![]() |
| S1 KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS. Unismuh Makassar resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Sarjana (S1) Keperawatan dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners pada tahun akademik 2026/2027. |
------
Rabu, 05 Agustus 2026
KAMPUS
Unismuh Makassar Buka
Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA).
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi memperoleh izin pembukaan
Program Studi Sarjana (S1) Keperawatan dan Program Studi Pendidikan Profesi
Ners pada tahun akademik 2026/2027.
Kehadiran dua program studi itu
memperluas jalur pendidikan tenaga kesehatan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar.
Izin tersebut tertuang dalam
Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 853/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 04 Agustus 2026. Keputusan
itu memberikan izin kepada Unismuh Makassar untuk menyelenggarakan Program
Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners.
Dalam keputusan tersebut, kedua
program studi juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi.
Unismuh diwajibkan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan melaporkan
hasil penyelenggaraan program studi kepada kementerian paling lambat satu bulan
setelah berakhirnya setiap semester.
Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul
Rakhim Nanda, mengatakan, terbitnya izin tersebut merupakan hasil dari proses
persiapan yang panjang. Pengajuan pembukaan program studi telah dilakukan sejak
2023 dan dilanjutkan dengan pemenuhan berbagai persyaratan akademik maupun
kelembagaan.
“Terbitnya izin ini merupakan
amanah sekaligus kepercayaan pemerintah kepada Unismuh Makassar. Kami tidak
hanya berkewajiban membuka penerimaan mahasiswa, tetapi juga harus memastikan
proses pendidikan berlangsung dengan standar mutu yang tinggi,” kata Rakhim,
Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut dia, pembukaan dua program
studi tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh memperkuat kontribusi dalam
memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. Lulusan yang dihasilkan diharapkan
memiliki kemampuan akademik dan klinis sekaligus menjunjung nilai kemanusiaan,
profesionalisme, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Rakhim menambahkan, Unismuh telah
mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan secara bertahap dan terukur. Kesiapan
dosen, kurikulum, laboratorium, rumah sakit pendidikan, wahana praktik, serta
sistem penjaminan mutu menjadi unsur yang harus terus dijaga.
“Program studi ini bukan hanya menambah jumlah pilihan pendidikan, tetapi kehadirannya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan terutama di Indonesia bagian timur,” ujarnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kerja Sama Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, menilai pembukaan
Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners merupakan langkah strategis dalam
pengembangan bidang kesehatan di Unismuh.
Menurut Prof Andis, sapaan Warek I
Unismuh Makassar itu, penyelenggaraan pendidikan keperawatan akan diarahkan
pada pembelajaran berbasis kompetensi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh
pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman klinis dan pembelajaran di
tengah masyarakat.
“Kurikulum harus mampu
mempertemukan penguasaan ilmu, keterampilan klinis, kemampuan berkomunikasi,
pemanfaatan teknologi, dan kepekaan sosial. Perawat bekerja sangat dekat dengan
pasien sehingga aspek etik dan kemanusiaan harus menjadi bagian utama pendidikan,”
katanya.
Ia mengatakan, pembukaan program
studi baru juga harus diikuti dengan penguatan kerja sama. Unismuh telah
memperluas kemitraan dengan rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah,
organisasi profesi, dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Kerja sama tersebut diperlukan
untuk menjamin tersedianya wahana pembelajaran klinis sekaligus membuka ruang
riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Integrasi Pendidikan
Kesehatan
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof Suryani
As’ad, mengatakan, Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners akan menjadi
bagian dari pengembangan pendidikan kesehatan yang terintegrasi di lingkungan
FKIK.
Kehadiran program tersebut
memungkinkan mahasiswa dari berbagai disiplin kesehatan belajar bekerja sama
sejak masa pendidikan. Pola itu diperlukan karena pelayanan kepada pasien pada
dasarnya melibatkan tenaga kesehatan dengan latar belakang profesi yang
berbeda.
“Pelayanan kesehatan tidak dapat
berjalan secara sendiri-sendiri. Dokter, perawat, apoteker, bidan, dan tenaga
kesehatan lainnya harus mampu berkomunikasi dan bekerja sebagai satu tim.
Karena itu, pendidikan kolaboratif antarprofesi akan menjadi salah satu
perhatian kami,” kata Suryani.
Menurut dia, FKIK akan memastikan
ketersediaan dosen, sarana laboratorium, fasilitas pembelajaran, dan jejaring
tempat praktik. Pengembangan program juga akan diselaraskan dengan keunggulan
FKIK dalam bidang penanganan kegawatdaruratan.
“Perawat sering berada pada garis
terdepan pelayanan. Mereka harus mampu mengenali kondisi pasien, mengambil
tindakan awal secara tepat, dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
Kompetensi kegawatdaruratan menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat,”
ujarnya.
Penerimaan Mahasiswa
Disiapkan
Ketua Tim Task Force pembukaan
Prodi S1 Keperawatan Nurlina, S.Kep.Ns. M.Kep mengatakan, tim program studi
mulai mempersiapkan tahapan operasional setelah izin pembukaan diterbitkan.
Persiapan tersebut mencakup
penyempurnaan kurikulum, distribusi mata kuliah, penetapan dosen pengampu,
penggunaan ruang kelas, laboratorium dan sarana pendukung lainnya termasuk
pemetaan wahana praktik.
“Keputusan menteri ini menjadi
dasar bagi kami untuk memasuki tahap penyelenggaraan. Semua perangkat akademik
harus dipastikan siap sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan,” kata Nurlina.
Ia mengatakan, pendidikan akan
dirancang secara berkelanjutan dari tahap sarjana hingga profesi. Setelah
menyelesaikan pendidikan akademik, mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap profesi
untuk memperoleh pengalaman klinis dan memenuhi kompetensi sebagai ners.
“Kami ingin menghasilkan perawat
yang terampil, memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu menggunakan teknologi
kesehatan, serta memberikan pelayanan secara holistik kepada pasien, keluarga,
dan masyarakat,” ujar Nurlina.
Program studi ini juga akan
memberikan perhatian pada pendidikan keperawatan dengan penciri utama kegawat-daruratan
dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), baik di keluarga maupun komunitas, melalui
promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pelayanan keperawatan.
Dengan pendekatan itu, lulusan
diharapkan dapat bekerja di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan
komunitas, lembaga pendidikan, maupun bidang pelayanan kesehatan lainnya,
sehingga lulusan juga mampu bersaing di dunia kerja baik dalam maupun di Luar
Negeri. (asnawin)
