![]() |
| TIM EKSPEDISI PATRIOT Unhas 2026 yang berjumlah 120 patriot akan melakukan pengabdian selama empat bulan, di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (ist) |
-----
Senin, 03 Agustus 2026
KAMPUS
Tim Ekspedisi
Patriot Unhas Mengabdi 4 Bulan di Fakfak Papua Barat
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA). Tim
Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 akan melakukan pengabdian
selama empat bulan, di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Tim yang berjumlah 120 patriot itu akan
mendampingi masyarakat di Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak
Timur. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat,
kemudian dilanjutkan dengan penyusunan serta pelaksanaan berbagai program
pendampingan dan pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Ke-120 anggota Tim Ekspedisi
Patriot Unhas yang terbagi dalam 20 tim tiba di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Ahad,
02 Agustus 2026.
Rombongan disambut oleh Bupati
Fakfak, Samaun Dahlan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga
Kerja Kabupaten Fakfak, Lud Kamudi, serta masyarakat melalui prosesi tarian
adat di Bandara Siboru Fakfak sebagai simbol penyambutan dan dimulainya
kolaborasi.
Setelah tiba di Fakfak, para
Patriot langsung mengikuti agenda koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten
Fakfak dan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad). Pertemuan
tersebut membahas kesiapan pelaksanaan apel penyambutan sekaligus sinkronisasi
awal program dengan pemerintah daerah.
Selanjutnya, para Patriot mengikuti
apel penyambutan yang dipimpin Bupati Fakfak bersama jajaran Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Usai apel, tim akan berdiskusi dengan OPD terkait untuk
menyelaraskan rencana kerja sebelum diberangkatkan menuju Kampung Weri dan
Kampung Saharey sebagai lokasi pengabdian.
Ketua TEP Unhas, Abdullah Sanusi SE
MBA PhD, yang juga Direktur Kemitraan Strategis Unhas, menjelaskan, pengabdian
yang dilakukan para patriot tidak berangkat dari asumsi.
Pendekatan tersebut merupakan
bagian penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dasar
yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan dampak
yang berkelanjutan.
“Para Patriot akan terlebih dahulu
memahami kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Kami ingin memastikan setiap
program yang dilakukan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan
dapat memberikan manfaat,” jelas Abdullah.
Berbagai aspek yang akan menjadi
perhatian meliputi potensi ekonomi masyarakat, komoditas unggulan daerah,
pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemanfaatan teknologi
tepat guna, hingga peningkatan akses pasar. Seluruh rekomendasi akan disusun
berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat selama masa penugasan.
Pendekatan ini sejalan dengan
tujuan Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi Kementerian
Transmigrasi, yakni mendorong perguruan tinggi berkontribusi dalam transformasi
kawasan transmigrasi.
Bagi Unhas, ekspedisi ini juga
menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman
dan kearifan lokal masyarakat. Proses tersebut akan memperkaya perspektif para
Patriot dalam merancang solusi pembangunan.
“Ekspedisi ini bukan hanya tentang
apa yang bisa dibawa dari kampus ke masyarakat. Para Patriot juga akan belajar
dari pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki masyarakat Fakfak,”
tambah Abdullah.
Pemerintah Kabupaten Fakfak
menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan
kawasan.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, berharap
kehadiran para Patriot Unhas dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi
sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Pemerintah daerah tentu akan
mendukung agar program yang dijalankan dapat berjalan baik dan memberikan
manfaat bagi kampung serta masyarakat,” kata Samaun. (kia)
