iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » Banyak Pajak Lampaui Target, PAD Takalar Meningkat


Pedoman Karya 2:47 PM 0


Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Takalar meningkat dari Rp91,7 miliar pada tahun anggaran 2014, menjadi Rp103,9 miliar pada tahun anggaran 2015. Peningkatan PAD tersebut terjadi karena banyak pajak yang realisasinya melampaui target.

- Drs H Abbas Tola MM -
(Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Takalar)






--------
Rabu, 17 Februari 2016


Banyak Pajak Lampaui Target, PAD Takalar Meningkat


TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Takalar meningkat dari Rp91,7 miliar pada tahun anggaran 2014, menjadi Rp103,9 miliar pada tahun anggaran 2015. Peningkatan PAD tersebut terjadi karena banyak pajak yang realisasinya melampaui target.
“Banyak pajak yang melampaui target, bahkan tidak sedikit yang di atas seratus persen,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Takalar, Drs H Abbas Tola MM, kepada “Pedoman Karya”, di ruang kerjanya, belum lama ini.
Target yang terlampaui di atas 100 persen, antara lain pajak hiburan 109 persen (target Rp137,5 juta, realisasi Rp150,7 juta), pajak reklame 189 persen (target Rp4,9 juta, realisasi Rp9,3 juta), pajak penerangan jalan 104 persen (target Rp5,078 juta, realisasi Rp5,295 juta), serta pajak air tanah 164,69 persen (target Rp108 juta, realisasi Rp177,8 juta).
Pajak kendaraan bermotor juga melampaui target, yaitu target Rp5,4 miliar dan realisasi Rp6,4 miliar, atau 119 persen. Begitu pun dengan Bagi Hasil Bukan Pajak yang realisasinya 396 persen, yakni target Rp1,9 miliar, dan realisasi Rp7,7 miliar.
Abbas mengatakan, realisasi pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor juga melampaui target, yakni target Rp6,78 miliar, dan realisasi Rp12,1 miliar.
“Peningkatan PAD Takalar memang luar biasa, tetapi kami akan terus-menerus meningkatkannya, karena masih terlalu banyak potensi pajak yang belum dioptimalkan. Karena itulah, kami akan melakukan ekstensifikasi objek pajak, membuat regulasi perencanaan, serta melakukan intensifikasi (data lama) dan ekstensifikasi (data baru),” tutur Abbas. (hasdar sikki/win)

--------
@copyright Majalah PEDOMAN KARYA, Edisi 2, Vol. II, Februari 2016
-------------

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply