Argentina Seharusnya Kalah, Mesir yang Menang

 



PEDOMAN KARYA

Rabu, 08 Juli 2026

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Argentina Seharusnya Kalah, Mesir yang Menang

 

“Argentina seharusnya kalah, Mesir yang menang,” sungut Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop batas kota.

“Apa ini yang kita bicarakan?” tanya Daeng Tompo’.

“Piala Dunia,” jawab Daeng Nappa’.

“Piala Dunia apa?” tanya Daeng Tompo’.

“Piala Dunia Sepak Bola FIFA,” jawab Daeng Nappa’.

“Kenapai?” tanya Daeng Tompo’.

“Pertandingan antara Argentina melawan Mesir di babak 16 besar, itu seharusnya Argentina kalah, Mesir yang menang,” tutur Daeng Nappa’.

“Kenapa bisa?” tanya Daeng Tompo’.

“Mesir sudah menang 1-0 di babak pertama. Babak kedua pemain Mesir mencetak gol dan semua orang melihat gol itu bersih, tapi wasit menganulir gol itu karena wasit menganggap terjadi pelanggaran sebelum terjadinya gol,” jelas Daeng Nappa’.

“Berarti menang ji Mesir,” kata Daeng Tompo’.

“Setelah gol kedua Mesir dibatalkan oleh wasit, akhirnya pemain Mesir mencetak lagi gol kedua dan skor menjadi 2-0, tapi Argentina membalas tiga gol di sebelas menit terakhir babak kedua,” tutur Daeng Nappa’.

“Terus dimana masalahnya?” tanya Daeng Tompo’.

“Masalahnya, seharusnya Mesir sudah menang 3-0 sebelum Argentina menyamakan kedudukan, tapi wasit menganulir satu gol Mesir. Sebelum terjadi gol ketiga Argentina, itu sebenarnya terjadi pelanggaran tapi wasit membiarkan,” papar Daeng Nappa’.

“Jadi menurut kita’, kemenangan Mesir dirampok?” tanya Daeng Tompo’.

“Jelas,” jawab Daeng Nappa’ dengan tegas.

“Barangkali karena kita’ pendukung Mesir,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Saya justru pendukung Argentina dan saya berharap Argentina yang juara,” kata Daeng Nappa’.

“Terus kenapa padeng proteski’?” tanya Daeng Tompo’.

“Karena saya merasa kemenangan Mesir dirampok. Ada unsur kecurangan disini. Sepertinya FIFA tidak ingin Mesir menang,” kata Daeng Nappa’.

“Aha, perasaan ta’ itu,” kata DaengTompo’ masih sambil tersenyu, sedangkan Daeng Nappa’ hanya diam tidaklagi menanggapi. (asnawin)

 

Rabu, 08 Juli 2026

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama