-----
Selasa, 22 September 2026
Ketua DKSS Arifin Manggau Resmi Daftar
Calon Rektor UNM
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Wakil Rektor III Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga Ketua Dewan Kesenian
Sulawesi Selatan (DKSS), Dr. Arifin Manggau, secara resmi mendaftarkan diri
sebagai bakal calon Rektor UNM untuk masa jabatan 2027–2031, Senin, 21
September 2026).
Penyerahan berkas persyaratan berlangsung
di Lantai 14 Gedung Pinisi UNM tepat pukul 11.21 WITA. Momen pendaftaran
tersebut diiringi dukungan sekitar 100 orang yang terdiri atas dosen, tenaga
kependidikan dari berbagai fakultas, seniman, budayawan, jurnalis, hingga
deretan alumni UNM.
Prosesi pendaftaran Arifin turut dikawal
oleh sejumlah figur penting, antara lain Prof. Heryati Yatim, Dr. Syakhruni, Dr.
Andi Baetal Mukaddas, Dr. Irfan Arifin, Dr. Aswar, M.Ds; Satriadi, S.Pd, M.Pd;
Dr. Asia Ramli, Andi Mahrus Andis; Yudhistira Sukatanya; A. Makmur Burhanuddin;
Dr. Brigjen Pol. Drs. Adeni Muhan, MM, M.B.A; serta Ishakim.
Suasana di lokasi penyerahan berkas tampak
hangat dan semarak dengan alunan tabuhan rebana. Rombongan pendaftar diterima
langsung oleh tujuh anggota panitia pemilihan rektor UNM.
Dalam sesi konferensi pers
pascapendaftaran, Arifin membeberkan makna di balik pemilihan hari serta jam
pendaftarannya. Menurutnya, kombinasi angka 11 dan 21 menyimbolkan filosofi
khusus dalam langkah politik kampusnya.
“Angka 11 merujuk pada nomor kendaraan
dinas Rektor UNM, sementara angka 21 melambangkan transformasi peran dari
posisi Wakil Rektor III (02) menuju puncak pimpinan (01),” ungkap Arifin.
Ia menegaskan langkah pendaftarannya
sengaja dilakukan pada hari pertama pembukaan berkas. Di samping itu, Arifin
tercatat sebagai figur termuda yang meramaikan bursa calon rektor kali ini.
Usung Tagline “Sama-Sama Ki”
Maju ke bursa kepemimpinan, Arifin
memancangkan kredo perjuangan “Sama-Sama Ki”. Slogan berkarakter lokal ini
mencerminkan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen dan membangun kampus
tanpa sekat antarfakultas.
“Mari kita bahu-membahu membesarkan UNM.
Tidak boleh ada dikotomi atau pengkotak-kotakan antarfakultas. Semua Sivitas
Akademika UNM sejajar,” tegasnya.
Menariknya, Arifin memilih untuk tidak
membentuk tim sukses formal dalam kontestasi ini. Langkah tersebut diambil guna
mengantisipasi timbulnya gesekan atau polarisasi di lingkungan akademis.
“Alasan saya tidak membentuk tim sukses
semata-mata demi menjaga kondusivitas kampus. Saya ingin menghindari potensi
benturan antarpihak,” jelasnya.
Ia optimistis seluruh kontestan yang
berlaga memiliki iktikad yang sama untuk memajukan institusi.
“Saya yakin, semua figur yang mendaftar
punya semangat serupa, yakni menghantarkan UNM menjadi perguruan tinggi yang
makin unggul dan bermartabat,” ujar Arifin.
Profil Arifin Manggau
Dr. Arifin Manggau lahir di Ujungpandang
(sekarang Kota Makassar) pada 02 April 1974. Gelar sarjananya diraih dari
Program Studi Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni UNM pada 1999.
Jenjang pascasarjana bidang pendidikan
antropologi ia selesaikan di kampus yang sama, sebelum akhirnya merengkuh gelar
doktor bidang pendidikan seni di Universitas Negeri Semarang. Karier
akademiknya sebagai dosen UNM dimulai sejak 2006 dengan fokus keilmuan pada
Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Sebelum dipercaya memegang amanah sebagai
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Arifin telah mengantongi
rekam jejak kepemimpinan yang panjang. Ia pernah mengemban tugas sebagai Kepala
Pusat Pengembangan Kurikulum dan Media Pembelajaran, serta Kepala Pusat Kuliah
Kerja Nya ta (KKN) dan Pemberdayaan Masyarakat UNM.
Selain itu, ia juga sempat menjabat
sebagai Wakil Dekan II Fakultas Seni dan Desain UNM.
Di luar arena kampus, Arifin aktif
mendedikasikan jalannya pada pengembangan seni budaya. Ia dipercaya mengemban
amanah sebagai Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (DKSS) periode 2024–2029,
sembari terus berkiprah aktif dalam jejaring organisasi pemajuan pendidikan
seni tingkat nasional. (jw)
