------
Selasa, 18 Agustus 2026
KAMPUS
Mahasiswa KKN
Unhas Bantu Pengembangan Website Kantor Desa dan Kelurahan di Maros
MAROS, (PEDOMAN
KARYA).
Sebanyak 327 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas)
Gelombang 116 resmi ditarik dari Kabupaten Maros setelah menjalani pengabdian
selama 40 hari pada 14 kecamatan. Prosesi penarikan mahasiswa KKN dilangsungkan
di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, Senin, 17 Agustus 2026.
Selama 40 hari pengabdian,
mahasiswa menjalankan berbagai program tematik yang disesuaikan dengan
kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah.
KKN Gelombang 116 di Maros mencakup
lima fokus utama, yakni Pemberdayaan Desa, Perubahan Iklim, Keterbukaan
Informasi Publik (KIP), Infrastruktur Pekerjaan Umum, serta Hukum. Sebanyak 327
mahasiswa sebelumnya ditempatkan di 14 kecamatan di Maros.
Salah satu program yang mendapat
perhatian adalah KKN Tematik KIP yang mendorong penguatan tata kelola informasi
publik di tingkat desa dan kelurahan. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah
wilayah, antara lain Leang-leang, Kurusumange, Lekopancing, Adatongeng,
Boribellaya, dan Turikale.
Mahasiswa antara lain membantu
pengembangan website informasi publik, penguatan data, serta peningkatan
kapasitas aparatur dalam mengelola informasi.
Perwakilan Dosen Pendamping
Kegiatan (DPK) KKN Unhas Gelombang 116 Kabupaten Maros, Ishaq Rahman, dalam
pengantarnya pada acara penarikan tersebut menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Kabupaten Maros dan masyarakat yang telah menerima mahasiswa selama
pelaksanaan KKN.
“Sebagai Dosen Pendamping Kegiatan KKN
sekaligus atas nama Universitas Hasanuddin, kami menyampaikan terima kasih
sebesar-besarnya atas penerimaan, dukungan, dan bantuan pemerintah Kabupaten
Maros selama KKN,” ujar Ishaq.
Bupati Maros Chaidir Syam,
menyampaikan bahwa masa pengabdian mahasiswa terasa berlangsung begitu cepat.
Ia mengaku tidak menyadari waktu pelaksanaan KKN telah berakhir.
“Rasanya baru kemarin kita menerima
mahasiswa untuk KKN di Maros, sekarang sudah penarikan. Meski demikian, saya
berharap mahasiswa dapat memperoleh banyak pengalaman selama berada di lokasi,”
ujar Chaidir.
Bupati berharap pengalaman selama
berada di tengah masyarakat memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus
menjadi pembelajaran penting di luar lingkungan kampus. Ia juga meminta mahasiswa tetap menjalin
komunikasi dengan pemerintah desa dan kelurahan meskipun masa KKN telah
selesai.
“Hubungan tersebut penting untuk
menjaga keberlanjutan kontribusi mahasiswa dan Unhas bagi masyarakat, terlebih
Kabupaten Maros memiliki kedekatan geografis dengan Kota Makassar,” kata
Chaidir.
Acara penarikan mahasiswa KKN Unhas
ditutup dengan penyerahan secara simbolis Laporan KKN dan beberapa karya
mahasiswa KKN yang dihasilkan sebagai respon atas kebutuhan masyarakat. (kia)
