Kemarin Gowa Annangkasi, Hari Ini Gowa Rantasaki

“Benar mi itu yang kita’ bilang, tapi sekarang Gowa Rantasaki. Jadi kemarin Gowa Annangkasi, Hari Ini Gowa Rantasaki. Sampah menumpuk dimana-mana. Sudah beberapa hari sampah menumpuk dan tidak ada mobil pengangkut sampah yang datang,” kata Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)   

 

-----

PEDOMAN KARYA

Ahad, 20 September 2026

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Kemarin Gowa Annangkasi, Hari Ini Gowa Rantasaki

 

“Kabupaten Gowa Rantasa’,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi malam di teras rumah Daeng Tompo’.

“Bukan Gowa Rantasa’. Yang benar, Gowa Annangkasi. Gowa Bersih. Gowa Annangkasi itu salah satu program prioritas 100 hari pertama Pemerintahan Sitti Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin,” jelas Daeng Nappa’.

“Benar mi itu yang kita’ bilang, tapi sekarang Gowa Rantasaki. Jadi kemarin Gowa Annangkasi, Hari Ini Gowa Rantasaki. Sampah menumpuk dimana-mana. Sudah beberapa hari sampah menumpuk dan tidak ada mobil pengangkut sampah yang datang,” kata Daeng Tompo’.

“Benar juga yang kita’ bilang. Sudah beberapa hari sampah menumpuk dan tidak diangkut oleh mobil pengakut sampah, karena ternyata 27 armada mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Gowa memang tidak beroperasi,” kata Daeng Nappa’.    

“Kenapa tidak beroperasi?” tanya Daeng Tompo’.

“Penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup, armada mobil pengangkut sampah tidak beroperasi karena terkendala bahan bakar minyak dan tertutupnya akses jalan menuju TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” kata Daeng Nappa’.

“Kenapa bisa?” tanya Daeng Tompo’.

“Persoalan BBM terjadi karena keterlambatan pembayaran kepada salah satu SPBU yang selama ini menjadi tempat pengisian bahan bakar armada pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup. Akses jalan menuju TPA juga ditutup oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan TPA,” jelas Daeng Nappa’.

“Kenapa Pemda Gowa terlambat bayar SPBU? Tidak adakah uangnya Pemda? Terus siapa itu orang yang mengaku pemilik lahan TPA?” tanya Daeng Tompo’.

“Inimi yang jadi pertanyaan. Sampai sekarang belum ada penjelasan,” kata Daeng Nappa’.

“Tapi apapun masalahnya, ini tidak bisa dibiarkan. Sampah harus diangkut ke TPA karena banyak sekalimi sampah bertumpuk dimana-mana. Sangat mengganggu, berbau sekalimi, dan bisa menimbulkan penyakit,” kata Daeng Tompo’.

“Iye’, semoga Pemda Gowa bisa segera mengatasi masalah ini,” kata Daeng Nappa’.

 

Ahad, 20 September 2026

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama