-----
Sabtu, 10 Oktober 2026
Dosen Unismuh Makassar Ajak Mahasiswa
Terlibat dalam “1 Tim, 1 Masjid, 1 Aksi Nyata”
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah
(Unismuh) Makassar, Agusdiwana Suarni SE MAcc, mengajak mahasiswa mengambil
peran dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Ajakan itu disampaikannya saat menjadi
narasumber pada acara “Roadshow Sharia Young Leader Summit (SYLS) 2026 Wilayah
Makassar”, yang diselenggarakan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama BSI
Maslahat, di Ballroom Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), lantai 3,
Jumat, 09 Oktober 2026.
Di hadapan para peserta yang diperkirakan
berjumlah 1.000-an orang dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Agusdiwana
mengajak mahasiswa dan generasi muda terlibat melalui gerakan “1 Tim, 1 Masjid,
1 Aksi Nyata”.
Gerakan tersebut diarahkan untuk
memperluas literasi keuangan syariah dan mendampingi pelaku UMKM di lingkungan
sekitar masjid.
“Melalui gerakan ‘1 Tim, 1 Masjid, 1 Aksi
Nyata’, kami mengajak mahasiswa dan Gen Z mengambil peran dalam meningkatkan
literasi keuangan syariah serta mendampingi UMKM di lingkungan sekitar,”
tuturnya.
Dalam sesi Sharia Talks, Agusdiwana
membawakan materi bertema: “Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Syariah”.
Ia menyoroti potensi masjid dalam menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus
memperkuat pelayanan sosial bagi masyarakat.
“Masjid memiliki potensi besar untuk
menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial umat. Potensi ini perlu
dioptimalkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar
Agusdiwana.
Agusdiwana, yang juga merupakan peneliti
ekonomi syariah, menyebut lebih dari 316 ribu masjid terdaftar di Indonesia
memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan
ekonomi umat.
Mengacu pada risetnya terhadap lebih dari
1.500 masjid di Indonesia dan mancanegara, ia memaparkan contoh pengembangan
fungsi ekonomi masjid.
Di Makassar, ia menyoroti peran Masjid
Al-Markaz Al-Islami dan Masjid Ar-Rahman dalam menyediakan ruang usaha bagi
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjalankan program
kemaslahatan umat.
“Di Makassar, kita dapat melihat contoh
peran Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Masjid Ar-Rahman dalam membuka ruang usaha
bagi UMKM serta menghadirkan program kemaslahatan umat,” jelasnya.
Roadshow SYLS 2026 menjadi bagian dari
upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi
muda. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat
indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen, sedangkan indeks
inklusinya sebesar 13,24 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya
ruang untuk memperluas pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Selain Agusdiwana, sesi diskusi
menghadirkan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat. Ia membahas gaya hidup halal
sebagai nilai yang relevan bagi generasi muda, serta peran mahasiswa dalam
memperluas literasi ekonomi syariah melalui media digital.
Duta Ekonomi Syariah SYLS, Raihan Maulana
Fajri, turut membagikan pengalamannya sekaligus meluncurkan SYLS Competition
2026. Ajang tersebut mencakup kompetisi Duta Ekonomi Syariah dan Social Project
Competition.
Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas
Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., jajaran wakil rektor UNM,
serta Regional CEO BSI Region Makassar, Sukma Dwie Priardi. Rangkaian acara
diawali dengan sambutan pimpinan dan penyerahan bantuan BSI Scholarship secara
simbolis. (zak)
