Kamis, 16 April 2026
Pemkab Gowa Berangkatkan Tiga Pelajar
Terbaik ke Universitas Sampoerna
GOWA, (PEDOMAN KARYA).
Pemerintah Kabupaten Gowa memberangkatkan tiga pelajar terbaik untuk kuliah di Universitas
Sampoerna, Jakarta. Mereka dilepas secara langsung oleh Bupati Gowa Sitti
Husniah Talenrang, di Ruang Kerja Bupati Gowa, Rabu, 15 April 2026.
Ketiga pelajar beasiswa kerja sama antara
Pemkab Gowa dan Yayasan Putera Sampoerna tersebut yaitu Muhammad Fahri Yasin
(SMA Al-Fityan School Gowa), Nurfaadhilah Izzatun Kaishar (SMAN 1 Gowa), dan
Nurul Resky Aulia (SMAN 14 Gowa). Mereka bertiga berhasil melampaui standar
kualifikasi yang ditetapkan Yayasan Putera Sampoerna untuk kuliah di
Universitas Sampoerna.
“Kalian adalah orang terpilih. Beasiswa
ini adalah amanah, maka gunakan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk
menunjang kebutuhan akademik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah agen
perubahan, berprestasi, dan jadikan ilmu kalian sebagai bekal untuk membangun
daerah,” pesan Husniah kepada ketiga pelajar tersebut.
Kebijakan beasiswa ini merupakan
intervensi langsung pemerintah daerah untuk menjamin akses pendidikan tinggi
berkualitas bagi siswa berprestasi. Bupati Talenrang menegaskan, peningkatan
SDM adalah prioritas strategis pemerintah.
“Pemberian beasiswa adalah bentuk
keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas
sumber daya manusia, karena kami sadar bahwa masa depan Kabupaten Gowa ada di
tangan generasi muda yang cerdas, disiplin, dan berpendidikan,” kata Husniah.
Melalui alokasi anggaran daerah dan skema
kolaborasi, Pemkab Gowa menutup celah agar tidak ada aset SDM potensial yang
terbuang sia-sia.
“Pemerintah Kabupaten Gowa ingin
memastikan bahwa tidak ada putra dan putri daerah yang cerdas dan memiliki
potensi akademik yang tinggi namun harus putus kuliah karena keterbatasan
biaya,” tegas Husniah.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, memaparkan bahwa program ini
menggunakan skema pembiayaan kolaboratif dengan proses seleksi yang sangat
ketat dan objektif.
“ Untuk rencana penerimaan kerja sama
Pemkab Gowa dengan Sampoerna Foundation itu adalah lima orang. Dua yang kita
biayai dari Pemda, dan tiga dibiayai oleh Sampoerna Foundation. Adapun
seleksinya itu dilaksanakan sepenuhnya oleh Sampoerna Foundation,” jelas
Taufiq.
Tingkat kompetisi program ini cukup
tinggi, memastikan hanya kandidat yang memenuhi standar akademik yang lolos.
“Kalau pendaftaran kemarin kurang lebih
ada 40 orang, dan setelah diseleksi, kita berhasil mendapatkan tiga orang
terbaik,” jelas Taufiq.
Taufiq memproyeksikan investasi pendidikan
ini akan menghasilkan lulusan yang secara akademis dan teknis siap
berkontribusi pada program-program strategis di Gowa.
Dalam pertemuan bersama bupati, ketiga
penerima beasiswa diantar langsung oleh orang tuanya. Kesadaran akan target dan
tanggung jawab besar tersebut dipahami oleh para penerima program. Mewakili
rekan-rekannya, Nurfaadhilah Izzatun Kaishar menyuarakan komitmennya untuk
mengembalikan nilai investasi daerah tersebut dalam bentuk pengabdian.
“Saya sangat bangga dan sangat senang
karena dapat mengharumkan nama keluarga. Saya juga dapat membawa nama Gowa
dengan harapan saya bisa belajar dengan baik di sana, dan kembali untuk
membangun Gowa,” kata Nurfaadhilah.
Dari berbagai sumber diperoleh informasi
bahwa Sampoerna University Jakarta adalah Lembaga Pendidikan Sampoerna Schools
System Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2013. Universitas tersebut
didirikan oleh Putera Sampoerna Foundation.
Dulu, Lembaga perguruan tinggi ini dikenal
sebagai Universitas Siswa Bangsa Internasional atau USBI, maka kini hadir
menggunakan nama baru yaitu Sampoerna University.
Perguruan tinggi swasta tersebut
menggandeng perguruan tinggi luar negeri melalui American College Program.
Tujuannya supaya Sampoerna University menghasilkan lulusan sarjana dan
berpeluang lanjut studi pada 250 unviersitas terkemuka di Amerika Serikat. Sampoerna
University telah menerapkan bahasa Inggris dalam perkuliahannya secara penuh. (lom)
