-----
Ahad, 20 September 2026
Tim Ekspedisi Patriot Unhas Perkenalkan
Pengering Pala di Fakfak Papua Barat
Juga Perkenalkan Alat Belajar Energi Surya
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Tim VII Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menggelar
workshop Pojok Energi Surya Pala di Kantor Distrik Fakfak Timur, Kabupaten
Fakfak, Papua Barat, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini memperkenalkan dua prototipe
kepada masyarakat Weri–Saharey, yaitu: Mini Solar Dryer untuk pengeringan pala,
dan Solar Learning Kit untuk pembelajaran energi surya.
Sesi Mini Solar Dryer dipandu oleh Ir.
Rudi, S.T., M.T., dosen Departemen Teknik Mesin Unhas. Sebanyak 20 peserta dari
kelompok tani serta kelompok pala. Peserta menerima materi di dalam ruangan,
kemudian melihat cara kerja alat dan berdiskusi dengan tim di luar ruangan.
Dalam diskusi, Imran Tunggin, anggota
kelompok tani, bertanya tentang kapasitas alat untuk menangani kebutuhan hingga
sekitar 10.000 buah pala. Pertanyaan itu menjadi masukan bagi tim karena alat
yang diperagakan masih berupa prototipe berukuran kecil.
“Pada workshop ini pengering belum diuji
menggunakan pala, sebab panen setempat diperkirakan berlangsung pada Oktober
2026. Tim berencana mendampingi penggunaannya saat bahan pala sudah tersedia,”
kata Rudi.
Sesi Solar Learning Kit dipandu oleh Ir.
Muh. Izzul Islam AS, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Metalurgi dan
Material Unhas. Sekitar 20 peserta dari fasilitas umum, termasuk Puskesmas,
Kepolisian setempat, guru SD Weri, SD Saharey, dan SMP Fakfak Timur, serta
masyarakat dan Kepala Distrik Fakfak Timur mengikuti materi dan peragaan alat.
Yokana Ardamis dari SD Weri mengangkat
persoalan listrik untuk layanan internet Starlink di sekolahnya. Menurut
penuturannya, layanan tersebut bergantung pada PLTS dan saat ini hanya dapat
digunakan sekitar pukul 09.00–11.00.
Pertanyaan Yokana mendorong diskusi
tentang perlunya memeriksa kebutuhan daya, kapasitas baterai, dan komponen
sistem agar pasokan listrik sesuai dengan jam penggunaan yang dibutuhkan
sekolah.
Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, yang
mengikuti kedua sesi menyambut baik kegiatan tersebut.
“Menurut saya, kedua alat ini sangat
bermanfaat. Saya juga melihat peluang untuk menerapkan hal seperti ini di
Weri–Saharey,” ujar Gani.
Ketua Tim VII Ekspedisi Patriot Unhas,
Dianti Utamidewi, S.T., M.T., mengatakan bahwa pertanyaan peserta membantu tim
menentukan langkah berikutnya.
“Kami senang karena warga dan para guru
tidak hanya melihat alat, tetapi juga bercerita tentang kebutuhan mereka.
Pertanyaan Pak Imran soal kapasitas pengering dan pengalaman Ibu Yokana tentang
listrik sekolah menjadi masukan penting bagi kami,” katanya.
Workshop yang berlangsung pada Kamis, 17
September 2026 di Kantor Distrik Fakfak Timur ini kemudian dilanjut dengan
peragaan langsung bagaimana mengoperasikan kedua prototype. (kia)
