-----
Jumat, 18 September 2026
Forum Wakil Rektor Akademik PTN Bahas Mitigasi
Kecurangan Seleksi Maba
Rektor
Unhas Tekankan Input PMB, Proses
Akademik, dan Kualitas Lulusan
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Sebanyak 46 Wakil Rektor Bidang Akademik mengikuti Forum Wakil Rektor Bidang
Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026, di Unhas Hotel & Convention
Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu – Sabtu, 16-19 September 2026.
Forum Wakil Rektor Bidang Akademik yang
mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan
Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan
Integritas Seleksi”, membahas sejumlah isu strategis dalam pengelolaan akademik
perguruan tinggi, khususnya pada perguruan tinggi negeri.
Pembahasan mencakup empat agenda utama,
yakni Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan student success, proporsi daya tampung
SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri, bobot penilaian dan standar kompetensi
lulusan, serta pencegahan dan mitigasi kecurangan dalam proses seleksi
mahasiswa baru.
Ketua Panitia, yang juga Wakil Rektor
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menjelaskan, forum
ini dirancang untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif perguruan tinggi
dalam merespons berbagai tantangan pengelolaan akademik.
Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan
dapat mengidentifikasi praktik-praktik baik yang relevan untuk dikembangkan
secara bersama.
“Forum ini kita rancang untuk memperkuat
komunikasi dan konsolidasi antarpimpinan perguruan tinggi, khususnya dalam
merespons dinamika pengelolaan akademik. Berbagai isu yang dibahas diharapkan
dapat memperkaya perspektif masing-masing perguruan tinggi dalam menyusun dan
mengembangkan kebijakan akademik,” jelas Prof. Ruslin.
Sebanyak 75 perguruan tinggi telah
terdaftar sebagai peserta forum, tetapi hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat
46 perguruan tinggi hadir mengikuti rangkaian pembahasan dan berbagi pengalaman
mengenai pengelolaan akademik di institusi masing-masing.
Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas,
Prof. DJamaluddin Jompa, Kamis, 17 September 2026, yang dalam sambutannya, menekankan
pentingnya pengambilan kebijakan akademik yang berbasis data dan berorientasi
pada hasil di tengah transisi demografi dan kelembagaan perguruan tinggi.
Menurutnya, forum tersebut perlu melihat tata kelola akademik secara utuh,
mulai dari input mahasiswa hingga kualitas lulusan.
“Di tengah transisi demografi dan
kelembagaan ini, perguruan tinggi dituntut merumuskan kebijakan yang berbasis
data (data-driven) dan berorientasi hasil (outcome-oriented). Forum ini harus
menjadi ruang kalibrasi kebijakan untuk mengevaluasi empat kerangka
fundamental, yakni input PMB, proses akademik, luaran riset, dan kualitas
lulusan,” jelas Jamaluddin Jompa.
Dia berharap forum tersebut menghasilkan policy
brief dan rekomendasi analitis yang konkret. Rumusan tersebut diharapkan
dapat disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
sebagai landasan dalam pengembangan kebijakan dan regulasi teknis ke depan.
Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri
Selain empat agenda utama, forum juga
menyoroti pentingnya penyelarasan pendidikan akademik dengan dunia usaha dan
dunia industri (DUDI).
Isu tersebut berkaitan dengan kebutuhan
memperkuat relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan pasar kerja,
termasuk melalui mitigasi kesenjangan kompetensi dan pengembangan kurikulum
bersama industri.
Melalui forum tersebut, perguruan tinggi
diharapkan dapat membangun kesepahaman mengenai arah transformasi tata kelola
akademik sekaligus memperkuat pertukaran praktik baik untuk mendukung
keberhasilan studi mahasiswa, kualitas input, kompetensi lulusan, dan
integritas proses seleksi.
Usai pembukaan, rangkaian hari pertama
dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membahas empat isu utama. Forum
berlangsung hingga Sabtu, 19 September 2026.
Agenda rapat hari Jumat, 18 September
2026, agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil FGD terkait AEE dan Student
Success, proporsi daya tampung, kompetensi lulusan, serta integritas seleksi
PMB, kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi nasional untuk penguatan tata
kelola akademik perguruan tinggi.
Ke-46 perguruan tinggi yang hadir wakil
rektornya yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas
Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas
Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Trunojoyo
Madura, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Palangkaraya.
Universitas Diponegoro (Undip), Universitas
Negeri Semarang, UPN Veteran Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas
Jember, Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Jenderal Soedirman, Universitas
Tidar, Universitas Malikussaleh.
ISBI Aceh, Universitas Negeri Medan, Universitas
Maritim Raja Ali Haji, ISI Padang Panjang, ISI Surakarta, Universitas Jambi, Universitas
Bengkulu, Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Bangka Belitung, Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Singaperbangsa Karawang.
Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Institut
Teknologi Kalimantan, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Udayana, Universitas
Mataram, Universitas Nusa Cendana, Universitas Timor, Universitas Negeri
Makassar (UNM), Institut Teknologi BJ. Habibie, Universitas Sam Ratulangi.
Universitas Tadulako (Untad), Universitas
Haluoleo (Unhalu), Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Universitas
Pattimura, Universitas Khairun, Universitas Musamus Merauke, dan ISBI Tanah
Papua. (kia)
