-----
Selasa, 30 Juni 2026
Ribuan Mahasiswa Unhas Ikut KKN Inovasi
Daerah dan KKN Internasional
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Universitas Hasanuddin (Unhas) melepas sebanyak 5.282 mahasiswa untuk melaksanakan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 dengan 4 skema, yaitu KKN Inovasi
Daerah, KKN Kolaborasi Institusi, KKN Jejaring Internasional, serta KKN Khusus.
Acara pelepasan dilangsungkan di Baruga AP
Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin, 29 Juni 2026, dihadiri oleh
jajaran pimpinan universitas serta perwakilan pemerintah daerah.
Ke-5.282 mahasiswa KKN tersebut ditempatkan
di 8 negara, 2 provinsi, 23 kabupaten / kota, yang mencakup 135 kecamatan dan
613 desa / kelurahan. Sebanyak 205 dosen akan menjadi pendamping selama
kegiatan.
KKN Gelombang 116 dirancang sebagai ruang
kolaborasi multipihak yang melibatkan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah,
dunia usaha, dan masyarakat.
Program ini bertujuan menghadirkan solusi
berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam
pembangunan berkelanjutan.
Direktur Transformasi Pendidikan dan
Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Ir Sahrianti Saad SHut MSi PhD,
menjelaskan, penyelenggaraan KKN dilakukan melalui tata kelola kolaboratif
lintas unit.
Seluruh tahapan program, mulai dari
perencanaan hingga evaluasi, disusun secara terintegrasi untuk memastikan
kebermanfaatan bagi mahasiswa dan masyarakat.
“KKN merupakan kerja bersama seluruh
elemen di universitas. Koordinasi lintas bidang menjadi kunci agar program
berjalan terarah dan memberikan dampak optimal,” kata Sahrianti.
Ia menambahkan, proses KKN telah
dipersiapkan sejak jauh hari melalui pemetaan kebutuhan daerah serta koordinasi
dengan pemerintah dan mitra lokal. Setelah pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan
dengan seminar hasil dan expo sebagai sarana refleksi dan diseminasi inovasi,
sekaligus mendorong pembelajaran berkelanjutan.
Pelepasan mahasiswa dilakukan secara resmi
oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad
Ruslin, yang dalam arahannya mengatakan, keberhasilan KKN tidak diukur dari
durasi, melainkan dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dan
menghadirkan solusi yang relevan.
“KKN adalah ruang untuk menghubungkan ilmu
dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi mediator yang
menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah melalui
pendekatan akademik,” kata Ruslin.
Ia menyebut KKN sebagai “laboratorium
kehidupan” yang membentuk kemampuan adaptasi, komunikasi, dan kepemimpinan
mahasiswa. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga integritas dan nama baik
institusi selama menjalankan pengabdian.
Empat skema KKN Gelombang 116 Universitas
Hasanuddin yaitu pertama KKN Inovasi Daerah, dengan rincian Kabupaten Maros:
336 orang, Kabupaten Pangkep: 293 orang, Kabupaten Barru: 362 orang, Kota
Parepare: 170 orang, Kabupaten Sidrap: 1.527 orang, Kabupaten Pinrang: 216
orang.
Kota Makassar: 324 orang, Kabupaten Gowa:
40 orang, Kabupaten Takalar: 241 orang, Kabupaten Jeneponto: 193 orang, Kabupaten
Bantaeng: 764 orang, Kabupaten Bulukumba: 67 orang, Kabupaten Sinjai: 93 orang,
Kabupaten Luwu: 49 orang, Kabupaten Luwu Timur: 73 orang, Kabupaten Luwu Utara:
32 orang.
Kabupaten Bone: 116 orang, Kabupaten Kepulauan
Selayar: 8 orang, Kabupaten Tana Toraja: 47 orang, Kabupaten Toraja Utara: 91
orang, Kabupaten Wajo: 91 orang, Kabupaten Soppeng: 35 orang, dan Kabupaten Majene:
37 orang.
Skema KKN Internasional pada 8 negara dengan
rincian Malaysia: 74 orang, Jepang: 29 orang, Thailand: 12 orang, Taiwan: 6
orang, Hongkong: 1 orang, Timor Leste: 5 orang, dan Korea Selatan: 3 orang.
Skema KKN Kolaborasi Institusi, dengan
rincian Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan, Kejaksaan Negeri Gowa, Kejaksaan
Negeri Makassar, Pengadilan Negeri Makassar, Pengadilan Militer Makassar, Kejaksaan
Negeri Maros, LPKA Maros, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian
Sosial, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Maros, Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM), Perpustakaan Nasional, PT. Vale, dan PT. Tonasa.
Skema KKN Khusus dengan rincian Makassar
(Tematik Prestasi) dan Luwu Timur (Tematik Co-ops Vale). (kia)
