Dua Ketua BEM Unhas Terjun ke Lokasi Bencana NTT

PEMERIKSAAN KESEHATAN. Mahasiswa KKN Tanggap Bencana Unhas memberikan bantuan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat, 21 Agustus 2026. (ist)  


-----

Jumat, 21 Agustus 2026

 

Dua Ketua BEM Unhas Terjun ke Lokasi Bencana NTT


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Dua Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yakni Fathu Rahman (Ketua BEM Fakultas Hukum) dan Muhammad Rizki Rivaldo (Ketua BEM Fakultas Kedokteran Gigi) terjun langsung ke lokasi bencana Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fathu Rahman dan Rizki Rivaldo tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tanggap Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim berangkat pada Rabu, 19 Agustus 2026, untuk menjalankan misi kemanusiaan sekaligus pengabdian kepada masyarakat terdampak bencana.

Tim KKN ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, didampingi Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Ilham Alimuddin PhD.

Pada hari ketiga setelah berada di lokasi, Jum'at, 21 Agustus 2026, Tim KKN TB Unhas telah berada di Kecamatan Lamba Leda Barat, Kabupaten Manggarai Timur. Di lokasi ini, mahasiswa KKN TB Unhas melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dasar di Desa Satar Punda. 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.45 WITA ini melayani sebanyak 60 warga yang terdampak bencana. Selain pemeriksaan kesehatan dasar, tim KKN TB Unhas juga memberikan perawatan luka kepada 10 warga yang sebelumnya mengalami luka akibat terkena reruntuhan saat bencana.

Dari hasil pemeriksaan, keluhan kesehatan yang cukup banyak ditemukan adalah flu dan batuk ringan, terutama pada anak-anak. Sementara itu, pada warga berusia di atas 40 tahun, ditemukan sejumlah pasien dengan riwayat hipertensi yang belum mendapatkan pengobatan secara rutin.

Di lokasi pengungsian, sejumlah mahasiswa juga berinteraksi dengan anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Mereka mengajak anak-anak mengikuti permainan edukatif sebagai aktivitas untuk mengisi waktu sekaligus memberikan suasana yang lebih menyenangkan di tengah kondisi pengungsian.

Keterlibatan dua Ketua BEM dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran Gigi bersama mahasiswa dari berbagai fakultas menunjukkan peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam misi kemanusiaan. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat semangat kolaborasi mahasiswa dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat terdampak bencana. (kia) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama