iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok


MAKASSAR (PEDOMAN KARYA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menghabiskan waktu lebih dari empat jam untuk berbaur dengan ribuan anak yang datang dari seluruh Indonesia pada acara puncak Hari Anak Nasional di Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (23/7).
Nurdin Abdullah dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Susana Yembise berkeliling Lapangan Karebosi selama empat jam untuk menyaksikan aneka atraksi dan kreasi yang ditampilkan anak-anak yang datang dari penjuru nusantara.

Dihadapan ribuan anak, NA mengaku waktu kecil bercita-cita bisa membahagiakan orangtua. Diantara cara untuk membahagiakan orangtua adalah dengan rajin belajar sejak kecil.

"Anak-anak harus rajin belajar untuk membahagiakan orangtua. Saya bisa jadi Gubernur karena dulu rajin belajar," jelas Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah juga mengaku bangga dan mengapresiasi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mempercayakan Sulsel sebagai tuan rumah Pelaksanaan Festival Anak Nasional yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Anak Nasional 2019.

Menurut NA, interaksi antar anak yang datang dari seluruh Indonesia di Kota Makassar ini akan membawa nilai positif bagi perkembangan anak Indonesia.

"Mereka anak-anak kita harus dipersiapkan secara baik-baik agar tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa," jelas mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini. (WANI)

HARI BHAKTI ADHYAKSA. Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (duduk kedua dari kiri) dan Ketua DPRD Sulsel, M Roem (paling kiri) menghadiri Upacara Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-59, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin, 22 Juli 2019. (ist)

MAKASSAR (PEDOMAN KARYA -Setelah perhelatan Pemilu yang panjang, kini saatnya semua elemen kembali menyatukan semangat persatuan, persaudaraan dan gotong rotong sekaligus melestarikan tradisi perayaan 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya dengan kegiatan menghias gapura.


Hal ini bisa menjadi momentum baik untuk menciptakan sebuah gerakan yang mengusung nilai cinta negeri, yaitu menciptakan kebanggaan terhadap budaya Indonesia, mempererat persaudaraan, menjaga nilai gotong royong antar warga dan menjaga persatuan Indonesia melalui karya seni.

Untuk itu Pemerintah Republik Indonesia menggelar Festival Gapura dengan tema "Cinta Negeri". Periode pengiriman materi dari tanggal 17 Juli hingga 17 Agustus. Kategori terbagi dua yaitu kategori masyarakat umum dan kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi.

Pemprov Sulsel juga turut serta untuk mempromosikan dan mengajak masyarakat Sulsel untuk berpartisipasi.

"Kami mengajak masyarakat Sulsel untuk mengikuti Festival Gapura Cinta Negeri sebagai wujud kecintaan kita pada negeri tercinta Indonesia dan untuk memperingati HUT Indonesia ke-74," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi, Senin (22/7).

Festival ini memperebutkan 15 piala dengan total hadiah Rp1 miliar. Ini terbagi atas 10 piagam dan piala untuk 10 pemenang kategori umum dan hadiah senilai Rp50 juta/pemenang. Tiga piala dan piagam untuk tiga pemenang gapura kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi. Satu piala dan piagam untuk gapura favorit dan hadiah senilai Rp100 juta dan 1 Piala Presiden bergilir serta piagam untuk gapura terbaik dan hadiah uang tunai senilai Rp250 juta.

"Total hadiahnya Rp1 miliar," sebut Devo Khaddafi.

Adapun yang menjadi pengarah jelas Devo, yakni Menteri Sekretariat Negara, Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

Ada beberapa persyaratan dan ketentuan peserta diantaranya lokasi penilaian gapura berada di wilayah Indonesia, penilaian berdasarkan relevasi tema, orisinalitas ide, nilai seni, estetika, kreativitas visual dan produksi,  semangat gotong royong dan kebersamaan.

Karya juga harus menyertakan logo HUT RI ke-74 yang dapat diunduh di website www.gapuracintanegeri.com. Selain itu terdapat unsur keindonesiaan terdiri dari bendera merah putih, lambang negara Garuda Pancasila dan motif kedaerahan Indonesia.

"Salah satunya dia harus ada proses pembuatan yang didokumentasikan, kemudian harus melibatkan banyak orang dan kegotong royongan, intinya yang mau diperlihatkan semangat kegotong rotongan dan ke Indonesianya," jelasnya.

50 finalis umum dan 10 finalis lembaga/instansi/perusahaan/organisasi gapura akan diseleksi kembali untuk mendapatkan 10 gapura pemenang kategori umum dan tiga gapura pemenang kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi pada tanggal 20 Agustus 2019.

Para perwakilan pemenang akan diundang untuk ke Jakarta bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan akomodasi akan ditanggung panitia.

"Semua pemenang akan diundang ke Istana dan diterima Pak Jokowi," pungkasnya.(WANI)

MAKASSAR (PEDOMAN KARYA) - Pemprov Sulsel melalui wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulsel. Agenda penyampaian jawaban Gubernur tentang pelabuhan penumpang Regional dan Ranperda perubahan No 10 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah di Ruang Paripurna DPRD Prov Sulsel, Senin (22/7).

Mengenai jawaban Gubernur tentang pembangunan pelabuhan penumpang regional,  Wakil Gubernur dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa standar pelayanan minimal pengelolaan pelabuhan regional akan senantiasa meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga nantinya pengawasan dalam pelaksanaannya juga akan melibatkan aparatur terkait.

"Dalam penerapan ranperda ini, nantinya akan disesuaikan dengan kewenangan masing masing, pengelolaan pelabuhan diharapkan nantinya akan memberikan kemudahan kepada aktivitas masyarakat setempat",  jelasnya.

Sementara terkait penganggaran, Wagub menjelaskan jika tidak akan terjadi tumpang tindih dengan pelabuhan yang ada.

"Penganggaran pembangunan pelabuhan penumpang tidak akan tumpang tindih dengan pelabuhan yang ada. penganggaran akan dilakukan untuk pengembangan pelabuhan, dan tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaannya", tambahnya.

Sementara terkait perubahan perda No 10, Andi Sudirman Sulaiman memaparkan jawaban Gubernur bahwa beberapa perangkat daerah perlu diata ulang dan pengurangan struktur bidang dengan kata lain disederhanakan.

"Rencana penataan struktur, untuk mewujudkan kelembagaan perangkat daerah yang sesuai fungsi dan tugas masing masing. Dapat dijelaskan pula bahwa penganggaran akan dialokasikan sesuai kebutuhan perangkat daerah", ungkapnya.

Penggabungan Dinas segogyanya melihat adanya kemiripan tupoksi dengan harapan penyatuan tersebut lebih efektif dan efisien. Ketentuannya telah dikaji berdasarkan Undang undang. Penggabungan akan menghasil kinerja yang maksimal.

Setelah mendengar jawaban Gubernur yang disampaikan Wagub Andi Sudirman Sulaiman, seluruh Fraksi menanggapi tanggapan jawaban Gubernur untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.(WANI)

KANDIDAT bakal calon Walikota Makassar, Abdul Rachmat Noer (kiri) foto bersama mantan Walikota Makassar, Andi Herry Iskandar, di kediaman Andi Herry Iskandar, Jumat malam, 19 Juli 2019. (ist)