------
Jumat, 25 September 2026
Baznas RI Buka Unit Pengumpulan Zakat di Kampus Unhas
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Universitas
Hasanuddin (Unhas) berencana membuka Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Kampus
Unhas.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, H.
Idy Muzayyad, dengan Pimpinan Unhas dipimpin Sekretaris Universitas Hasanuddin,
Prof. Amiruddin, di Ruang Rapat Rektor Unhas, Rabu, 23 September 2026. Pertemuan
turut dihadiri Direktur Kemitraan Unhas, Direktur Pendidikan Unhas, serta tim
bidang kemahasiswaan Unhas.
Pertemuan membahas rencana pengembangan
kerja sama di bidang beasiswa dan pengelolaan zakat di lingkungan perguruan
tinggi. Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama yang
sebelumnya telah melibatkan Unhas dalam program beasiswa BAZNAS.
Salah satu rencana yang dibahas adalah
pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perguruan tinggi.
Kehadiran UPZ dapat mengoptimalkan potensi zakat dari sivitas akademika
sekaligus membuka ruang pengelolaan dana zakat yang lebih terarah untuk
mendukung penerima manfaat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
BAZNAS RI bersama Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI sebelumnya membuka Program
Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 di 33 perguruan tinggi mitra. Program tersebut
diperuntukkan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan pendidikan
pada jenjang magister (S2).
Unhas adalah salah satu perguruan tinggi
yang terlibat dalam program tersebut. Pengalaman tersebut mendorong
pengembangan kerja sama pada tahap berikutnya, tidak terbatas pada penyaluran
beasiswa, tetapi juga pada pengelolaan dan perluasan manfaat zakat di
lingkungan kampus.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Amiruddin,
mengatakan, kerja sama dengan BAZNAS RI diharapkan dapat terus dikembangkan
melalui program yang memberikan manfaat lebih luas. Beasiswa merupakan langkah
awal dari kerja sama yang kemudian diperluas pada aspek pemberdayaan.
“Diharapkan kerja sama ini dapat
berlanjut, bukan hanya beasiswa, tetapi juga pada pengembangan program
pemberdayaan lainnya,” ujar Amiruddin.
Salah satu rencana yang dibahas adalah
pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perguruan tinggi.
Kehadiran UPZ dapat mengoptimalkan potensi zakat dari sivitas akademika
sekaligus membuka ruang pengelolaan dana zakat yang lebih terarah untuk
mendukung penerima manfaat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pimpinan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menjelaskan,
kerja sama BAZNAS dengan perguruan tinggi diarahkan agar manfaat yang diberikan
dapat dikelola secara lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pembentukan
UPZ.
Rencana ini juga sejalan dengan arahan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto,
mengenai pengembangan UPZ di perguruan tinggi untuk memaksimalkan potensi zakat
pada masing-masing kampus.
“Kerja sama dengan Unhas kami harapkan berkembang menuju ekosistem pengelolaan zakat yang lebih luas, sehingga dapat mempertemukan potensi zakat dari sivitas akademika dengan kebutuhan penerima manfaat melalui program yang terencana dan berkelanjutan,” kata Idy. (kia)
