![]() |
| “Dan dia selalu shalat berjamaah. Kalau sudah mau masuk waktu shalat, dia langsung cari masjid. Dan setiap selesai shalat, dia mengaji dulu, baru jalan lagi,” ungkap Daeng Tompo’. |
-----
PEDOMAN KARYA
Ahad, 02 Agustus 2026
Obrolan Daeng
Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Pagi Mengantar Ojek
Gratis, Sore Dapat Rp200 Ribu
“Tadi sore saya shalat ashar di
masjid dekat rujab bupati. Selesai shalat ashar, saya mengaji. Di samping saya
ada juga seorang tukang ojek mengaji. Hampir bersamaan juga selesai mengaji,” kata
Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi malam di teras rumah Daeng Tompo’.
“Terus,” potong Daeng Nappa’.
“Sambil jalan keluar dari masjid,
saya bicara-bicara sama itu tukang ojek. Tadinya saya tidak tahu kalau dia
tukang ojek, karena penampilannya cukup rapi. Dia pakai celana jeans dan baju kemeja.
Keluar dari masjid dia pakai sepatu kets. Rapi sekali. Nanti setelah dia ke motornya
baru saya tahu bahwa dia tukang ojek, karena di motornya ada jaket ojek dan dia
langsung pakai jaket ojeknya,” tutur Daeng Tompo’.
“Terus,” potong Daeng Nappa’.
“Setelah dia stater motornya dia ambil
sesuatu di kantong jaketnya dan tiba-tiba dia mengeluarkan uang pecahan Rp50
ribu empat lembar dalam keadaan heran. Dia bilang, ada yang kasika uang,”
lanjut Daeng Tompo’.
“Jadi bukan uangnya itu Rp200 ribu?”
tanya Daeng Nappa’.
“Saya juga tanya dan dia bilang bukan.
Saya bilang alhamdulillah, berarti ada orang baik yang kasiki’ uang. Saya
bilang, do’kanmi tawwa orang yang kasiki’ uang agar dia diberi kesehatan dan
rezeki yang banyak,”
“Terus,” potong Daeng Nappa’.
“Terus dia cerita bahwa tadi pagi
dia mendapati seorang laki-laki tua jalan kaki, dan kemudian dia menawari bapak
tua itu mengantarnya dengan ojek. Bapak tua itu sempat bertanya, apakah bayar
atau gratis. Tukang ojek itu bilang gratis,” tutur Daeng Tompo’.
“Jadi dia mengantar dengan ojek
gratis?” tanya Daeng Nappa’.
“Betul. Dia kemudian mengantar
bapak tua itu ke alamat yang dituju. Kurang lebih lima ratus meter jauhnya,
tapi ternyata bapak tua itu sudah agak rabun matanya dan dia lupa rumah temannya
yang akan dia datangi. Setelah bertanya kiri kanan, akhirnya rumah temannya ditemukan.
Orang tua itu beberapa kali mengucapkan terima kasih,” kata Daeng Tompo’.
“Mungkin itumi bayarannya. Dia
dikasi uang oleh Allah lewat seseorang yang tidak memasukkan uang Rp200 ribu di
kantong jaket ojeknya,” tukas Daeng Nappa’.
“Itumi barangkali. Dia bilang, dia memang
sering membantu orang mengantar dengan ojek gratis,” kata Daeng Tompo’.
“Luar biasa. Jadi dia tidak
semata-mata cari uang, tapi juga mencari amal,” kata Daeng Nappa’.
“Dan dia selalu shalat berjamaah.
Kalau sudah mau masuk waktu shalat, dia langsung cari masjid. Dan setiap
selesai shalat, dia mengaji dulu, baru jalan lagi,” ungkap Daeng Tompo’.
“Masya Allah. Berkah ki tawwa hidupnya,”
ujar Daeng Nappa’.
“Iye,” timpal Daeng Tompo’. (asnawin)
