintar.
Non akademik bukti murid bugar dan tegar. Selain itu juga gemilang karena
menguasai teknologi informasi, Bahasa Asing dan memiliki karakter berani,
tangguh dan disiplin (betadin).
Kedua, yaitu Berkah karena memberi
kebaikan yang banyak. Murid yang berkah memiliki 3 ciri yaitu peduli, berkarya,
dan berbagi. Siap berkontribusi ke masyarakat. Menjadi manusia yang bermanfaat.
Mengambil peran untuk melakukan perbaikan, bukan berbuat kerusakan.
Ketiga yaitu Mulia. Hal ini terkait dengan
kehormatan, teguh memegang prinsip, nilai-nilai moral dan agama. Meyakini
pentingnya iman dan taqwa, integritas dan profesionalitas dalam menjalani
kehidupan. Tidak sekadar hafalan tapi terwujud dalam kehidupan. Juga sopan santun
dalam berkomunikasi, ikhlas dalam berbuat, dan jauh dari perilaku tercela.
Apa yang harus dimiliki oleh para murid
agar dapat memiliki ciri-ciri Mulia, Berkah dan Gemilang?
Saya menyebutkan lima hal yang dapat
disingkat dalam kata SAKTI yaitu syukur, aktif, kerja sama, tekun, ikhlas.
Para murid hendaknya bersyukur karena
memiliki kesempatan untuk lanjut sekolah. Masih banyak anak-anak Indonesia yang
tidak bisa lanjut karena lokasi sekolah
yang jauh dari tempat tinggal. Juga tidak sanggup membiayai operasional
harian.
Wujud syukur murid bukan hanya hati dan
lisan dengan ucapan pujian kepada Allah. Tapi juga syukur dengan perbuatan.
Belajar sungguh-sungguh di sekolah. Oleh karena itu para murid perlu aktif di
sekolah. Punya inisiatif belajar tanpa harus diperintah oleh guru. Aktif mencari sumber dan media belajar. Aktif
menggunakan teknologi untuk belajar hal positif.
Agar belajarnya efektif butuh kerja sama
yang harmonis dengan guru dan teman di sekolah. Murid sebagai manusia
pembelajar harus mampu berkolaborasi dengan temannya. Belajar bersama akan
lebih mudah. Apalagi jika dibimbing oleh guru yang sabar dan kompeten.
Proses belajar itu panjang. Harus siap
menjalani tahap demi tahap. Itu semua butuh ketekunan dan kesabaran. Usaha tak
kenal menyerah. Mengorbankan pikiran, waktu, tenaga dan dana.
Akhirnya agar bernilai ibadah semua
dijalani dengan ikhlas. Dampaknya selain berpahala dari Allah juga tenang dan
senang dalam belajar. Penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Yakin semua lelah
karena lillah akan berbuah bahagia dunia dan akhirat.
Semoga MPLS dapat menjadi momen untuk
membekali murid baru tentang motivasi, orientasi dan strategi sukses belajar di
sekolah. Harapannya kelak dapat menjadi generasi Mulia, Berkah, dan Gemilang
(MBG).
Untuk itu para murid perlu mengawalinya
dengan syukur, aktif, kerja sama, tekun dan ikhlas (SAKTI).***
