------
Rabu, 05 Agustus 2026
Gubernur Kaltara
Tawarkan Kemitraan Strategis Lintas Negara dalam Rakornas APINDO
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA).
Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) dalam
mendatangkan investasi global kembali ditunjukkan pada gelaran Rapat Kerja dan
Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO XXXV Tahun 2026 melalui penyeleksian
forum 'Business Matching'.
Acara bergengsi tersebut dihadiri
oleh sedikitnya 14 Duta Besar negara sahabat serta jajaran investor nasional
dan mancanegara. Pada kesempatan itu, Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal Arifin
Paliwang, hadir sebagai narasumber utama membawakan presentasi strategis
bertema “Kaltara: Episentrum Baru Ekonomi Hijau & Hilirisasi.”
Mengambil tempat di Ruang VIP
Legend 1 Hotel Claro Makassar, Selasa, 04 Agustus 2026, Zainal memaparkan
materi bertajuk "Membuka Gerbang Peluang di Kawasan Industri Berkelanjutan
dan Infrastruktur Masa Depan Indonesia", yang memuat peta jalan dan data
potensi investasi daerah secara rinci.
Dalam paparannya, Zainal menyampaikan
bahwa Pemprov Kaltara yang kini genap berusia 14 tahun mengandalkan keunggulan
posisi geopolitik daerah yang berbatasan darat dan laut langsung dengan
Malaysia dan Filipina. Kondisi keamanan yang kondusif menjadi jaminan utama
bagi investor yang ingin masuk ke daerah bermargin kompetisi rendah ini.
“Dikarenakan Kaltara masih berusia
muda, persaingan bisnis di berbagai bidang belum terlalu padat. Pemerintah
provinsi berkomitmen memberikan pengawalan penuh dan fasilitas perizinan
terpadu bagi para investor yang serius berinvestasi,” ungkap Zainal.
Adapun rincian proyek strategis dan
pengembangan potensi komoditas daerah yang dipaparkan Gubernur Zainal yakni untuk
mendukung transisi energi hijau, Kaltara menawarkan investasi pembangunan PLTA
Mentarang dan PLTA Sungai Kayan berkapasitas total 9.000 MW yang akan menyuplai
kebutuhan energi bersih di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) seluas
30.000 hektare.
Di bidang pembangunan infrastruktur
daerah, Pemprov Kaltara menawarkan peluang investasi untuk pembangunan Rumah
Sakit Tipe B di Ibu Kota Tanjung Selor serta pembangunan jaringan jalan tol
strategis yang menghubungkan Tanjung Selor dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara untuk hilirisasi hasil
laut dan industri pengolahan, peluang investasi mencakup pendirian pabrik
rumput laut skala industri di Tarakan dan Nunukan, pengembangan kawasan
perikanan organik (udang windu, kepiting, bandeng), hingga rencana pembangunan
pabrik minyak goreng berkapasitas 50.000 hingga 100.000 ton/bulan.
Pada sektor pertanian dan
perkebunan, Kaltara menawarkan pengembangan kawasan kakao dan kopi unggulan di
Kabupaten Malinau, serta komoditas spesifik lokal seperti Garam Gunung Krayan
dan Beras Adan organik yang terbukti berkualiats tinggi.
“Melalui sesi 'business matching'
ini, Pemprov Kaltara siap memperluas sinergi dan kolaborasi strategis bersama
para diplomat serta pelaku usaha mancanegara demi percepatan pembangunan
daerah,” tandas Zainal Paliwang. (jw)
