![]() |
| Abdul Rahman (paling kiri) dalam salah satu kegiatan di Muhammadiyah. (ist) |
PEDOMAN KARYA
Ahad, 23 Agustus 2026
Umur Amal Ustadz Abdul Rahman
Oleh: Dahlan Lama Bawa
Sosok almarhum Abdul Rahman adalah Muballigh, Pemimpin yang sedikit bicara banyak bekerja, Sosok teladan sebaya yang dituakan, menjadi motivator keagamaan bagi murid dan guru di tempat tugasnya, baik di sekolah negeri SMP 33 Makassar maupun di Sekolah / Madrasah Muallimat Makassar yang ia pimpin, jiwa menyantuni hingga diamanahkan menjadi Kepala Panti Asuhan Bahagia Makassar hingga akhir hayatnya.
Di kalangan AMM, khususnya IPM, IMM, Nasyi'ah dan Pemuda Muhammadiyah, Ia disapa Kak Rahman dan Ustadz Rahman. Selama saya bersama sejak tahun 1992, almarhum selalu tampil menjadi solusi, tidak pernah menjadi bagian dari masalah.
Kepemimpinannya teruji sejak di Kampus Unismuh Makassar, Ketua Umum BPM dan Ketua Umum Pimpinan Komisariat FAI Unismuh, KORKOM IMM Unismuh dan PC IMM Kota Makasar, DPD IMM Sulsel dan Pengurus Majelis / Lembaga PWM Sulawesi Selatan.
Ustadz Rahman, merupakan Muballigh terlatih melalui Muballigh Hijrah Unismuh Makassar, diutus bertugas di Sulawesi Selatan bahkan pernah diutus ke Sorong Papua, sekaligus menjalankan tugas sebagai instruktur Pengkaderan IMM.
Lebih 200 Masjid Binaan Muhammadiyah Kota Makassar hampir seluruhnya ditempati khutbah dan ceramah tarawih melalui jadwal yang diatur oleh Majelis Tabligh PDM Kota Makassar. Ustadz Rahman adalah teladan hidup yang pahalanya mengalir dunia hingga akhirat, menjadikan umur amalnya lebih panjang dari usianya.
Kesantunan Ustadz Rahman, dirasakan dari kata dan laku, sedikit bicara banyak bekerja, selalu menjadi solusi tidak pernah menjadi bagian dari masalah. Saya menjadi sekretarisnya di Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FAI Unismuh medio 1990-an, setelah membuat Draf Pedoman Lembaga-lembaga Kemahasiswaan FAI Unismuh.
Giliran dicetak, kami tidak punya uang dan beliau diam-diam menghadap WR III Unismuh, waktu itu dijabat oleh Bapak H.M. Syaiful Saleh, dan diberi bantuan biaya cetak yang lumayan besar.
Alhasil dari pedoman ini Lembaga Kemahasiswaan FAI Unismuh yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh mahasiswa seperti Khaedir Makkasau (Mayor Infantri), Immawan Sultan (bertugas di Sulawesi Tenggara), Muhammad Husain (bertugas di Bantaeng) Immawan Tauhid dan Istrinya (Pimpinan LDK PWM Sulsel dan bertugas di Ponpes Putri Ummul Mukminin) dan sejumlah Kepala Sekolah / Madrasah lainnya di Sulsel, Sulbar, Sultra, Gorontalo, NTT, NTB, Kalimantan dll.
Kemuliaan akhlaknya dalam memimpin membuat usia amalnya lebih panjang dari usia usia fisiknya.
Imamah dan Master of Training
Dalam dunia Pengkaderan, Ustadz Rahman, selalu dipaketkan dengan saya. Jika almarhum jadi Master of Training (MOT), maka saya yang menjadi Imamah. Paket ini dibuat oleh Kak Andi Harun (Walikota Samarinda) dan Kanda Lukman Umar-Ombudsmen Sulbar di masanya). Mereka berdua pemegang otoritas mandat instruktur sebagai Ketua Umum dan Sekum PC IMM Kodya Ujung Pandang.
Suatu ketika, kami bertugas sebagai MoT dan Imamah pada saat DAD IMM Fisipol Unhas, pimpinan Haidir Fitrah Siagian dkk kala itu di Ta'mirul Masjid, karena sama-sama gila bola dan ada jadwal pertandingan PSM vs Persebaya, sehingga rapat instruktur yang biasanya malam hari, kami pindahkan ke sore hari karena malamnya kami ke stadion Mattoangin, Tribun favorit kami di Tribun Terbuka Selatan, dekat GOR, nanti saat kami jadi Dosen barulah pindah ke Tribun Tertutup Utara bersama Fans PSM lainya, Pak Ashabul Kahfi, Syaiful Saleh dan teman trio kami Ustadz Dahlan Sulaiman. Demikian pula cerita saat nonton PSM saat DAM di PKP Sudiang, dan beberapa pertandingan lainnya.
Sebagai Instruktur Pengkaderan IMM dengan jam terbang cukup tinggi sehingga almarhum banyak menyelamatkan kader dari pengaruh Takhayul, Bid'ah dan Khurafat, membebaskan banyak kader dari terpaan kerasnya kehidupan. Inilah yg membuat umur amalnya ustadz Rahman lebih panjang dari usia fisiknya.
Saat mendengar berita kematiannya, sumsum tulang terasa kosong dan sedang dalam perawatan dokter sehingga tidak bisa mengantar almarhum ke tempat pemakaman. Selamat jalan ustadz dan kembali kekharibaan Ilahi, irjiii ilaa rabbiki raadhiyatan mardiyah, Fadkhulii fii ibaadii wadkhulii Jannatii.
Makassar, 24 Agustus 2026
