Kebetulan Uangku’ Sisa Empat Belas Ribu


“Baa. Sampai di sana, ternyata Daeng Tarang tidak sendiri. Ada beberapa teman natemani ngopi. Adai Daeng Nyau’, Daeng Beta, Daeng Sikki, Daeng Siriwa, Daeng Tangnga, Daeng Nyonri’,” sebut Daeng Tompo’. (Dokumentasi Pribadi)


-------

PEDOMAN KARYA

Ahad, 14 Oktober 2018

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Kebetulan Uangku’ Sisa Empat Belas Ribu

 

“Kemarin sore, napanggilka’ Daeng Tarang ngopi di alun-alun,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat berjalan beriringan keluar dari masjid seusai shalat ashar.

“Jadi kesanajaki’?” tanya Daeng Nappa’.

“Baa. Sampai di sana, ternyata Daeng Tarang tidak sendiri. Ada beberapa teman natemani ngopi. Adai Daeng Nyau’, Daeng Beta, Daeng Sikki, Daeng Siriwa, Daeng Tangnga, Daeng Nyonri’,” sebut Daeng Tompo’.

“Ramainya itu. Pasti seru pembicaraan ta’ semua,” kata Daeng Nappa’.

“Deh, janganmaki’ bilang. Pokoknya macam-macammi yang dibahas, tapi saat seru-serunya pembicaraan, tiba-tiba ada teman Anggota Dewan (Anggota DPRD) japri-ka’ di WA (WhatsApp),” ungkap Daeng Tompo’.

“Apa najaprikanki’?” tanya Deng Nappa’.

“Natanyakka’, bilang dimanaki’ ini. Saya bilang di alun-alun. Ngopi sama teman-teman. Dia tanya’ lagi, berapa orangki’? Saya bilang delapan orang. Dia bilang, kasika nomor rekening ta’. Saya mau kirimkanki’ pembeli kopi,” papar Daeng Tompo’.

“Jadi kikasiji?” tanya Daeng Nappa’ penasaran.

“Pastimi. Jadi langsung kukasi’ nomor rekeningku, tidak lamaji sesudahnya langsungka’ nakirimi bukti transfer, baru nabilang cari’maki ATM terdekat, pergimaki ambilki’ uang kopita’,” ungkap Daeng Tompo’.

“Hebatnya itu bela. Jadi apami kita’ bilang sama itu Anggota Dewan?” tanya Daeng Nappa’.

“Pastimi saya bilang terima kasih, kebetulan uangku’ memang sisa empat belas ribu,” kata Daeng Tompo’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Ahad, 14 Oktober 2018


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama