Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok




Adnan Sambut Positif Langkah PH Batara Cinema Produksi Film 'Kesultanan Gowa'

Humas Gowa----Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut positif langkah Production House (PH) Batara Cinema atas rencananya akan memproduksi film mengenai Sultan Hasanuddin dengan judul film " Kesultanan Gowa 1667, Pasukang Patampuloa" yang kebanyakan lokasinya di Kabupaten Gowa.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiens PH tersebut di Ruang Rapat Kantor Bupati Gowa, Senin (13/7).

"Kami pastinya mengapresiasi karena selain lebih mengenalkan pahlawan kita Sultan Hasanuddin, juga secara tidak langsung akan mempromosikan Kabupaten Gowa karena nantinya termasuk salah satu lokasi shooting pembuatan," ungkapnya.

Sementara ituperwakilan Batara Cinema Production House, Wandi Dg Kulle mengatakan pihaknya akan mulai memproduksi film tersebut pada Agustus mendatang.

"Kami terlebih dahulu meminta izin ke pak Bupati untuk melakukan shooting. Untuk Gowa kami akan melakukan proses shooting di Bollangi dan di Air Terjun," ungkapnya.

Dijelaskan Wandi, alur cerita film ini akan mengangkat sejarah Sultan Hasanuddin di tahun 1667 atau usai melakukan perjanjian bungaya.

Ia berharap melalui film ini, akan mengangkat sejarah, budaya, pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa.(NH)



Kapolri: Gowa Sahuti Gerakan Sejuta Masker

JAKARTA, ----Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tak henti-hentinya menyebut Pemkab Gowa dalam setiap kunjungannya di sejumlah daerah di Indonesia.

Paling anyar, saat melakukan melakukan rapat kerja (Raker) dengan komisi II DPR RI, Senin 13/7, Tito kembali menyebut Gowa, sebagai salah satu daerah yang telah melakukan Gerakan Sejuta Masker.

"Saya telah mendorong semua daerah di Indonesia untuk secara masif melakukan pembagian masker dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19. Dan Gowa telah menyahuti imbauan itu dengan melakukan gerakan sejuta masker," ujar Tito.

Tito tidak peduli dengan anggapan banyak orang yang menghubung-hubungkan pembagian masker secara masif dengan Pilkada. Menurutnya, mendorong masyarakat menggunakan masker jauh lebih penting agar Covid-19 tidak berkembang lagi.

Karena itu, setiap kali dirinya melakukan kunjungan ke daerah-daerah, selalu Gowa menjadi contoh dalam melakukan gerakan pembagian masker ke masyarakat. (**)

“Saya lihat ada salah seorang calon wakil walikota, itu ternyata wanita yang pernah jadi calon bupati, dan juga pernah jadi caleg (calon legislator),” ungkap Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop terminal.




DPRD DAN BUPATI TAKALAR BANGUN KONSPIRASI.


Aksi unjuk rasa Mahasiswa dibawa bendera Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Takalar (HIPERMATA) mewarnai rapat paripurna Pemandangan Umum Ranperda Lapaoran Pertanggung jawaban Bupati Takalar tahun 2019.

Dalam aksi orasinya mereka mencurigai terjadinya konspirasi yang dibangun antara eksekutif dan para anggota dewang Perwakilan Rakyat Daerah (RPRD) Takalar untuk mengelabui masyarakat takalar dalam penggunakan uang rakyat.

Menuntut bupati takalar mengundang perwakilan mahasiswa dalam penyampaian hasil hasil kegitan yang di programkan pada tahun 2019,

Bupati.harus menganut sistim ketransparangan dalam.menjalankan roda pemerintahan dan jangan bersekongkol dengan mengatasnamakan dirinya wakil rayan yang ada di gedung DPRD Takalar.

Ini sudah bukan rahasia lagi lantaran banyaknya program yang sudah menjadi agenda yang akan dikerjakan namun hal ini membuktikan banyaknya anggaran sudah di sydah APBDkan kemudian berubah diparsialkan dengan berbagai alasan yang tidak jelas.

Sama hahnya pemberian beasiswa S1 dan S2 bagi mahasiswa asal takalar yang berulang-ulang kali dijanjikan tak kunjung direalisasikan.

Demikian juga pembangunan Asrama Mahasiswa Asal Mula yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan Makassar tak kunjung dibangun.
Demikian Ketua Hipermata Takifal Mursalim kepada Topik terkini di gedung DPRD Takalar.

Kedatangan kami di gedung ingin mendengar ingin mendengar.langsung jawaban Bupati Takalar terkait beberapa hal antara lain beasuswa dan pembangunan asrama takalar.
Karena konon kabarnya Bupati tidak ingin tanda tangan soal perbaikan asrama dan beasiswa.

Kami sudah tidak percaya anggota DPRD Takalar mereka sudah krisis kepercayaan, mereka hanya mengurusi kepentingan pokirnya masing-masing, masyarakat takalar merasa tidak diwakili oleh anggota dewan yang ada di dalam gedung ini.

Aksi yang ke empat kalinya, Mahasiswa medesak Bupati kalau mampu menangani masalah ini lebih baik mundur dari jabatannya.

Mahasiswa juga mengatakan kedatangannya di gedung wakil rakyat bukan pencuri, kami ini calon2 intelektual takalar.
Yang melihat pmerintah sudah kerisis kepercaan dimata masyarakat sehingga kami sebagai intelektual muda meworning para penyelenggara pemerintahan kalau mau main main lebih baik mudur.

Bahkan kata pengunjuk rasa hari ini sudah melakukan paripurna untuk pertanggung jawaban itulah yang kita mau dengar, seperti apa dalam laporannya.

Kami juga sebagai masyarakat takalar ingin mempertanyakan kembali. (Hasdar Sikki)

"Kodong, tapi itulah virus corona, tidak pilih-pilih. Profesor, doktor, magister, sarjana, sampai pengangguran dan ibu-ibu rumah tangga juga kena virus corona," ujar Daeng Tompo'. (int)