![]() |
| Mantan |
-----
PEDOMAN KARYA
Rabu, 30 September 2026
Selamat Jalan Pak Haris: Teladan Nyata
dari Bawah hingga Akhir Hayat
Oleh: Muhammad Asri
Berita itu menyebar bak kilat
di tengah keheningan Selasa dini hari. Pada 29 September 2026, pukul 01.10
WITA, Haris, S.Kom., M.M., (1972) menghembuskan napas terakhirnya.
Kepergian sosok yang dikenal
hangat dan murah senyum ini datang begitu mendadak. Meninggalkan duka yang
mendalam di benak keluarga, sahabat, hingga rekan sejawat di lingkungan Dinas
Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Bagi siapa saja yang
mengenalnya, Haris bukan sekadar pejabat birokrasi. Ia adalah gambaran nyata
tentang kerja keras, kerendahan hati, dan dedikasi tanpa batas. Kariernya di
dunia pendidikan Sulawesi Selatan diukir dari tangga paling bawah.
Ia mengawali pengabdiannya
sebagai seorang petugas kebersihan (cleaning service). Tanpa mengeluh, ia
jalani setiap tugas dengan ketulusan dan tekad untuk terus belajar.
Perjuangan itu berbuah manis
ketika ia berhasil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II.
Tangga kariernya terus menanjak seiring berjalannya waktu. Mulai dari memegang
amanah sebagai Kasubag Tata Usaha di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I
Makassar, hingga akhirnya dilantik memimpin sebagai Kepala Cabang Dinas
Pendidikan Wilayah V (Bulukumba–Bantaeng).
Meskipun telah menduduki
jabatan strategis, Haris tak pernah berubah. Ia tetaplah sosok yang cepat
bersosialisasi, gampang berbaur, dan tak ragu mengulurkan tangan bagi siapa pun
yang membutuhkan bantuan.
Lantaran kepergiannya yang
begitu tiba-tiba, banyak orang seolah tak percaya bahwa Haris telah tiada. Rasa
syok dan tidak percaya menyelimuti rekan-rekan dekatnya.
“Saya sempat tidak percaya.
Jadi, saya langsung telepon nomornya,” tutur Mustang, salah seorang sahabat
karib almarhum, dengan nada suara getar setelah membaca kabar duka yang beredar
di grup WhatsApp. Namun, di ujung telepon, tak ada lagi suara ramah yang
menyapa.
Sesaat setelah kabar duka
menyebar, beranda berbagai media sosial—mulai dari status WhatsApp, unggahan
Instagram, hingga beranda Facebook—langsung dipenuhi ucapan belasungkawa dari
para kerabat, jajaran tenaga pendidik, dan rekan sejawat:
“Innalillahi wa inna ilaihi
raji'un. Selamat jalan Pak Haris... Orang baik, ramah, dan selalu siap membantu
siapa saja tanpa membeda-bedakan. Semoga husnul khotimah dan segala kebaikan
Bapak menjadi ladang pahala.” — Unggahan Beranda Facebook.
“Masih terasa seperti mimpi
mendapat kabar ini. Terima kasih atas segala bimbingan, dedikasi, dan teladan
yang Pak Haris berikan untuk dunia pendidikan di Sulsel. Selamat jalan pimpinan
yang rendah hati.” — Unggahan Instagram Story
“Innalillahi wa inna ilaihi
raji'un. Sungguh kaget mendengarnya. Sosok yang betul-betul merintis dari bawah
dan tetap humanis hingga akhir hayatnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan
diberikan ketabahan.” — Pesan Duka di WA Group Dinas Pendidikan
Setiap yang bernyawa pasti
akan merasakan mati. Haris, SKom MM, kini telah menyelesaikan tugasnya di
dunia. Perjalanannya dari seorang cleaning service hingga menjadi Kepala
Cabang Dinas Pendidikan akan selalu menjadi warisan inspirasi tentang arti
ketulusan, kerja keras, dan kebaikan hati.
Ia meninggalkan seorang istri
(Hainong), 4 orang anak: 1. Suci Maalikul Mulki, 28), 2. Khusnul Khatimah, 26),
3. Atry Ananda Haris, 20), dan 4. Nadim Rafidan Haris, 6).
Selamat jalan, Pak Haris.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala kekhilafanmu,
dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Aalamin.***
