-----
Jumat, 18 September 2026
Dzulfikar Ahmad Tawalla: Unismuh Menempa Saya Hingga Jadi Wakil Menteri
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad
Tawalla membagikan pengalaman personalnya sebagai alumnus Universitas
Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di hadapan mahasiswa baru Tahun Akademik
2026/2027.
Melalui video testimoni yang ditayangkan
dalam rangkaian pengukuhan mahasiswa baru Unismuh Makassar, Kamis, 17 September
2026, Dzulfikar menyebut Unismuh sebagai kampus yang ikut membentuk perjalanan
hidup dan kariernya hingga mendapat kepercayaan menjalankan tugas di
pemerintahan.
“Selamat datang di kampus yang menempa
saya hingga pada akhirnya saya, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dipercaya dan diberi amanah oleh Bapak
Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih yang beliau
pimpin,” kata Dzulfikar.
Dzulfikar saat ini tercatat sebagai Wakil
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia / Wakil Kepala BP2MI.
Penunjukannya sebagai wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih diumumkan
Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.
Dalam testimoninya, Dzulfikar tidak banyak
berbicara mengenai jabatan yang kini diembannya. Ia justru mengajak mahasiswa
baru melihat pengalaman kuliah sebagai proses panjang yang tidak berhenti
setelah memperoleh ijazah.
Menurut dia, ada karakter yang membuat
Unismuh berbeda dari kampus lain yang pernah dikenalnya di Sulawesi Selatan.
“Universitas Muhammadiyah Makassar punya
energi yang jauh berbeda daripada kampus-kampus lainnya yang ada di Sulawesi
Selatan,” ujarnya.
Energi yang dimaksud, kata Dzulfikar,
terutama adalah kekeluargaan.
“Dan salah satu energi yang saya rasakan
hingga hari ini adalah adanya energi kekeluargaan,” katanya.
Ia mengingat bagaimana mahasiswa diterima
dan didampingi selama berada di kampus. Menurut Dzulfikar, suasana tersebut
dibangun bukan hanya oleh pimpinan universitas, tetapi juga dosen, senior,
serta lingkungan akademik.
“Kita disambut dengan tangan terbuka dan
hati yang penuh dengan kehangatan dari Bapak Rektor Universitas Muhammadiyah
Makassar, Bapak Doktor Rahim Nanda, beserta seluruh sivitas akademika,”
tuturnya.
Bimbingan Tak Berhenti Setelah Lulus
Bagi Dzulfikar, hubungan dengan Unismuh
tidak selesai ketika mahasiswa meninggalkan bangku perkuliahan.
Ia mengaku tetap merasakan pendampingan
dari orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Dosen,
mentor, dan senior tetap memberi dorongan serta nasihat setelah dirinya menjadi
alumni.
“Tidak hanya sampai di bangku-bangku
perkuliahan, tapi kita selesai pun kita dituntun dengan luar biasa dengan
mentor-mentor, dosen-dosen, senior-senior yang sangat luar biasa,” katanya.
Menurut dia, hubungan semacam itu menjadi
bagian penting dalam perjalanan seorang alumni membangun masa depan.
Dzulfikar mengatakan, meski telah lama
meninggalkan Unismuh, hubungan dengan lingkungan kampus tetap terjaga.
“Alhamdulillah, hingga hari ini, setelah
puluhan tahun saya meninggalkan Universitas Muhammadiyah Makassar, masih tetap
mendapat pembimbingan, dorongan, nasihat agar masa depan yang kita cita-citakan
kita pastikan ada dalam genggaman kita,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus menjadi gambaran
kepada mahasiswa baru bahwa perguruan tinggi bukan sekadar ruang memperoleh
pengetahuan akademik. Kampus juga menjadi tempat membangun jejaring, menemukan
mentor, belajar berorganisasi, dan membentuk karakter yang dapat menyertai
perjalanan setelah lulus.
Dzulfikar sendiri beberapa kali kembali
beraktivitas di Unismuh. Pada Agustus 2026, misalnya, ia menghadiri kegiatan di
kampus tersebut dan menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi untuk
menghadapi persaingan di pasar kerja global.
Gaspul untuk Indonesia Raya
Menutup testimoninya, Dzulfikar memberikan
semangat kepada mahasiswa baru yang mulai menjalani kehidupan sebagai mahasiswa
Unismuh.
“Sukses terus untuk mahasiswa baru
Universitas Muhammadiyah Makassar. Gaspul untuk Indonesia Raya,” kata
Dzulfikar.
Pesan alumnus yang kini mengemban tugas
sebagai Wakil Menteri P2MI itu melengkapi rangkaian pengukuhan mahasiswa baru
Unismuh Tahun Akademik 2026/2027.
Pada tahun akademik 2026/2027, Unismuh
mengukuhkan 5.031 mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan program. (zak)
