Rabu, 26 Agustus 2026
Siap Kerja di Mancanegara, Sarjana Lintas Ilmu
Belajar Bahasa dan Budaya Jepang di Unhas
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Siap bekerja di mancanegara, sebanyak delapan sarjana lintas bidang ilmu alumni
Fakultas Keperawatan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta
Fakultas Teknik Unhas, serta alumni Universitas Manado, dan lulusan sekolah
menengah kejuruan mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, di
Universitas Hasanuddin (Unhas).
.
peserta dari beragam latar belakang
pendidikan. Mereka merupakan alumni Fakultas Keperawatan, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Teknik Unhas, alumni Universitas
Manado, dan lulusan sekolah menengah kejuruan.
Selama kurang lebih enam bulan, peserta
akan mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dengan melibatkan pengajar
dari Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Proses
pembelajaran tersebut diarahkan untuk membangun kompetensi komunikasi sekaligus
pemahaman terhadap lingkungan sosial dan budaya kerja di negara tujuan.
Program ini menargetkan peserta memperoleh
sertifikat kemampuan Bahasa Jepang level N4 serta memenuhi kualifikasi
Specified Skilled Worker (SSW). Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, peserta
ditargetkan dapat berangkat ke Jepang pada Januari–Februari 2027 melalui PT
Hadin Manpower, menyesuaikan job order yang tersedia.
Peluang kerja di luar negeri membutuhkan
lebih dari sekadar keterampilan teknis. Kemampuan berbahasa, pemahaman terhadap
budaya, serta kesiapan menghadapi standar kerja negara tujuan menjadi bagian
penting dalam proses adaptasi calon pekerja migran.
Berangkat dari kebutuhan tersebut,
Universitas Hasanuddin melalui UNHAS Migrant Service Center meluncurkan Kelas
Migrant Batch 1 Training Bahasa dan Budaya Jepang.
Program ini dirancang sebagai tahap
persiapan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di
Jepang.
Launching Kelas Migrant dibuka oleh Wakil
Rektor V Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas,
S.H., M.H., didampingi Ketua UNHAS Migrant Service Center, Dr. Ns. Takdir
Tahir, M.Kes., dan jajaran pimpinan lainnya. Kegiatan berlangsung pada Jumat
(21/08) di MSC Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.
Batch pertama diikuti delapan peserta dari
beragam latar belakang pendidikan. Mereka merupakan alumni Fakultas
Keperawatan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas
Teknik Unhas, alumni Universitas Manado, dan lulusan sekolah menengah kejuruan.
Selama kurang lebih enam bulan, peserta
akan mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dengan melibatkan pengajar
dari Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Proses
pembelajaran tersebut diarahkan untuk membangun kompetensi komunikasi sekaligus
pemahaman terhadap lingkungan sosial dan budaya kerja di negara tujuan.
Program ini menargetkan peserta memperoleh
sertifikat kemampuan Bahasa Jepang level N4 serta memenuhi kualifikasi
Specified Skilled Worker (SSW). Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, peserta
ditargetkan dapat berangkat ke Jepang pada Januari–Februari 2027 melalui PT
Hadin Manpower, menyesuaikan job order yang tersedia.
Prof. Amir Ilyas menyambut baik
pelaksanaan program tersebut dan berharap Kelas Migrant dapat terus berlanjut
melalui pembukaan batch berikutnya. Menurutnya, perluasan program dapat membuka
kesempatan lebih besar bagi alumni dan masyarakat untuk mempersiapkan diri
memasuki dunia kerja internasional secara profesional.
“Kami berharap program ini terus
berkelanjutan dan dapat membuka batch berikutnya, sehingga semakin banyak
alumni maupun masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk bekerja secara
profesional di luar negeri,” jelas Prof.Amir.
Sementara itu, Dr. Takdir Tahir
menjelaskan bahwa Kelas Migrant Batch 1 merupakan langkah awal UNHAS Migrant
Service Center dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi
dan kesiapan menghadapi persaingan pasar kerja internasional, khususnya di
Jepang.
Melalui program ini, Unhas bersama mitra
berupaya membangun jalur persiapan yang lebih terstruktur bagi calon pekerja
migran, mulai dari penguatan kemampuan bahasa hingga pemenuhan kompetensi yang
dipersyaratkan oleh pasar kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas
akses kerja luar negeri bagi alumni dan masyarakat.