Bupati Gowa Didzalimi Secara Terstruktur dan Masif

Kasus pribadi yang menimpa seorang bupati perempuan di Kabupaten Gowa, Dr. Hj. Husniah Talenrang, SE., MM, sungguh sangat menyedihkan. Karena kasus pribadinya dijadikan alasan pembenaran untuk didzalimi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). (ist) 

 

------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 20 Agustus 2026

 

Bupati Gowa Didzalimi Secara Terstruktur dan Masif

 

Oleh: Achmad Ramli Karim

(Pemerhati Politik dan Pendidikan)

 

Kasus pribadi yang menimpa seorang bupati perempuan di Kabupaten Gowa, Dr. Hj. Husniah Talenrang, SE., MM, sungguh sangat menyedihkan. Karena kasus pribadinya dijadikan alasan pembenaran untuk didzalimi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Yang terjadi sesungguhnya adalah sikap penolakan dari para elit dan pimpinan parpol. Bukan penolakan oleh masyarakat umum. Kasus pribadi yang seharusnya wajib ditutupi oleh orang-orang mukmin, terpaksa diviralkan dan dijadikan konsumsi politik sebagai dasar untuk melengserkannya (dimakzulkan).

Penulis sebagai orang asli Gowa setelah mengamati dan menganalisis kondisi politik, sangat tampak keseragaman niat, tujuan, dan sasaran untuk tetap melengserkan Husniah Talenrang. Hal ini dapat dibaca dari sikap dan perilaku birokrat, mulai dari Sekda, Kepala Dinas, Camat, dan sampai ke tingkat Lurah / Desa seragam menjauhi dan tidak mau menerima kehadiran Bupati. Demikian juga pada lembaga legislatif, sikap dan perilakuannya seragam dengan eksekutif (pemerintahan).

Ada apa dan siapa yang memberikan instruksi, sehingga sikap dan perlakuan Anggota DPRD Gowa dan aparatur sipil nasional Gowa sama dan sebangun. Sikap dan perilaku inilah yang sesungguhnya tidak memiliki adab, tatakrama, dan sopan santun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bukankah beliau masih sah sebagai bupati yang seharusnya dihormati dan dihargai oleh bawahannya, seperti Sekda, para kepala dinas, serta para camat di setiap kecamatan. Lalu siapa yang memerintahkan pemerintahan desa untuk menolak kehadiran seorang bupati yang masih sah sebagai penguasa tertinggi di Kabupaten Gowa?

Sungguh biadab orang Gowa yang dengan sengaja memperlakukan seorang perempuan lemah, dengan mendzaliminya secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Hal inilah yang menggugah nurani penulis sebagai orang Gowa asli yang menganggap tidak sepantasnya seorang perempuan sebagai makhluk lemah, diperlakukan dengan dzalim secara “terstruktur, sistematis, dan masif”. Istilah ini merujuk pada suatu bentuk pelanggaran, kecurangan, atau gerakan penanganan yang melibatkan unsur resmi, perencanaan matang, dan dampak yang sangat luas.

 

Arti Unsur TSM

Terstruktur adalah kecurangan atau tindakan yang melibatkan aparat struktural, baik aparat pemerintah maupun penyelenggara pemilu, secara resmi atau sengaja. Sistematis adalah tindakan yang dilakukan melalui perencanaan yang matang, tersusun rapi, dan bukan sekadar kebetulan. Masif adalah dampak atau akibat dari pelanggaran tersebut sangat luas dan berpengaruh besar terhadap hasil akhir atau kondisi di masyarakat.

 

Makassar, 20 Agustus 2026

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama