Soto Pak Syamsul Pasar Kaliurang Yogyakarta, Maknyuss....

Soal rasa, saya berani jamin, 100 % rasa asli soto daging khas yang menyegarkan. Bisa dibandingkan dengan soto legend lainnya di Jogja. Maknyuss… Saya sebutkan itu dan mengapresiasi Mas Diki berulang kali.

 

-----

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 16 Mei 2026

                

Soto Pak Syamsul Pasar Kaliurang Yogyakarta, Maknyuss....

 

Pagi yang menyenangkan...

Habis subuh, saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Pasar Kolombo di daerah Kaliurang Km 7. Tidak jauh dari tempat kami nginap sementara selama refreshing. Pasar ini tidak terlalu besar dan menggeliat sejak subuh hingga dhuhur saja. Transaksi antara penjual makanan dan bahan pokok harian saja yang ada di sini. Definisi pasar tradisional yang sesungguhnya..

Tapi cerita saya bukan tentang itu. Cerita saya tentang Soto Legend di pasar ini, Pasar Kolombo, Kaliurang Jogja. Namanya Warung Soto Pak Syamsul @soto_paksyamsul, bisa cek IG-nya. Kabarnya didirikan pertama kali sejak tahun 1997 oleh Pak Syamsul, seperti nama warungnya.


Lapaknya sangat sederhana. Mungkin cuma 2x2 meter plus bagian depan / teras sekaligus bagian parkir motor. Jualannya juga spesifik. Hanya soto daging saja plus nasi dan beberapa opsi tambahan seperti tempe, perkedel, jeroan.

Usaha ini dijalankan oleh dua orang anak muda. Mas Diki (ini anak kandung Pak Syamsul, yang pertama kali mendirikan warung ini) dan rekan kerjanya, Mas Johan. Satu lagi di frame foto ini, Pak Harahap, bantuin markir motor sambil jaga lapak bareng istrinya yang jual jasa parut kelapa.


Kembali ke soto. Soal rasa, saya berani jamin, 100 % rasa asli soto daging khas yang menyegarkan. Bisa dibandingkan dengan soto legend lainnya di Jogja. Maknyuss… Saya sebutkan itu dan mengapresiasi Mas Diki berulang kali.

Soal harga silakan lihat di foto. Sangat terjangkau apalagi buat kita yang sehari-hari di Jakarta. Murah meriah mengenyangkan. 3M.

Sarapan enak, sambil menikmati vibes Kaliurang di pagi hari mengingatkan saya masa kuliah S2 di MM UGM.

Perasaan yang nyaman dan tenang. Slow. Jauh dari hiruk pikuk. Manusia-manusia yang hangat dan ramah berbaur membentuk mozaik kehidupan yang terasa sangat tulus. Sungguh atmosfir yang asyik.

Hidup, memang masalah rasa. Tidak perlu kemewahan berlebihan untuk merasakan bahagia. Caranya adalah menjaga ekspektasi dan merasa CUKUP... (Andi Afdal Abdullah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama