-----
Senin, 17 Agustus 2026
Tiga Santriwati Ponpes
Al-Furqan Bantaeng Khatam 30 Juz
BANTAENG, (PEDOMAN
KARYA). Tiga
santriwati Takhassus Tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren Putri Al-Furqan
menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Ketiganya yakni Nur Fadilah Kadir,
Nurul Aenul Anshar, dan Reski Aulia Putri.
Khataman 30 juz dilaksanakan di Rumah Karantina Takhassus Tahfidzul Qur’an,
Lingkungan Asayya, Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten
Bantaeng, Ahad, 16 Agustus 2026.
Pimpinan Pondok Pesantren Putri
Al-Furqan, KH Ahmad Kurnia SAg, dalam sambutannya pada acara Khataman tersebt
mengingatkan para santriwati agar tidak berhenti setelah menyelesaikan hafalan.
“Jangan pernah merasa selesai hanya
karena sudah hafal 30 juz. Teruslah menjaga hafalan, menjaga salat, menjaga
akhlak, dan menjaga hati,” pesannya.
Menurutnya, menjadi hafizah bukan
hanya tentang kemampuan menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Lebih dari itu,
hafalan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.
“Karena menjadi hafizah bukan hanya
tentang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an menjadi
jalan hidup,” lanjutnya.
Pesan tersebut juga menjadi
perhatian bagi Abdul Kadir, orang tua Nur Fadilah Kadir. Ia menyampaikan rasa
syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh ustazah, pembina dan keluarga
besar Pondok Pesantren Putri Al-Furqan yang telah mendidik putrinya.
“Kami ingin menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ustazah, pembina, dan keluarga besar
Pondok Pesantren Putri Al-Furqan yang telah mendidik, membimbing, dan menjaga
anak kami selama berada di pondok,” ujar Abdul Kadir.
Ia mengaku bersyukur atas ilmu dan
bimbingan yang telah diberikan selama putrinya menjalani pendidikan di
pesantren.
“Terima kasih kepada Pondok
Pesantren Putri Al-Furqan atas segala ilmu dan bimbingannya,” katanya.
Abdul Kadir juga berpesan kepada
anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan agar tidak hanya mengejar target
hafalan, tetapi terus membaca Al-Qur’an sehingga hafalan yang telah diperoleh
tetap terjaga.
“Pesan kepada anak-anak, jangan
cuma menghafal. Terus membaca Al-Qur’an agar hafalan terus konsisten dan dapat
diingat,” tuturnya.
Menurutnya, capaian 30 juz
seharusnya menjadi motivasi untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, bukan
menjadi alasan untuk berhenti setelah target hafalan tercapai.
Khataman 30 juz yang diraih Nurul
Aenul Anshar, Reski Aulia Putri dan Nur Fadilah Kadir pun menjadi kebahagiaan
tersendiri bagi keluarga dan lingkungan pesantren. Namun, di balik capaian
tersebut terdapat tanggung jawab yang tidak kalah penting, yakni menjaga
hafalan agar tetap melekat dan terus diamalkan.
Hafalan Al-Qur’an, kata Abdu Kadir,
membutuhkan murajaah dan pembacaan secara berkelanjutan. Demikian pula
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat tercermin melalui
sikap, ibadah dan akhlak para santriwati.
“Dengan demikian, khataman 30 juz
bukanlah garis akhir bagi ketiga santriwati Al-Furqan. Khataman justru menjadi
awal dari perjalanan baru untuk menjaga hafalan, menjaga akhlak, dan menjadikan
Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” kata Abdul Kadir. (aka)
