-----
Sabtu, 22 Agustus 2026
Pemerintah Salurkan
Bantuan Besar 2 Juta Kilogram di Kabupaten Gowa
GOWA, (PEDOMAN KARYA). Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Gowa pada alokasi Juli-September mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Alokasi Februari-Maret sekitar 70 ribu lebih.
“Untuk alokasi Juli-September
menjadi 73.780 penerima. Ada peningkatan sekitar 3.000 penerima. Namun untuk
alokasi kali ini minyak goreng ditiadakan,” ungkap Pemimpin Cabang Perum Bulog
Makassar, Faris Sudirman.
Hal itu ia sampaikan pada acara penyaluran
Bantuan Pangan Program Pemerintah Pusat alokasi Juli, Agustus, dan September
2026, di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kamis, 20 Agustus 2026.
Bantuan pangan yang diserahkan
secara simbolis oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, diberikan kepada
Penerima Bantuan Pangan (PBP) berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan
selama tiga bulan sehingga setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras
untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Faris menyebutkan, bantuan pangan
tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus
ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Ini bukti kehadiran pemerintah
dalam memberikan stimulus ekonomi dalam bentuk pangan kepada masyarakat yang
dialokasikan sekaligus selama tiga bulan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 73.780
penerima di Kabupaten Gowa akan menerima total 2.213.400 kilogram beras.
Sementara khusus Kecamatan Pallangga, jumlah penerima sebanayak 9.053 PBP
dengan bantuan yang disalurkan mencapai 271.590 kilogram beras.
“Proses penyaluran ditargetkan
selesai paling lambat 30 September 2026. Kami bersama tim akan berkomitmen
menyelesaikan penyaluran ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kami
berharap bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu dan memberikan manfaat,”
kata Faris.
Bupati Gowa, Sitti Husniah
Talenrang, mengatakan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang
berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup, kesehatan, hingga stabilitas
sosial.
“Masalah pangan merupakan isu
mendasar bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan
hidup, kesehatan dan juga stabilitas sosial. Karena itu, pemerintah terus
menghadirkan berbagai program strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,”
ujarnya.
Penyaluran bantuan pangan ini
merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga
stabilitas pangan nasional, memperkuat perlindungan sosial, sekaligus
meringankan beban masyarakat.
Dimana bantuan pangan akan
disalurkan di 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa dengan jumlah penerima sebanyak
73.780 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan
alokasi Februari dan Maret 2026 yang sebanyak 70.944 penerima atau mengalami
peningkatan sekitar 3,99 persen.
“Bantuan ini tentu akan meringankan
beban masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus mengawal pelaksanaannya
agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat
yang membutuhkan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga
mengapresiasi Desa Jenetallasa yang menjadi lokasi launching sekaligus mendapat
penghargaan dari Bulog karena dinilai memberikan pelayanan terbaik dalam
penyaluran bantuan pangan.
“Desa Jenetallassa, Pallangga,
mendapatkan pelayanan terbaik karena tidak ada temuan. Kita berharap seluruh
wilayah di Kabupaten Gowa juga tidak ada temuan, dalam artian penerima bantuan
betul-betul tepat sasaran. Pesan saya kepada penerima manfaatkan bantuan ini
dengan sebaik-baiknya dan jangan diperjualbelikan,” kata Husniah. (lom)
