![]() |
| Sebanyak 44 dosen muda Universitas Hasanuddin mengikuti pelatihan bahasa Inggris dalam Program In-House Intensive English Training selama satu bulan, mulai 28 April hingga 25 Mei 2026. |
-----
Rabu, 29 April 2026
Ikuti
Pelatihan Bahasa Inggris, Puluhan Dosen Unhas Dibebastugaskan
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Sebanyak 44 dosen muda Universitas Hasanuddin mengikuti pelatihan bahasa
Inggris dalam Program In-House Intensive English Training selama satu bulan,
mulai 28 April hingga 25 Mei 2026.
Selama masa pelatihan, mereka dibebastugaskan
dari kewajiban mengajar maupun tugas administrasi agar dapat fokus menjalani
pelatihan Bahasa Inggris secara intensif, khususnya persiapan menghadapi ujian
International English Language Testing System (IELTS).
Program In-House Intensive
English Training dibuka langsung oleh Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, di
Auditorium UPT Layanan Pusat Bahasa Unhas, Selasa, 28 April 2026.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa dalam
sambutannya mengatakan, penguasaan Bahasa Inggris akademik menjadi salah satu
syarat utama untuk menembus universitas bereputasi dunia dan memperoleh akses
beasiswa internasional, termasuk melalui skema LPDP.
Menurutnya, banyak dosen muda Unhas
memiliki kapasitas akademik yang baik, namun masih menghadapi tantangan dalam
memenuhi persyaratan skor IELTS yang umumnya berada pada rentang 6.5 hingga
7.0.
“Program ini merupakan bentuk keberpihakan
universitas kepada dosen muda agar mereka memiliki kesempatan lebih besar
melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Kita ingin mereka fokus belajar,
meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, dan mampu meraih skor IELTS di atas
6,5,” ujar Jamaluddin.
Pelatihan dirancang secara intensif dan
terarah dengan penguatan empat kompetensi utama Bahasa Inggris akademik, yakni
listening, reading, writing, dan speaking.
Selain itu, peserta juga dibekali strategi
menghadapi ujian IELTS secara efektif serta kemampuan komunikasi ilmiah yang
dibutuhkan dalam lingkungan akademik global.
Melalui program ini, Unhas menargetkan
peningkatan jumlah dosen muda yang berhasil memperoleh skor IELTS sesuai
standar universitas internasional. Sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan
sebagai kelengkapan administrasi untuk mendaftar beasiswa maupun program
doktoral di luar negeri.
Kehadiran program ini diharapkan menjadi
akselerator lahirnya lebih banyak akademisi muda Unhas yang menempuh studi
lanjut di kampus-kampus terbaik dunia. Dalam jangka panjang, langkah tersebut
akan memperkuat kapasitas riset, reputasi akademik, dan daya saing global
Universitas Hasanuddin. (zak)
