Kerja Bakti Menyiapkan Masjid dan Hati Menjelang Ramadhan





-----

PEDOMAN KARYA

Ahad, 08 Februari 2026

 

Kerja Bakti Menyiapkan Masjid dan Hati Menjelang Ramadhan

 


Ahad pagi, sepuluh hari menjelang Ramadhan, warga kompleks kembali berkumpul di masjid untuk kerja bakti membersihkan masjid dan area sekitarnya.

Salah satu fokus utama adalah membersihkan atap masjid yang selama ini kerap bermasalah. Setiap hujan deras, bahkan hujan biasa yang berlangsung cukup lama, air sering merembes dan menetes ke dalam masjid. Karena itu, kerja bakti kali ini terasa lebih serius, meski tetap berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Ketua RW bersama para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga kompleks hadir dan mengambil bagian masing-masing.

Ada yang menyapu dan membersihkan lantai, ada yang memangkas ranting dan semak dengan parang, ada yang menggergaji kayu, dan ada pula yang mencangkul serta merapikan halaman. Semua bekerja tanpa sekat, menyatu dalam semangat gotong royong.

Di teras samping masjid, panitia sederhana telah menyiapkan kopi, kue, serta air mineral dalam gelas. Sesekali warga berhenti sejenak, meneguk kopi, lalu kembali melanjutkan pekerjaan. Kerja bakti pun terasa ringan karena diselingi canda tawa.

Di sela-sela bekerja, mengalir cerita, dari obrolan serius hingga kisah-kisah humor yang spontan memancing tawa bersama.

Usai kerja bakti, warga duduk-duduk santai di teras masjid. Obrolan semakin hangat dan akrab. Dari suasana santai itulah muncul berbagai ide kreatif untuk perbaikan masjid dan persiapan kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan.

Ada usulan memasang lampu hias agar masjid tampak lebih semarak di malam hari. Muncul pula gagasan membuat pasar sore untuk penjualan takjil berbuka puasa bagi warga sekitar.

Tak ketinggalan, dibahas pula rencana buka puasa bersama harian yang akan dikelola oleh ibu-ibu dan remaja putri Majelis Taklim. Ide-ide itu mengalir begitu saja, lahir dari kebersamaan dan kepedulian.

Kerja bakti pagi itu bukan sekadar membersihkan masjid, tetapi juga menyiapkan ruang ibadah dan ruang kebersamaan agar Ramadhan kelak disambut dengan hati yang bersih, masjid yang nyaman, dan suasana yang penuh keberkahan. (asnawin aminuddin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama