Sembilan Dosen Unhas Masuk 2% Ilmuwan Teratas Dunia 2026

Sebanyak sembilan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 atau Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026.  

 

----

Jumat, 09 Oktober 2026

 

Sembilan Dosen Unhas Masuk 2% Ilmuwan Teratas Dunia 2026

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sebanyak sembilan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 atau Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026.

Daftar World’s Top 2% Scientists 2026 atau Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026 ini disusun Stanford University bekerja sama dengan penerbit ilmiah internasional Elsevier BV dan resmi dirilis pada Kamis, 08 Oktober 2026.

Daftar ini disusun berdasarkan sejumlah indikator kinerja publikasi dan sitasi yang bersumber dari basis data Scopus untuk memetakan pengaruh ilmiah peneliti dalam bidang keilmuannya masing-masing.

Dengan menggunakan indikator komposit yang disesuaikan dengan karakteristik bidang penelitian, daftar tersebut memberikan gambaran mengenai rekognisi dan pengaruh karya ilmiah peneliti dalam komunitas akademik global.

Rekognisi ini melanjutkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Jumlah dosen Unhas yang masuk daftar tersebut bertambah dari 6 orang pada 2024, menjadi 7 pada 2025, dan kini 9 orang pada 2026.

Ke-9 dosen Unhas yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 atau Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026, terdiri atas tiga (3) dosen Fakultas Farmasi, tiga (3) dosen Fakultas MIPA, serta masing-masing satu orang dosen Fakultas Teknologi Pertanian, dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, serta dosen Fakultas Kehutanan.

Tiga dosen Fakultas Farmasi Unhas yang masuk daftar “Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026” yaitu Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt, Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt, dan 7. Nurhasni Hasan, S.Si., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt.

Tiga dosen Fakultas MIPA Unhas yang masuk daftar “Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026” yaitu Prof. Dr. Dahlang Tahir, S.Si., M.Si, Prof. Dr. Eng. Mawardi Bahri, M.Si, dan Dr. Heryanto, S.Si., M.Si.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unhas yang masuk daftar “Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026” yaitu Prof. Ir. Andi Dirpan, S.TP., M.Si., Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si, serta dosen Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada ke-9 dosen yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 atau Dua Persen Ilmuwan Teratas Dunia Tahun 2026.

“Selamat kepada para peneliti kami. Selain prestasi individu, capaian ini juga cerminan dari ekosistem akademik dan riset yang terus kita bangun di Unhas,” kata Jamaluddin Jompa.

Peningkatan jumlah peneliti Unhas yang masuk dalam daftar ini menunjukkan kebijakan dan model pembangunan ekosistem riset yang dikembangkan di Unhas telah berada pada jalur yang sesuai.

“Hal ini juga cerminan dari ekosistem akademik dan riset yang terus kita bangun di Unhas.  Ke depan, kami ingin semakin banyak peneliti Unhas yang mampu menghasilkan publikasi berkualitas, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, dan mengembangkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan,” kata Jamaluddin Jompa.

Ia kembali menegaskan bahwa capaian riset tidak akan berhenti pada publikasi dan sitasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi solusi bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Capaian ini merupakan motivasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya peneliti muda, untuk terus berkarya dengan integritas, konsistensi, dan keberanian menghasilkan terobosan.

“Unhas akan dan harus terus tumbuh sebagai universitas riset yang berdaya saing global, berakar pada kebutuhan bangsa, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa.

 

Pengakuan Komunitas Akademik Global

 

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Suharman Hamzah, menilai peningkatan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar tersebut menunjukkan perkembangan rekognisi akademik Unhas dalam beberapa tahun terakhir.

“Peningkatan jumlah ini menunjukkan bahwa pada berbagai bidang keilmuan, semakin banyak ilmuwan Unhas yang memperoleh pengakuan dalam komunitas akademik global. Capaian tersebut tidak hanya merepresentasikan kinerja individual, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas secara lebih luas,” kata Suharman.

Peningkatan visibilitas akademik tersebut, lanjutnya, dapat memperluas peluang kolaborasi penelitian. Rekognisi terhadap ilmuwan Unhas pada berbagai bidang keilmuan membuka ruang yang lebih besar untuk membangun jejaring dengan peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga riset, baik nasional maupun internasional.

“Ketika peneliti dan bidang keilmuan Unhas semakin dikenal dalam jejaring akademik global, peluang untuk membangun kolaborasi juga semakin terbuka. Ini dapat berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari penelitian kolaboratif dan publikasi bersama hingga pembimbingan mahasiswa dan keterlibatan dalam kegiatan akademik seperti penguji eksternal,” tutur Suharman.

Jejaring tersebut juga memberikan nilai akademik bagi mahasiswa. Keterhubungan para peneliti Unhas dengan komunitas ilmiah yang lebih luas dapat membuka akses mahasiswa terhadap perkembangan riset mutakhir, pengalaman akademik lintas institusi, serta interaksi dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

“Bagi mahasiswa, reputasi peneliti dan bidang keilmuan merupakan bagian dari lingkungan akademik yang mereka pertimbangkan. Ketika semakin banyak peneliti Unhas memiliki rekognisi dan jejaring internasional, hal ini turut meningkatkan daya tarik Unhas sebagai institusi pendidikan dan penelitian,” kata Suharman.

Pada tingkat institusi, peningkatan visibilitas tersebut turut memperkuat reputasi akademik Unhas. Capaian para ilmuwan pada berbagai bidang juga dapat meningkatkan eksposur terhadap program studi dan bidang keilmuan yang dikembangkan, sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan sektor industri.

“Dari perspektif institusi, visibilitas akademik ini dapat memperkuat reputasi Unhas dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas. Ketika kapasitas keilmuan kita semakin dikenal, peluang untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, maupun mitra industri juga semakin terbuka,” jelas Suharman.

Peningkatan rekognisi ilmiah tersebut, tambahnya, perlu dilihat dalam konteks manfaat yang lebih luas. Menurutnya, penguatan kapasitas dan jejaring penelitian pada akhirnya perlu bermuara pada pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama