Sarapan dan Kebersamaan


Tak perlu berlebihan. Sarapan cukup dilakukan secara sederhana. Kue tradisional, pisang goreng, atau sepotong roti. Ditemani segelas air hangat, teh, kopi, atau susu, semua itu sudah cukup untuk mengisi tenaga. Yang penting bukan banyaknya, tetapi keberkahan dan manfaatnya bagi tubuh. (Foto: Ahriyanti Hamid)


----

PEDOMAN KARYA

Jumat, 17 April 2026

 

Sarapan dan Kebersamaan

 

Sarapan adalah langkah kecil yang membawa dampak besar. Di pagi hari, ketika tubuh baru saja bangun dari istirahat panjang, ia membutuhkan asupan energi untuk memulai aktivitas. Karena itu, sarapan menjadi penting, bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari menjaga kesehatan.

Tak perlu berlebihan. Sarapan cukup dilakukan secara sederhana. Kue tradisional, pisang goreng, atau sepotong roti. Ditemani segelas air hangat, teh, kopi, atau susu, semua itu sudah cukup untuk mengisi tenaga. Yang penting bukan banyaknya, tetapi keberkahan dan manfaatnya bagi tubuh.

Namun, ada yang lebih bernilai dari sekadar makanan. Kebersamaan. Sarapan bersama keluarga menghadirkan suasana hangat yang sulit tergantikan. Di sela-sela suapan, ada canda ringan, tawa kecil, dan percakapan sederhana yang menguatkan ikatan. Dari meja makan itulah hari dimulai dengan rasa syukur dan kebahagiaan.

Setelah itu, masing-masing melangkah menuju aktivitasnya. Bekerja, bersekolah, atau kuliah, dengan energi yang cukup dan hati yang lebih ringan.

Sarapan, pada akhirnya, bukan hanya soal makan di pagi hari. Ia adalah tentang memulai hari dengan sehat, sederhana, dan penuh kebersamaan. (asnawin)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama