iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok


CALON DOSEN. Sebanyak 454 calon dosen mengikuti test di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sejak 19 hingga 29 Agustus 2017, yang meliputi antara lain test mengaji, test potensi akademik (TPA), dan test wawancara. Dari 454 calon dosen yang ikut test, juga terdapat 35 orang dokter. (ist)


TEST MABA. Rektor Unismuh Dr Abdul Rahman Rahim memantau pelaksanaan test masuk bagi calon mahasiswa baru Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unismuh) Makassar, di Kampus Pascasarjana Unismuh Makassar, Senin, 21 Agustus 2017. (Foto: Asnawin)




-----------
Senin, 21 Agustus 2017


Puluhan Calon Maba S3 PAI Unismuh Ikut Test


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Puluhan calon mahasiswa baru (maba) Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengikuti test penerimaan maba di Kampus Pascasarjana Unismuh Makassar, Senin, 21 Agustus 2017.
Pelaksanaan test dipantau langsung Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim, Direktur Program Pascasarjana (PPs) Unismuh Prof HM Ide Said, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Dr HM Syaiful Saleh, Sekretaris PPs Unismuh Dr H Darwis Muhdina, serta Ketua Prodi S2 Pendikan Agama Prof Rahman Getteng.
“Ini adalah penerimaan mahasiswa S3 Pendidikan Agama Islam angkatan pertama,” kata Rahman Rahim, kepada wartawan seusai melakukan pemantauan.
Asdir I PPs Unismuh Makassar Dr Andi Jam’an, menambahkan bahwa panitia memberikan tiga macam test kepada para calon mahasiswa baru, yaitu Test Potensi Akademik (TPA), test wawancara, serta test TOEFL (Test of English as a Foreign Language).
“Sebenarnya ada sekitar tiga puluhan yang mendaftar, tetapi banyak yang belum ikut test, antara lain karena sedang tidak berada di Makassar, bahkan ada yang sedang menunaikan ibadah haji,” jelas Andi Jam’an.
Untuk itu, katanya, panitia akan menjadwalkan ulang test calon maba bagi mereka yang sudah mendaftar tetapi belum sempat ikut test pada Senin, 21 Agustus 2017.

Asdir II PPs Unismuh Dr H Muhlis Madani, menambahkan bahwa bagi calon maba S3 PAI dibebani uang pendaftaran sebesar Rp1 juta. Jika sudah lulus, mereka diwajibkan membayar uang matrikulasi sebesar Rp2 juta, serta uang kuliah sebesar Rp9 juta per semester. (zak)

“Ada satu teman sudah di perjalanan, dekatmi lagi di Malino, tiba-tiba harus pulang kembali karena dipanggilki sama bupati-na, padahal nabawa’tommi kodong isterina sama anak-anakna untuk reuni sekaligus rekreasi bersama keluarga,” ungkap Daeng Tompo’.
“Ah, bohong-bohongji barangkali. Tidak maunaji dibilang tidak datangi,” kata Daeng Nappa’.

“Tadi pagi waktu kuantarki iparta’ belanja di pasar, sambil menunggu cerita-ceritaka’ sama tukang becak. Tiba-tiba bilangi, kulupai ustadz, hari Jumat padeng ini,” ungkap Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ seusai shalat magrib di masjid.
“Kenapa nabilangi hari Jumat, ini ‘kan hari Sabtu?” tanya Daeng Nappa’. (Foto: Asnawin)

“Tadi siang di warkop. Sementara duduk-dudukka’, tiba-tiba datangi. Dari gereja-naki bedeng,” kata Daeng Tompo’.
“Jadi, apa ini dicerita di warkop sama Bung Cae’,” tanya Daeng Nappa’.
“Natanyakka’, bilang dimanaki’ parkir mobil. Saya bilang, jangankan mobil, motor saja setengah-matika’ bayarki cicilanna. Ini dua bulanma’ tidak bayar,” tutur Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin)